Senin,25 April 2016 19:45 WIB

Penulis: Dimas Pradopo

Turing Ride Triumph Booneville T100, Classy Yang Nyaman

  • Foto: Salim

    Turing Ride Triumph Bonneville T100

  • Foto: Salim

    Turing Ride Triumph Bonneville T100

  • Foto: Salim

    Turing Ride Triumph Bonneville T100

  • Foto: Salim

    Turing Ride Triumph Bonneville T100

  • Foto: Salim

    Turing Ride Triumph Bonneville T100

  • Foto: Salim

    Turing Ride Triumph Bonneville T100

  • Foto: Salim

    Turing Ride Triumph Bonneville T100

  • Foto: Salim

    Turing Ride Triumph Bonneville T100

  • Foto: Salim

    Turing Ride Triumph Bonneville T100

 

Turing Ride Triumph Bonneville T100
 

Jakarta - Motor vintage yang classy dan dihormati para pecintanya, Triumph dengan Bonneville sudah melenggang sejak 1959 dan sempat stop produksi di 1988, namun mulai 2001 hidup kembali hingga saat ini. Meski sudah keluar versi 2016-nya, namun Triumph Booneville T100 model year 2015 ini masih tetap menarik untuk dinikmati. Kami mengemas test ride kali ini dalam perjalanan turing. Yuk ikut ke pantai Pelabuhan Ratu di Sukabumi.

Desainnya boleh tua, tapi entah mengapa motor Rp 345 juta off the road Jakarta ini tampak berkelas. Serba membulat khas versi terdahulunya, bahkan bentuk rangkanya pun mirip. Nuansa kroom di bak mesin Triumph Booneville T100 hingga komponen kecil seperti emblem di tangki dan knalpot tampak mewah.

Begitu juga dengan fiturnya, hampir tidak ada yang tampak modern pada motor yang akrab disapa ‘Bonnie’ ini. Awal melihat panel indikator misalnya, masih analog dan minim informasi, kanan sebagai spidometer dan yang kiri takometer. Tapi ternyata di bawah spidometer ada panel digital sebagai penunjuk odometer dan trip 1-2.

Info lainnya ada oil meterengine check, indikator posisi gigi netral, indikator lampu jauh dan sein dalam bentuk lampu kecil. Sayangnya fuelmeter cuma lampu dan tutup tangkinya tanpa kunci. Sedang sisi modern ditampilkan lewat disc brake di kedua roda, yang belakang posisi rem cakram ini ada di kiri sedang rantai di kanan terbalik dari motor Jepang.

Turing Ride Triumph Bonneville T100
 

Langsung ke riding impresinya, sesaat setelah mesin menyala terdengar suara mesin halus. Jeda hentakan lembut dari mesin yang memiliki firing interval 360º ini cukup panjang. Glek..glek..glek.. berwibawa!

Tenaga mesin DOHC, parallel-twin dengan kapasitas ruang bakar 865 cc ini tak terlalu agresif, baru enak di rpm tinggi. Konsumsi bensinnya 18,1 km/lt. Untuk cruiser cukup pertahankan di 3.000 sampai 4.000 rpm. Bahkan sempat mencoba tetap di posisi gigi 3 saat melibas tanjakan dan tikungan di sekitar Cikidang, Sukabumi, Jabar. Wow, torsinya tetap nendang.

Suspensi Triumph Booneville T100 sekilas tak ada yang istimewa, hanya Kayaba 41 mm di depan dan dual shock di belakang dengan adjustable preload. Tapi rasakan saat mengendarainya, redamannya lembut tapi enggak terlalu mentul-mentul, menikung cepat pun masih stabil.

Dipadu setang tinggi, jok empuk dan posisi footstep yang tidak terlalu mundur, pinggang jadi tak cepat pegal. Riding jauh, santai sambil menikmati perjalanan dan tebar pesona, ugh.. asyik Triumph Booneville T100 banget! (otomotifnet.com)

Turing Ride Triumph Bonneville T100
Turing Ride Triumph Bonneville T100

Specification :

Type : Air-cooled, DOHC, parallel-twin, 360º firing interval
Capacity : 865cc
Bore : 90mm
Stroke : 68mm
System : Multipoint sequential electronic fuel injection with SAI
Exhaust : Stainless steel headers, twin chromed silencers.
Final drive : X ring chain
ClutchWet : multi-plate
Gearbox : 5-speed
Oil capacity : 4.5L
Frame : Tubular steel cradle
Swingarm : Twin-sided, tubular steel
Front Wheels : 36-spoke 19 x 2.5in
Rear Wheels : 40-spoke 17 x 3.5in
Front Tyres : 100/90-19
Rear Tyres : 130/80 R17
Front Suspension : Kayaba 41mm forks, 120mm travel
Rear Suspension : Kayaba twin shocks with adjustable preload, 106mm travel
Brakes front : Single 310mm disc, Nissin 2-piston floating caliper
Brakes rear : Single 255mm disc, Nissin 2-piston floating caliper
Length : 2230mm
Width handlebars : 740
Height without mirror : 1100mm
Seat height : 775mm
Wheelbase : 1500mm
Rake : 28º
Trail : 110mm
Tank capacity : 16l
Wet weight : 230 kg

 

EDITOR

Dimas Pradopo

Top