Kamis,19 Mei 2016 15:00 WIB

Penulis: otomotifnet

Test Ride KTM DUKE 250 & KTM RC 250, Beda Riding Position!

  • Foto: Salim

    Test Ride KTM Duke 250 dan RC 250

  • Foto: Salim

    Test Ride KTM Duke 250 dan RC 250

  • Foto: Salim

    Test Ride KTM Duke 250 dan RC 250

  • Foto: Salim

    Test Ride KTM Duke 250 dan RC 250

  • Foto: Salim

    Test Ride KTM Duke 250 dan RC 250

  • Foto: Salim

    Test Ride KTM Duke 250 dan RC 250

  • Foto: Salim

    Test Ride KTM Duke 250 dan RC 250

  • Foto: Salim

    Test Ride KTM Duke 250 dan RC 250

  • Foto: Salim

    Test Ride KTM Duke 250 dan RC 250

  • Foto: Salim

    Test Ride KTM Duke 250 dan RC 250

  • Foto: Salim

    Test Ride KTM Duke 250 dan RC 250

Setang fatbar bikin posisi duduk Duke 250 nyaman, sedang RC 250 pergelangan tangan lumayan pegal, maklum setang rendah

Pelabuhan Ratu - Sebelumnya, OTOMOTIF sudah menjajal KTM Duke 250RC 250 di sirkuit Sentul, Bogor. Tapi, pasti berbeda jika kali ini dipakai turing ke pantai Pelabuhan Ratu di Sukabumi, Jabar. Jalanan rusak dan tikungan tajam di sekitar Cikidang, jadi tantangan pembuktian. Cuss ikuti perjalan turing naik motor yang dijual Rp 69,5 juta dan Rp 74,5 juta ! (otomotifnet.com)

Test Ride KTM Duke 250 dan RC 250
 

Desain
Buat turing, jelas Duke 250 lebih pantas. Posisi duduk yang tegak membuatnya tetap nyaman. Behel mungil di jok belakang masih bisa dijadikan tempat mengaitkan tali pengikat tas berisi jas hujan.

Sedang RC 250 yang racy, terlalu sporti untuk jalan jauh. Desain lampu depan proyektor, unik dipadu dengan moncong bebek ber-LED, benar-benar mencuri perhatian. Jok belakangnya seperti single seat, padahal empuk dan bisa dijadikan jok pembonceng.

Test Ride KTM Duke 250 dan RC 250
 

Fitur & Teknologi
Dua motor, satu platform, beda desain ini memang tampak serupa bila dilihat pada area kaki-kaki. Pastinya, karena sama-sama mengusung upside down 43 mm dari WP. Kaki depan makin garang dengan penggunaan kaliper Bybre radial 4 piston yang menjepit cakram 300 mm. Untuk safety sudah ada ABS dari Bosch.

Sementara kaki belakang pakai lengan ayun aluminium. Peredamnya pakai monosok WP yang bisa disetel preload-nya. Remnya dilengkapi kaliper 1 piston dengan cakram 230 mm.

Standarnya Duke 250 pakai ban Pirelli Diablo Rosso II yang berkompon cukup lunak, paling mewah di antara ban bawaan motor sport 250 cc yang lain nih! Depan ukuran 110/70-17 dan belakang 150/60-17 yang membalut pelek 3.00x17 dan 4.00x17.

Geser ke panel indikator, sisi atas ada takometer model bar yang tipis, makanya agak susah memantaunya apalagi di siang yang terik saat turing jarak jauh.

Lainnya ada spidometer, gear position, odometer, tripmeter, fuelmeter, suhu, jam, konsumsi bensin sampai info peringatan jika bensin sudah tipis.

KTM membekali kedua motor ini dengan mesin 248,8 cc, overbore 72 x 61,1 mm yang basiknya diambil dari RC 390. Mesin jenis 4 langkah DOHC 4 klep berpendingin cairan ini pakai throttle body 38 mm. Transmisi 6 speed, yang menarik koplingnya sudah pakai anti-hopping atau slipper clutch.

Test Ride KTM Duke 250 dan RC 250
 

Riding Position & Handling
Posisi duduk Duke 250 sudah asyik! Tinggi jok 800 mm membuat rider 170 cm tetap nyaman. Setang fatbar bikin bahu lebih santai dan punggung tegak. Tapi menempuh perjalanan sejauh 200 km dengan kondisi jalan banyak berlubang, pantat cepat panas karena jok tidak terlalu tebal.

Pada RC 250, bukan cuma pantat yang panas, pergelangan tangan juga lumayan pegal, maklum setang rendah dan posisi berkendara merunduk. Saat bertemu dengan jalanan rusak dan macet lumayan bikin keringetan nih.

Tapi begitu bisa lepas dari kemacetan atau meliuk cepat di trek Cikidang dan Cisolok, baru terasa nikmat. Memindahkan badan dari kanan ke kiri atau sebaliknya cukup ringan, maklum bobotnya cuma 147 kg. Suspensinya juga pas, saat dijajal di Sentul yang belakang sedikit keempukan, tapi dipakai ngebut harian masih oke.

Versi naked, Duke 250 tak jauh berbeda karakternya. Handling ringan, tapi saat menikung kencang footstep kerap menggasak aspal. Maklum pakai ban Pirelli Diablo Rosso II, rebah lebih percaya diri.

Deselerasi masuk tikungan juga nyaman, pindah gigi dengan cepat tak perlu ‘bliping’ agar roda belakang tak terkunci karena sudah ada anti-hopping.

Yang jadi catatan, kedua motor ini sama-sama punya jarak main tuas rem cukup dalam. Awal-awal bikin kaget, kalau pakemnya sih oke punya. Belum lagi dengan rasio kompresi 12,5:1, bikin mesin gampang panas, kena macet sebentar pun indikator suhu sudah hampir penuh, kemudian kipas menyala kencang, kaki jadi terasa hangat.

Test Ride KTM Duke 250 dan RC 250
 

Performa

Kedua motor ini dibekali dengan mesin yang sama, karakternya overbore. Garang di putaran menengah ke atas, lewat dari 5.000 rpm baru terasa bertenaga dan dengan mudahnya kena limiter di sekitar 10.700 rpm, khususnya gigi 1 sampai 4 yang pendek-pendek.

Untuk stop and go di kemacetan atau menaklukan tanjakan masih asyik, yang penting jangan ragu bejek gas sampai 5.000 rpm. Giliran cruising, posisikan di gigi 5 atau 6 yang karakternya overdrive.

Diukur pakai Racelogic, Duke 250 lebih responsif. Padahal kalau baca data spek mesin sama persis, tenaga maksimal 31,1 dk di 9.000 rpm dan torsi 24 Nm di 7.250 rpm, mungkin salah satunya dipengaruhi bobot. Duke hanya 139 kg sedang RC 147 kg.

Konsumsi Bensin
Diukur pakai fuelmeter di spidometer, konsumsi bensin Ron 92-nya beda tipis. Duke 200 dapat 28 km/lt sedang RC 250 mencapai 30 km/lt. Dengan catatan, bukan cuma sering terjebak macet seperti di Bogor atau saat masuk Sukabumi, tapi tester juga kerap gas pol saat jalanan kosong.

Harga
KTM Duke 200 : Rp 69,5 juta OTR Jakarta
KTM RC 250 : Rp 74,5 juta OTR Jakarta

Data Test

KTM RC 250
0-60 km/j: 3,7 detik
0-80 km/j: 5,4 detik
0-100 km/j: 8,3 detik
0-100 m: 6,7 detik (@90,1 km/j)
0-201 m: 10,3 detik (@110,1 km/j)
0-402 m: 16,3 detik (132,1 km/j)
Top speed spido: 156 km/j
Top speed Racelogic: 150 km/j
Konsumsi bensin : 30 km/lt

KTM DUKE 250
0-60 km/j: 2,9 detik
0-100 km/j: 7,3 detik
0-100 m: 6,3 detik (@93,3 km/j)
0-201 m: 9,7 detik (@113,7 km/j)
0-402 m: 15,5 detik (132,4 km/j)
Top speed spido: 153 km/j
Top speed Racelogic: 148 km/j
Konsumsi bensin : 30 km/lt

Data Spesifikasi
Tipe mesin: 4 langkah 1 silinder DOHC 4 klep
Pendinginan: cairan (radiator)
Bore x stroke: 72 x 61,1 mm
Kapasitas: 248,8 cc
Rasio kompresi: 12,5:1
Tenaga maksimal: 31,1 dk @9.000 rpm
Torsi maksimal: 24 Nm @7.250 rpm
Starter: elektrik
Aki: 12 V/8 Ah
Pasokan bensin: injeksi Bosch 38 mm
Transmisi: 6 percepatan
Pelumasan: semi dry sump
Primary drive: 80/30
Final drive: 46/14
Kopling: anti-hopping wet multi-disc
Engine management: Bosch EMS
Sasis: steel trellis powder coated
Suspensi depan: upside down 43 mm
Suspensi belakang: monosok
Rem depan: 300 mm kaliper 4 piston radial
Rem belakang: 230 mm kaliper 1 piston
Pelek depan: aluminium 3.00x17
Pelek belakang: aluminium 4.00x17
Ban depan: 110/70-17
Ban belakang: 150/60-17

EDITOR

Dimas Pradopo

Top