Senin,28 Sept 2015 14:18 WIB

Penulis: pewete pewete

Test Ride Viar Cross X 250 SE, Tinggal Gas Aja

Foto: Rian

Test Ride Viar Cross X 250 SE, Tinggal Gas Aja


Meski mengusung nama SE singkatan dari special engine, namun hanya direkomendasi untuk enduro atau adventure off-road


Jakarta
- Banyaknya surat pembaca yang masuk menanyakan performa Viar Cross X 250 SE mendorong tim OTOMOTIF kembali turun ke tanah, trek luas di area sirkuit Pagedangan di Serpong, Tangsel jadi lokasi mencoba motor yang dibanderol Rp 33 jutaan off the road Jakarta.

Oiya, motor ini dijual dengan status of the road, karena peruntukannya memang untuk off road. Meski mengusung nama SE singkatan dari special engine, namun pihak PT Triangle Motorindo (TM), prinsipal Viar Motor Indonesia hanya merekomendasikan motor ini untuk enduro atau adventure off-road. Jadi penasaraan, yuk langsung gas, braaaap...!

Desain
Tampangnya, persis special engine Honda CRF250 tahun 2013. Seluruh bodi setnya, mulai dari sepatbor depan, tangki 6,7 liternya, shroud hingga plate number persis. Bahkan sampai ke rangka model twin spar atau deltabox-nya.


Tombol kuning itu jadi electric starter

Uniknya, meski tampangnya motor balap, tapi buat yang hendak pasang lampu depan langsung diakomodir. Viar telah menyediakan batok lampu optional yang bisa dibeli terpisah. Kabel lampu dan saklar juga sudah disiapkan, tinggal colok. 

Fitur dan Teknologi
Mirip special engine kompetisi, jangan harap ada perangkat lalu lintas, bahkan panel indikatornya pun kosong melompong tanpa spidometer atau takometer. Untuk menghidupkan mesin, ada electric starter yang posisinya di panel setang sebelah kiri. Posisinya mirip tombol lampu dim karena ada di depan.


Suspensi belakang punya setelan preload dan rebound

Suspensi depannya sudah upside down lengkap dengan cover disc brake dan as sokbraker. Suspensi belakangnya monoshock dengan fluida nitrogen berikut tabung lengkap link unitrack untuk meredam getaran. Suspensi belakang ini punya setelan preload dan rebound.

Untuk piranti pengereman, motor ini dilengkapi dengan cakram berdiameter 240 mm di kedua roda. Decal bawaan pabrik pun keren, tidak terlihat norak dengan pilihan warna oranye dan merah.


Upside down diameter besar, mumpuni untuk adventure

Riding Position & Handling
Posisi duduknya khas special engine, joknya tinggi mencapai 920 mm, ground clearance-nya saja 320 mm. Tester dengan tinggi badan 170cc susah menapakkan kaki dengan sempurna, padahal sepatu boots motocross yang dipakai memiliki sok cukup tebal.

Setang lebar bikin lengan membuka lebar, efeknya bikin riding dalam posisi tegap dan sigap. Dimensinya cukup bongsor, panjang totalnya 2 meter lebih sedikit dan bobot kosong 126 kg cukup merepotkan saat masuk trek sempit. Radius putar setangnya lebar, belok patah harus ancang-ancang.

Redaman suspensi cukup menyenangkan, tanah keras yang bergelombang bisa diredam dengan cukup baik. Melakukan lompatan selama tidak terlalu tinggi masih oke, travel suspensinya panjang, enggak sampai mentok tapi yang depan masih terlalu keras.

Sedang yang belakang, sayang terlalu empuk jadi mengayun saat belok cepat di tikungan panjang. Gak masalah, tinggal seting saja sok bawaannya.


Lampu depan ini optional, untuk kebutuhan adventure pasang aja!

Performa
Mengusung mesin 4-tak satu silinder SOHC 4 klep yang sudah berpendingin cairan. Kapasitas ruang bakarnya 249,6 cc punya karakter over bore, pistonnya 77 mm dan stroke 53,6 mm. Wajar jika power puncaknya ada di 9.000 rpm, tapi mesinnya cepat teriak ke putaran tinggi.

Buka sedikit berasa langsung responsif. Powernya diklaim mencapai 25,4 dk, sedang torsi maksimumnya 23 Nm di 7.000 rpm. Pengabutan bahan bakarnya masih sederhana, pakai karburator 34 mm. Dalam kondisi darurat memang memudahkan melakukan perbaikan di mana saja.


Mesin 249,6 cc masih pakai karburator, memudahkan saat trouble di hutan

Cuma, dalam suhu dingin atau setelah jatuh agak sulit menghidupkan mesinnya, untung tinggal pencet pakai electric starter. Agak repot kalau aki tekor, kick starter-nya berat hehe.. Masukkan gigi, terasa mudah dan empuk. Pakai gigi satu terasa sangat responsif.

Bahkan pakai gigi 2 pun masih bisa wheelie. Torsinya kuat sejak pertama buka gas. Agak hati-hari buat yang tak terbiasa bawa motor galak, start di permukaan datar cukup pakai gigi 2. Dengan harga Rp 33 jutaan, tinggal gas aja nih sob! Tenaga melimpah, suspensi juga mumpuni. • (otomotifnet.com)



DATA SPESIFIKASI:
Panjang x lebar x tinggi : 2120 x 810 x 1250 mm
Jarak sumbu roda : 1440 mm
Jarak terendah ke tanah : 320 mm
Tinggi tempat duduk : 920 mm
Berat kosong : 126 kg
Type suspensi depan : Upside down
Type suspensi belakang : Monoshock Unitrack System
Ukuran ban depan : 90/100-21
Ukuran ban belakang : 110/100-18
Rem depan : disc brake, disc plate 240 mm
Rem belakang : disc brake, disc plate 240 mm
Kapasitas tangki bensin : 6,7 liter
Tipe mesin : 4 langkah SOHC 4 klep
Diameter langkah : 77 x 53,6 mm
Daya maksimal : 19 KW (25,4 dk) / 9.000 rpm
Torsi maksimal : 23 Nm / 7.000 rpm
Volume langkah : 249,6 cc
Kapasitas minyak pelumas mesin : 1,5 liter
Kopling : manual, multiplate wet clutch
Gigi transmisi : 5 kecepatan
Pola pengoperan gigi : 1-N-2-3-4-5
Starter : electric starter dan kick starter
Accu : 12V - 8Ah
Sistem pengapian : CDI - DC

EDITOR

Otomotifnet

Top