Rabu,24 Agust 2016 11:00 WIB

Penulis: otomotifnet

How To Buy Honda BeAt eSP Tahun 2015, Kisaran Harga Rp 9 Sampai 11 Jutaan

  • Foto: Bob/otomotifnet

    Selalu cek kondisi rem depan dan belakang untuk memastikan ketebalan kampas rem

  • Foto: Bob/otomotifnet

    TIdak jarang dek depan banyak ditemukan bekas goresan

  • Foto: Bob/otomotifnet

    Bagasi termasuk luas untuk skutik segmen low-end

  • Foto: Bob/otomotifnet

    Idling Stop System hanya ditemukan pada varian tertinggi

  • Foto: Bob/otomotifnet

    Busa jok empuk, tapi kurang nyaman saat berboncengan karena dimensinya kecil

  • Foto: Bob/otomotifnet

    Mesin CVT dengan teknologi eSP bikin efisien BBM

  • Foto: Bob/otomotifnet

    Tampilan belakang mempertahankan kesan sporty

Jakarta - Tipe motor yang paling diminati konsumen Indonesia saat ini adalah skuter matik atau yang akrab dipanggil skutik, khususnya di segmen low-end. Setelah sekian lama segmen skutik ini didominasi oleh Yamaha Mio, pada tahun 2008, PT Astra Honda Motor meluncurkan pesaingnya yaitu, Honda BeAT.

Setelah diperkenalkan kepada publik, dapat dibilang skutik ini merebut hati konsumen Indonesia, ini terbukti dari masa penjualannya yang pada tahun ini mencapai angka 8 tahun. Selama masa produksinya, skutik andalan PT.AHM ini mendapatkan dua kali penyegaran. Nah, pada generasi ketiganya yang diperkenalkan pada akhir tahun 2014, motor ini mengadopsi teknologi eSP yang membuatnya menjadi salah satu skutik dengan mesin paling efisien di kelasnya.

Hal tersebut berimbas pada unit bekasnya yang ternyata banyak jadi incaran. Skutik ini menawarkan performa yang yang mumpuni dari mesin berkapasitas 110 cc-nya. Walaupun begitu, berkat teknologi eSP yang diadopsinya tenaga tersebut tidak diikuti dengan konsumsi bensin yang boros.

Hal ini juga didukung dengan hadirnya fitur Idling Stop System (ISS) yang mematikan mesin dikala posisi stasioner selama tiga detik di lampu merah. Selain itu, ergonomi berkendara yang berkarakter santai, membuat skutik ini nyaman untuk digunakan bermanuver di jalanan perkotaan.

Ditambah dengan tinggi jok 740 mm, membuat Honda BeAT eSP termasuk user friendly untuk rider dengan tinggi 165 cm. Ada juga sistem Combi Brake System (CBS) yang membuat pengereman menjadi lebih maksimal dan aman. Tidak perlu ragu mengambil unit sekennya, karena rata-rata unit skutik ini masih belum berumur.

Masalah pada mesin atau sektor lain juga jarang terdengar. Walaupun begitu, bukan berarti tidak ada yang perlu diperhatikan, seperti yang dikatakan Kosasih, kepala bengkel CV. Clara Motor, dealer dan bengkel resmi Honda di bilangan Dewi Sartika, Jaktim,“Untuk unit bekas, pertama perhatikan kondisi komponen fast moving, terutama di bagian CVT, jika dirasa ada yang sudah kurang layakpakai, sebaiknya langsung diganti.”

Bagi yang berminat meminang skutik dari pabrikan sayap mengepak ini, harga pasaran yang banyak ditawarkan di showroom motor bekas atau situs jual beli online berada di kisaran Rp 9 juta hingga Rp 11 juta. Tentu harga tergantung dengan kondisi unit dan kelengkapannya.

Spesifikasi singkat
Kapasitas mesin: 110 cc
Konfigurasi mesin: 1 silinder SOHC
Transmisi: A/T CVT

Plus:
1. Performa mesin sudah teruji
2. Banyak fitur
3. Harga jual terjaga

Minus:
1. Umumnya sudah ada baret halus pada bodi
2. Jok sempit saat boncengan

Menakar Biaya Servis 
Setelah motor resmi berpindah tangan, Anda sebagai pemilik baru baiknya melakukan servis dan pengecekan rutin di bengkel resmi. Untungnya biaya servis dan harga spare parts skutik ini tidak sampai menguras kantong. Harga servis berkala di bengkel resmi Honda rata-rata Rp 60 ribu. Sedangkan untuk servis besar Rp 275 ribu. Perlu diingat, harga tersebut hanya untuk jasa pengerjaan, selain itu harga bisa bervariasi di bengkel resmi Honda lain.

Harga Komponen
Busi Rp 17.500
Filter udara Rp 45.000
Kampas rem depan Rp 41.000
Kampas rem belakang Rp 47.000
CVT belt Rp 135.000
Kampas kopling Rp 118.000
Oli CVT Rp 12.500
Oli mesin Rp 39.500
Sumber: Clara Motor, Jl. Jl. Dewi Sartika No.297, RT.4/RW.5,
Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur, Telp. 021-8000032

EDITOR

Dimas Pradopo

Top