Selasa,25 Okt 2016 10:21 WIB

Penulis: otomotifnet

ECU Standalone API Tech Yamaha NMAX, Bisa Dibuka Dari Android

  • Foto: Popo/otomotifnet

    ECU Standalone API Tech Yamaha NMAX

  • Foto: Popo/otomotifnet

    Langsung colok ke soket ECU bawaan Yamaha NMAX

  • Foto: Popo/otomotifnet

    Tampilan di laptop, lebih detail dan lengkap

  • Foto: Popo/otomotifnet

    Akses lewat akselerasi Android, pilihan fiturnya lengkap

  • Foto: Popo/otomotifnet

    Masuk ke menu ECM Tune, bisa seting ulang semprotan injector, pengapian dan engine limiter dari mapping bawaan langsung dari smartphone

  • Foto: Popo/otomotifnet

    Kinerja mesin juga bisa dipantau secara real time, kalau AFR terlalu kering atau basah tinggal seting ulang

  • Foto: Popo/otomotifnet

    Asyik, ada fitur alarm juga. Sekaligus jadi pengaman

Jakarta - Setelah ECU standalone BRT Juken 3 untuk Yamaha NMAX beredar di pasaran, produk asal Thailand juga masuk ke Indonesia. Mereknya API Tech dan dipasarkan oleh Mitra 2000 yang juga pemegang merek TDR dan YSS di Tanah Air.

Sesuai fungsinya, ECU Standalone API Tech Yamaha NMAX ini bisa diatur ulang sesuka hati dan diperuntukan untuk mesin yang butuh lebih banyak suplai bahan bakar dan ubahan pengapian.

“Sebenarnya, untuk bore-up yang tidak terlalu besar enggak perlu ganti ECU masih bisa. Tapi kalau yang sudah lebih expert, ingin lebih sempurna atau modifikasinya makin ekstrem akan membutuhkan ECU standalone. Atau bisa juga buat mereka yang membutuhkan fiturfitur tambahannya,” beber Benny Rachmawan dari Mitra 2000 seraya menunjukan software ECU API Tech ini bisa diakses lewat smartphone berbasis operation system Android.

Yuk coba pasang. Pertama adalah mengganti ECU standar dengan ECU yang memiliki microprosesor 32 bit ini. “Tinggal colok saja,” tutur Benny yang berkantor di TDR Technology Center di kawasan Pulogadung, Jaktim.

Untuk tampilan software-nya, tinggal download di website http://apitechonline.com. “Semua parameternya bisa dilakukan ubahan, untuk semprotan injector bisa diatur derajat timing dan volumenya. Pengapian juga bisa maju mundur sesuai keinginan,” jelasnya.

Sedang fitur lain adalah bisa jadi data logger sekaligus hardware analyzer. Lewat sofware-nya bisa mensimulasikan kinerja komponen injeksi seperti injector, fuel pump, pengapian, kipas radiator sampai lampu.

Setelah mapping terbaik disimpan di memori ECU, jika ingin lakukan fine tuning enggak perlu repot buka laptop lagi. Cukup unduh aplikasi API Tech di Android. “Fine tuning bisa dilakukan dengan cara masuk ke menu ECM Tune, bisa ubah lagi semprotan injector, geser pengapian, ganti limiter putaran mesin dan lainnya seperti dari laptop,” sambung Dwi Sulistyo Hartono, mekanik di TDR Technology Center.

Sedang fitur lainnya, tampilan di smartphone ini bisa jadi data logger sekaligus diagnostic tools melihat kinerja semua komponen injeksi. “Juga bisa jadi hardware analyzer,” beber Benny sambil memperlihatkan menyalakan mesin juga lampu depan dari telepon genggamnya ini.

Uniknya ada fitur security dan alarm juga, motor ogah dinyalakan kalau belum diaktifkan dari ECU seharga Rp 2,8 juta ini. Mau coba? • (Popo / otomotifnet.com)

TDR Tech Center : 021-4600030

EDITOR

Dimas Pradopo

Top