Senin,16 Nov 2015 14:45 WIB

Penulis: pewete pewete

Test Ride Honda CB650F, Power Delivery Enak Sejak RPM Rendah Sampai Atas

Foto: OTO-SALIM

Test Ride Honda CB650F, Power Delivery Enak Sejak RPM Rendah Sampai Atas


First ride-nya sudah dilakukan beberapa bulan silam, sekarang saatnya mengupas lebih tuntas motor 650 cc 4 silinder ini


Jakarta
- Seri pengetesan big bike Honda masih berlanjut, kali ini giliran CB650F yang dieksplor lebih dalam, melanjutkan sesi first ride yang pernah dilakukan beberapa bulan silam di Lombok, sesaat setelah launching.

Banyak hal yang dikupas lebih dalam dari motor yang dijual Rp 235 juta OTR Jakarta ini, seperti feeling untuk penggunaan harian, maklum di Lombok karakter jalannya mayoritas panjang dan lengang, jadi penasaran kalau mesti melibas jalan padat khas kota besar. Tak lupa juga mengetes akselerasi sampai konsumsi bensin. Seperti apa hasilnya? (motor.otomotifnet.com)

DESAIN
CB650F ini merupakan versi telanjang dari CBR650F, fairing ditanggalkan diganti shroud mungil. Efeknya mesin dan sasis terlihat jelas, kesannya jadi serba padat. Namun sayangnya desain keseluruhan dari batok lampu, tangki sampai bodi belakang tampak biasa saja ya? Enggak ada sisi yang bikin sangar layaknya naked bike. Malah cenderung terlalu kalem.

Panel indikatornya sederhana dan mungil

FITUR & TEKNOLOGI

Fitur yang ditawarkan CB650F termasuk sederhana, simak saja dari panel indikator yang terpisah jadi 2. Isinya standar saja, seperti takometer, spidometer, odometer, tripmeter, jam dan fuelmeter. Ukurannya juga kecil banget, menyulitkan dalam memantau terutama takometer yang model bar. 

Untuk keamanan motor, kontak yang tertanam di segitiga dibekali immobilizer HISS (Honda Ignition Security System). Sedang safety dalam berkendara, rem sudah ada ABS. Dengan dual disc brake 320 mm di depan, remnya tergolong pakem banget! 

Guna menunjang kenyamanan, suspensi belakang konvensional dilengkapi setelan preload 7 tingkat. Monosok ini menopang lengan ayun aluminium yang tampak kekar. Kekarnya makin terekspos karena CB650F menggunakan knalpot berkonfigurasi 4-1, dengan silencer pas di bawah pangkal lengan ayun.

CB650F ini dibekali mesin 648,7 cc 4 silinder segaris DOHC 16 klep berpendingin cairan, pasokan bensin injeksi PGM-FI transmisi 6 speed. Suara yang dihasilkan dari knalpotnya sangat merdu dan enggak memekakkan telinga.

Kelebihan mesin CB650F ini pada panas yang dihasilkan. Walaupun punya rasio kompresi 11,4:1, panasnya hanya sedikit hangat dari area lutut ke bawah. Makanya melibas jalanan Jakarta di siang hari tak terlalu menyiksa.

Tombol klakson susah dijangkau, mau pencet jadi sering telat


Jok lebar dan empuk, bikin betah duduk


Suspensi belakang konvensional tanpa link, redamannya empuk

RIDING POSITION & HANDLING

Dengan tinggi jok 810 mm dan tangki menyempit di bagian belakang, duduk jadi nyaman dan saat berhenti kaki bisa menapak sempurna ke aspal. Cuma kaki kanan harus hati-hati, karena gampang kena bak kopling yang tanpa pelindung panas.

Ketika berkendara, posisi duduk cukup santai karena CB650F pakai setang melengkung cukup tinggi dan ditambah raiser. Perpaduannya dengan footstep yang posisinya mundur khas besutan sport murni, kombinasi ini mengingatkan pada posisi duduk Honda Tiger 2000. Hasilnya berkendara lama nyaman dan tak mudah pegal.

Kenyamanan juga ditunjang dari handling yang ditawarkan, kendati berbobot 208 kg dan wheelbase 1.450 mm, CB650F ini sangat mudah dikendalikan. Masih lincah diajak melibas jalan dalam kota yang padat. Bermanuver di kecepatan tinggi pun tergolong nurut banget. Easy to handle deh pokoknya. Hal ini tentu tak terlepas dari penerapan rake depan yang hanya 25,5°, tergolong sempit makanya lincah.

Berkendara makin nyaman lantaran redaman suspensinya empuk dipadu jok lebar, bikin betah berlama-lama deh! Tapi konsekuensinya, karakter suspensi ini jika melibas jalan bumpy di kecepatan tinggi sedikit mengayun. Buntut motor jadi agak lari-lari. Tapi kalau jalanan mulus sih enggak ada masalah.

PERFORMA
Karakter mesinnya tetap khas 4 silinder short stroke (bore x stroke: 67 x 46 mm), dengan peak power di rpm tinggi. Meski begitu, Honda pintar mengatur agar power delivery tetap enak sejak rpm rendah dan linear sampai atas.

Terbukti dipakai harian cukup main di sekitar 2.000-5.000 rpm saja, meski begitu saat butuh akselerasi cepat tinggal putar gas lebih dalam, karena setelah menyentuh 6.000 rpm maka akan melejit sampai limiter di 11.500 rpm.

Setang tinggi, posisi duduk jadi lumayan santai

Namun, jangan harap ada jambakan dahsyat seperti bawa CBR600RR. Karena walaupun putaran mesin naik cepat, tapi tendangan power ke roda belakang tetap linear, sehingga motor jadi mudah dikendalikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi, menurut Endro Sutarno, Technical Service Division PT Astra Honda Motor, adalah penerapan kem dengan overlap 0°.

Untuk data akselerasi simak di tabel ya. Kelebihan lain mesin ini sangat halus kendati ada sedikit getaran yang terasa di area kaki hanya saat engine brake. Dan karena tak ada slipper clutch, saat engine brake melepas koplingnya jangan kasar agar roda belakang enggak mengunci.

Mesin enak untuk harian, enggak terlalu panas


Knalpotnya unik, konfigurasi 4-1

KONSUMSI BENSIN
Lantaran dalam penggunaan harian maupun luar kota jarang main rpm tinggi, hasilnya konsumsi bensin motor berkapasitas tangki 17,3 liter ini tergolong cukup irit. Tiap liter bensin rata-rata bisa menempuh jarak 18 km. Pengetesan dilakukan tester berpostur 173 cm 65 kg.

DATA TEST:
0-60 km/j : 2,3 detik
0-80 km/j : 3,1 detik
0-100 km/j : 4,4 detik
0-100 m : 5,5 detik (120,3 km/j)
0-201 m : 8,1 detik (152,4 km/j)
0-402 m : 12,5 detik (177,5 km/j)
Konsumsi bensin : 18 km/lt

DATA SPESIFIKASI:

P x L x T : 2.110 x 775 x 1.120 mm
Jarak sumbu roda : 1.450 mm
Jarak terendah : 130 mm
Tinggi jok : 810 mm
Bobot basah : 208 kg
Caster Angle/Trail : 25.5°
Kapasitas tangki : 17,3 liter
Tipe mesin : Liquid-Cooled, 4-Stroke, 16-Valve, DOHC Inline 4-Cylinder
Kapasitas : 648,7 cc
Pengabutan : PGM-FI [Programmed Fuel Injection]
Diameter x langkah : 67 x 46 mm
Tipe transmisi : Constant Mesh 6-Speed Return
Rasio kompresi : 11,4:1
Tenaga maksimal : 85,8 dk/11.000 rpm
Torsi maksimal : 63 Nm/8.000 rpm
Starter Type : Electric Starter
Kapasitas oli : 3,5 liter
Tipe kopling : Wet Multiplate with Coil Springs
Tipe sasis : Diamond Steel
Suspensi depan : Telescopic 43 mm
Suspensi belakang : Monoshock Damper with Spring-Preload Adjustability, 43,5 mm Stroke.
Rem depan : 320 mm x 5.0 mm Dual Hydraulic Disc with Dual Piston Caliper
Rem belakang : 240 mm x 5 mm Hydraulic Disc with Single-Piston Caliper
Ban depan : 120/70–ZR17M/C [58W]
Ban belakang : 180/55 – ZR17M/C [73W]

EDITOR

Otomotifnet

Top