Rabu,12 Agust 2015 17:39 WIB

Penulis: pewete pewete

NEW HONDA SONIC 150R

Foto: SALIM

NEW HONDA SONIC 150R



Pasti penasaran dengan akselerasi, top speed, konsumsi bensin sampai tenaga on wheel-nya kan? Nah ini dia ulasan lengkapnya


Jakarta - Sudah baca ulasan first ride All New Honda CB150R di halaman sebelah (18)? Nah di halaman ini khusus untuk New Honda Sonic 150R yang juga launching berbarengan Rabu lalu (5/8). Eh iya edisi kemarin (OTOMOTIF 13:XXV), juga sudah diulas tampang motor yang dijual Rp 20,9 juta OTR Jakarta ini.



Limiter ada di 10.400 rpm

Khusus Sonic enggak hanya first ride di kawasan JIExpo Kemayoran, Jakpus, namun langsung lanjut test ride. Kok bisa? Lantaran unit tesnya langsung dikirim ke redaksi, sehingga bisa dieksplorasi lebih mendalam.• (otomotifnet.com)

Desain

Sosok yang ditampilkan desainer Honda pada Sonic ini tajam dan ramping. Roh yang juga diusung pendahulunya, Sonic RS125 yang pernah masuk Indonesia dari Thailand lewat importir umum. Lihat deh garis desain bodinya, mulai lampu depan, sayap sampai ujung belakang yang serba lancip. Kesan yang didapat menjadikan  Sonic ini terlihat agresif dan kencang serta lincah karena dimensinya yang ramping. Peleknya model Y mirip CB500R, keren ya?



Cakram besar, pakem banget enak untuk late braking

Riding Position & Handling

Pertama naik kesan yang didapat adalah ramping! Bodi, jok sampai setangnya benar-benar singset! Lantaran lebar keseluruhan atau tepatnya bagian setang hanya 669 mm. Dan ketika diduduki ternyata pendek banget, karena tinggi jok hanya 762 mm. Posisi setang cukup rendah dan dekat dengan badan, sehingga siku agak menekuk.



Pindah gigi empuk banget, enggak merusak sepatu

Sementara footstep ke depan, hasilnya posisi duduk lumayan santai karena punggung masih bisa lurus. Namun tetap saja karena setang rendah, untuk perjalanan lama pergelangan tangan jadi cukup pegal, terutama kalau sering mengerem, karena jok cukup curam, tangan mesti menahan agar enggak melorot.

Untung jok belakang ada punuknya, sehingga kalau ada pembonceng saat pengereman tak terlalu mendorong rider-nya. Dengan dimensi yang ramping dan bobot 114 kg, Sonic 150R ini masih terasa ringan. Untuk bermanuver di antara kemacetan Jakarta terasa sangat lincah, apalagi wheelbase 1.275 mm ditambah sudut kemudi ke kanan kiri 45°.



Konsumsi bensin rata-rata40 km/lt

Karakter sasisnya cukup fleksibel, digerakkan ke kanan kiri begitu nurut. Redaman kedua suspensinya terbilang pas, empuk namun masih stabil ketika menikung kencang, racikan compression dan rebound mantap nih! Tak heran Mr. Testo dengan asyiknya rebah sampai knee down saat pengetesan.

Fitur & Teknologi

Lampu utama LED jadi daya tarik pertama Sonic, pancarannya terbilang terang, kendati saat malam dan hujan memang jadi remang-remang. Sedang sein dan rem masih bohlam biasa. Kedua, panel indikatornya digital, isinya lengkap seperti ada takometer model bar dan indikator posisi gigi, namun enggak ada jam dan tripmeter. Bentuknya kompak banget!



Fitur berikutnya dibekali pelek palang Y dengan lebar 1.85x17 dan 2.15x17 dibalut ban 70/90-17 dan 80/90-17, pakainya IRC NR92, model kembangan baru dengan kompon cukup lunak, asyik untuk rebah. Sayang saat hujan terasa agak licin, mungkin karena enggak ada alur tengahnya ya?

Untuk meredam kecepatan, Sonic dibekali cakram depan lebar, 296 mm! Lebih lebar dari CB150R yang hanya 276 mm. Kendati hanya dijepit kaliper 1 piston, tapi pakem banget! Pas untuk yang suka main late braking. Tuasnya diremas pun empuk.



Suspensi depan model teleskopik panjang khas ayam jago dengan diameter as 26 mm. Pengendaliannya pakai setang model jepit tapi tinggi. Sedang belakang monosok konvensional, tanpa link dan enggak bisa disetel.

Di balik keunggulan fiturnya, ada pula kekurangannya. Sebagai motor yang ramping membuatnya tak ada bagasi di balik joknya! Sama sekali tak ada tempat untuk menaruh bawaan. Bicara teknologi, persis yang diusung CB150R. Mesin generasi baru, dengan konstruksi square diameter x langkah piston 57,3 mm x  57,8 mm. Kepala silinder dibekali konstruksi kem DOHC dengan roller rocker arm.



Suka rebah? Asyik banget deh asal aspal kering

Pengaturan pasokan bensin pakai sistem injeksi yang dilengkapi throttle body 30 mm dan injektor 8 lubang. Hasil pembakaran dibaca O2 sensor atau injeksi tipe close loop. Untuk mendinginkan mesin menggunakan radiator. Lengkapnya simak halaman 28 ya.

Konsumsi Bensin

Berapa jarak yang bisa ditempuh dengan bensin 1 liter oleh Sonic 150R? Menggunakan bensin beroktan 92, dipakai harian oleh tester berpostur 173 cm 65 kg, dengan metode full to full didapat angka rata-rata 40 km/lt. Beda sedikit dengan klaim Honda yang 40,9 km/lt untuk standar Euro3.



Ramping, enak untuk selap-selip di kemacetan

Performa

Kendati pakai mesin berkapasitas 149,16 cc yang sama dengan CB150R, ternyata respons mesin jauh berbeda. Sejak diam dan digeber di tempat, terasa torsi begitu besar seperti pakai kruk as berat. “Ada perbedaan pada seting ECM (engine control module) dan rasio final gear,” terang Sarwono Edhi, Technical Service Training Development PT AHM. Final gear CB150R 46/15 sedang Sonic 42/15.

Ternyata ketika jalan pun sama, “Buka gas di rpm berapa pun mesin pasti langsung tanggap, enggak pakai jeda lama langsung responsif, karakter mesinnya sangat pas untuk jalan perkotaan yang sering stop and go,” kagum Tester OTOMOTIF. Asyiknya ditunjang pula dengan kopling dan tuas gigi yang enteng, sehingga jari kiri enggak mudah pegal walaupun kena macet.



Lampu LED, pancaran putih dan cukup terang

Hal ini tentu sesuai dengan pasar yang dituju, “Ditujukan untuk anak muda yang sering berkendara di dalam kota, yang butuh motor lincah dan responsif,” terang Yoshiyuki Horii, Large Project Leader Sonic 150R dari Honda Co., Ltd. Motorcycle R&D Center.

Karakter responsif ini sesuai dengan grafik performa yang didapat dari pengetesan di dynamometer Dynojet 250i milik Sportisi Motorsport di Rawamangun, Jaktim. Sejak bukaan gas pengukuran di 4.000 rpm, torsi langsung di atas 11 Nm dan terus naik sampai peak 13,08 Nm di 6.800 rpm, setelah itu menurun pelan.

Sementara tenaga naik linear dan maksimal tercatat 14,18 dk di 8.950 rpm. Limiter di 10.400 rpm kendati redline di takometer mulai 9.500 rpm. Penggunaan harian lebih sering main di sekitar 6.000 rpm. Kekurangan mesin baru ini khas dapur pacu berlangkah piston panjang, ada getaran yang terasa di kaki dan setang di seputaran 7.000 rpm.

Enggak terlalu besar sih, tapi terasa dan menghilang di atas 8.500 rpm. Bagaimana dengan akselerasinya jika diukur pakai Racelogic? Cukup cepat ternyata, seperti kecepatan 100 km/jam diraih hanya
12,5 detik. Sedang jarak 201 meter ditempuh dalam waktu 11,4 detik. Sementara top speed di spidometer di trek 1 km mencapai 137 km/jam! Kendati di Racelogic yang berbasis satelit hanya mencatat 119,1 km/jam. Untuk data lengkap simak tabel ya.

Data Spesifikasi

P x L x T: 1.941 x 669 x 977 mm
Sumbu roda : 1.275 mm
Tinggi jok : 764 mm
Ground clearance : 140 mm
Berat kosong : 114 kg
Kapasitas tangki: 4 liter
Tipe rangka : Twin Perimeter Frame
Tipe suspensi depan : Teleskopik
Tipe suspensi belakang : Lengan Ayun dengan Suspensi Tunggal
Ukuran ban depan : 70/90–17 38P (Tubeless)
Ukuran ban belakang : 80/90-17 50P (Tubeless)
Rem depan : Cakram Hidrolik
Rem belakang : Cakram Hidrolik
Tipe mesin : 4 langkah, DOHC 4 katup, silinder tunggal, berpendingin cairan
Diameter x langkah : 57,3 x 57,8
Volume : 149,16 cc
Perbandingan kompresi : 11,3:1
Power maksimum : 15,8 dk/9.000 rpm
Torsi maksimum : 13,5 Nm/6.500 rpm
Kapasitas Minyak Pelumas Mesin : 1,1 lt
Gigi Transmsi : 6 percepatan
Pola Pengoperan Gigi : 1-N-2-3-4-5-6
Starter : Pedal & Elektrik Sistem
Pengapian : Full Transistorized
Tipe baterai : MF Wet 12V 5AH
Tipe busi: NGK MR9C-9N atau ND U27EPR-N 9

Data Tes:

0-60km/j: 4,4 detik
0-80 km/j: 7,4 detik
0-100 km/j: 12,5 detik
0-100 m: 7,3 detik (@79,8 km/j)
0-201 m: 11,4 detik (@96,4 km/j)
0-402 m: 18,4 detik (@119,1 km/j)
Top speed: 137 km/j T
op speed Racelogic: 119,1 km/j
Konsumsi bensin: 40 km/lt
Postur tester: 173 cm 65 kg

Pesaing



Suzuki Satria F150


Harga: Rp 18,9-20,325 juta OTR Jakarta
Mesin: 4 langkah DOHC 4 klep berpendingin oli
Bore x stroke: 62 x 48,8 mm
Kapasitas: 147,3 cc
Pengabutan: karburator
Transmisi: 6 percepatan
Tenaga maksimal: 15,84 dk @9.500 rpm
Torsi maksimal: 12,4 Nm @8.500 rpm
P x L x T: 1.945 x 670 x 980 mm
Bobot kosong: 108 kg
Tinggi jok: 764 mm
Jarak sumbu roda: 1.280 mm



Yamaha MX King 150


Harga: Rp 18,95 juta
Mesin: 4 langkah SOHC 4 klep berpendingin cairan
Bore x stroke: 57 x 58,7 mm
Kapasitas: 149,7 cc
Pengabutan: injeksi
Transmisi: 5 speed
Tenaga maksimal: 15,15 dk @8.500 rpm
Torsi maksimal: 13,8 Nm @7.000 rpm
P x L x T: 1.970 x 670 x 1.080 mm
Bobot: 116 kg
Tiggi jok: 780 mm
Jarak sumbu roda: 1.240 mm





EDITOR

fauzi

Top