Senin,9 Nov 2015 14:25 WIB

Penulis: pewete pewete

Deteksi ISS Honda Vario 150 eSP Ngadat, Pastikan Semua Syarat Bekerja!

Foto: OTO-AANT

Deteksi ISS Honda Vario 150 eSP Ngadat, Pastikan Semua Syarat Bekerja!


Pada intinya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar idling stop bekerja, satu saja tak terpenuhi maka enggak akan aktif


Jakarta - Pada rubrik konsultasi OTOMOTIF edisi 23:XXV yang lalu, Tony asal Ciputat, Tangerang Selatan menanyakan tentang permasalahan idle stop system (ISS) di Honda Vario 150 eSP miliknya “Belum lama ini saya membeli Honda Vario 150.

Saat ini km 1.400-an. Kenapa idling stop sudah enggak berfungsi (rusak). Saya sudah cek ke bengkel AHASS dan direset ECU, namun belum berhasil. Mohon informasinya kira-kira kerusakan di bagian apanya,” demikian tulisnya.

Faktor apa saja yang bisa jadi penyebab ISS gagal bekerja? “Pada intinya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar idling stop bekerja, satu saja tak terpenuhi maka enggak akan aktif,” buka Sriyono, Technical Service Division PT Astra Honda Motor. Untuk lebih jelasnya, kita urut satu-persatu.



SAKLAR

Paling mudah saklar harus pada posisi idling stop atau dipencet ke bawah, yang menandakan ISS diaktifkan. Sebagai tandanya lampu di spidometer menyala, ini juga mengisyaratkan saklar masih bagus. Bila tetap mati, saklarnya rusak. Namun ternyata, karakter menyalanya lampu indikator idling stop di Vario 150 dan 125 yang baru beda dengan Vario lama.

“Yang baru saat kontak on akan menyala sesaat kemudian mati. Setelah ISS siap bekerja baru kembali menyala. Kalau versi lama kontak on maka terus menyala. Setelah mesin mati baru berkedip,” terang Eko Eddy Saputro, kepala mekanik AHASS Astra Motor di Jl. Dewi Sartika, Jaktim.

SUHU
Bicara suhu mesin, agar ISS bekerja ada minimalnya. “Sekitar 72° C, kalau belum tercapai, pasti enggak bekerja. Saat suhu tercapai, salah satu tandanya lampu indikator idling stop di spidometer menyala,” lanjut pria 30 tahun ini.


Stasioner minimal 1.600 rpm, jangan sampai kurang

STASIONER

Syarat berikutnya stasioner. “Sering ditemui ISS gagal bekerja karena konsumen menurunkan stasioner, harusnya 1.700 rpm dengan toleransi 100 rpm,” terang Safrudin, kepala mekanik AHASS Clara Motor di Kebon Jeruk, Jakbar. Untuk memastikan harus dicek pakai takometer. Lalu untuk  mengesetnya putar setelan di throttle body.

Perubahan stasioner ternyata juga bisa akibat faktor dari luar. “Kadang ada kotoran yang lolos masuk ke throttle body dan menutup saluran di bagian pengatur idling,” imbuh Eko.


Ini setelan stasionernya, putar kalau terlalu rendah

TPS

Selanjutnya posisi gas atau throttle harus pada posisi menutup sempurna. “Untuk memastikan bisa dibaca dengan diagnostic tool HiDS, karena berhubungan dengan sensor TPS,” lanjut Sri, sapaan Sriyono.

KECEPATAN
Kecepatan minimal yang sudah dicapai juga jadi syarat, yaitu 10 km/jam. “Ada yang salah dikira jarak 10 km. Kalau jalannya pelan di bawah 10 km/jam tentu ISS enggak bekerja,” terang Eko yang asli Jakarta tapi keturunan Solo ini.


Bila masih tetap enggak bekerja, coba ECM direset

LAMA BERHENTI & TEGANGAN

Syarat mutlak berikutnya harus berhenti minimal selama 3 detik. “Terakhir tegangan aki minimal 12,4 Volt, di bawah itu ISS enggak bekerja,” lanjut Sriyono. Bila semua syarat di atas terpenuhi namun ISS tetap ngadat, Eko menyarankan untuk melakukan reset ECM, untuk membersihkan memori yang tersimpan sehingga kembali normal.

“Kalau ISS tetap ngadat, mesti dicek kondisi sensor. Seperti ECT dan sensor kecepatan. Kendati kemungkinan kerusakan kecil karena motor baru, namun kemungkinan itu ada,” imbuhnya. “Dan karena masih dalam masa garansi, maka tinggal diklaim saja,” tutup Sriyono. • (otomotifnet.com)





EDITOR

Otomotifnet

Top