Senin,14 Sept 2015 15:36 WIB

Penulis: pewete pewete

Fitur Baru ECU BRT Juken 3, Bisa Dual Injektor dan Seting Pakai Laptop

Foto: OTO-SALIM

Fitur Baru ECU BRT Juken 3, Bisa Dual Injektor dan Seting Pakai Laptop


Dari sekadar ganti knalpot, kem, bore-up, bahkan sampai pakai turbo bisa dilayani Juken 3


Jakarta - ECU standalone lokal, BRT bulan ini akan mengeluarkan seri terbarunya, Juken 3. Merupakan seri lanjutan dari Juken 1 dan Juken 2. “Tanggal 2 September mulai produksi dan akan diperkenalkan tanggal 18,” terang Tomy Huang, President Director PT Trimentari Niaga, produsen BRT.

Seri baru tentu saja membawa berbagai keunggulan yang tak dimiliki Juken 2, “Konsepnya baru, berdasarkan dari masukan dan permintaan konsumen,” lanjut pria yang biasa disapa Tomy ini.


Kini bisa oprek pakai laptop bro! Akhirnya ya!

Salah satunya tersedia interface ditampilkan di laptop, pas untuk yang lebih nyaman ngoprek pakai layar lebar. Seperti yang ada di merk lain, yaitu Iquteche dan Rextor

Paling menarik kini semua data bisa dimainkan, meliputi Base Map, Fuel Correction, Injector Timing dan Ignition Timing. Algoritma yang disusun Juken 3 hasil dari perpaduan ke-4 parameter yang sudah dipilih, oleh BRT disebut i-CORE.

“Kalau Juken 2 yang bisa diubah hanya Fuel Correction, di Juken 3 semua bisa. Cocok untuk “orang gila” yang suka ngoprek,” imbuh pria berkaca mata minus ini.Asyiknya lagi, map hasil oprekan tiap pemilik Juken 3 ini bisa saling copy pakai remot dan dishare ke dunia maya.

Keuntungannya, untuk pemakai di daerah yang tak ada dyno dimudahkan, karena jika spek mesin sama tinggal copy map, kemudian untuk maksimalnya bisa dimainkan fuel correction.

Dengan semua parameter bisa diubah, maka bisa mengikuti tingkat ubahan mesin, “Dari sekadar ganti knalpot, kem, bore up, bahkan sampai pakai turbo bisa dilayani Juken 3,” imbuh kelahiran Tanjungbalai, Sumut ini.


Semua parameter kini bisa diubah

Akan ada 4 tipe Juken 3, pertama Hyperband (HB) yang hanya berisi 1 i-CORE, Dualband (DB) berisi 2 i-CORE, Racing Turbo (RT) dengan fitur bisa 2 injektor, terakhir ada tipe Profesional dengan tambahan kabel USB pada remotnya. Untuk sementara baru tersedia untuk Yamaha V-Ixion, YZF-R15, Jupiter Z1 dan Mio J.

Harganya tipe HB Rp 750 ribu, DB Rp 800 ribu, RT Rp 900 ribu dan Profesional Rp 1 juta. Sementara remotnya dijual Rp 350 ribu. “Itu harga untuk motor sport, skutik dan bebek lebih murah Rp 100 ribu,” terang Tomy. Asyiknya untuk pemilik

Juken 2 bisa trade in dengan harga khusus Rp 600-800 ribu saja, namun kuotanya terbatas, 1 bulan hanya 100 unit, promo ini berlaku selama 12 bulan. • (otomotifnet.com)


Remot tak hanya untuk seting, tapi juga untuk copy map

Fitur Tambahan
Guna memudahkan konsumen dalam perawatan injektor, Juken 3 menyediakan fitur maintenance. “Dalam posisi injektor dilepas, aktifkan fitur ini dan atur mau berapa lama menyemprot, sehingga bisa dicek kinerjanya,” terang Tomy.

Fitur selanjutnya ada Dwell, untuk mengatur berapa lama nyala busi dalam satuan MS (milisecond), jika butuh api besar maka tinggal dibikin menyala lebih lama. “Namun resikonya baterai akan cepat habis,” wanti Tomy.•


Versi Racing Turbo (RT) ini bisa menghandel dual injektor

FYI
Base Map. Merupakan parameter awal berapa lama injektor menyemprot tiap besarnya bukaan gas, bekerja dalam satuan mili second (MS). Dalam Juken 3 ada 6 Base Map yang disiapkan berdasarkan hasil percobaan, misal Map 1 kondisi standar

pabrik, Map 2 ganti knalpot, Map 3 ganti kem dan seterusnya. Dalam Juken 3 tersedia memori untuk 25 Base Map. Fuel Correction. Parameter ini gunanya untuk mengoreksi angka dari Base Map yang dipakai tiap besarnya bukaan gas, satuannya dalam % dan bisa kurang atau tambah.

Injector Timing. Parameter ini menunjukkan kapan injektor diperintahkan menyemprotkan bensin, bisa saat mulai overlap atau ketika langkah isap saja. Satuannya dalam derajat. Ignition Timing. Parameter ini tentu saja menerangkan kapan busi mesti menyala, satuannya dalam derajat sebelum TMA. •







EDITOR

Otomotifnet

Top