Jumat,16 Okt 2015 11:17 WIB

Penulis: pewete pewete

Mengenal Gejala dan Cara Mengatasi Sunburn Spidometer Digital

Foto: OTO-Aant

Mengenal Gejala dan Cara Mengatasi Sunburn Spidometer Digital


Kerusakan tersebut diakibatkan dari rusaknya salah satu lapisan di dalam LCD, tepatnya filter polarizer


Jakarta - Pada OTOMOTIF edisi lalu 21:XXV dalam rubrik konsultasi, Alif Fahmi dari Sidoarjo, Jatim menanyakan masalah spidometer Honda CS1 anaknya yang mulai bermasalah,

“Indikator bensin yang berupa garis bar hilang, indikator suhu mesin hilang, indikator RPM kadang-kadang hilang sama sekali, kadang-kadang naik turun padahal gas tidak digeber, spidometer juga ngaco tidak sesuai kecepatan dan yang terakhir indikator gigi kadang ada kadang juga hilang,” tulisnya dalam email.


Nah ini disandingkan dengan filter polarizer yang masih bagus, beda kan?

Masalah tersebut ternyata jamak ditemukan pada spidometer atau barang elektronik lain yang menggunakan LCD (liquid crystal display). “Namanya sunburn atau rusak karena terpapar matahari, biasanya terjadi pada besutan yang berusia lebih dari 5 tahun, bisa lebih cepat jika sering parkir di tempat terbuka,” buka Giagie, spesialis perbaikan spidometer digital yang tinggal di Ciputat.


Setelah dibongkar tampak filter yang telah rusak, warnanya buram

“Kerusakan tersebut diakibatkan dari rusaknya salah satu lapisan di dalam LCD, tepatnya filter polarizer, makanya info yang ditampilkan bisa buram bahkan hilang,” lanjut Koh Gia, panggilan akrabnya.

Sebelum membahas lebih dalam, sedikit kita ulas bagian dari LCD. Layar ini terdiri dari beberapa bagian, paling bawah ada sumber cahaya yang biasanya pakai LED. Lapisan kedua filter polarizer horizontal, ketiga kaca TFT, keempat baru lapisan liquid crystal, kelima filter warna, keenam ada filter polarizer vertikal dan ketujuh paling atas baru cover glass.


Giagie. Filter harus import dari Tiongkok

Secara sederhana cara kerjanya sebagai berikut, ketika ada sinar dari bawah maka langsung difilter oleh polarizer pertama, hanya sinar horizontal saja yang bisa lewat. Kemudian sinar ini melewati lapisan kaca dan liquid crystal yang sudah dibentuk dan dialiri listrik, maka akan bereaksi dan membentuk huruf atau bentuk lain sesuai bentuk bagian dalam liquid crystalnya.

Terakhir akan difilter lagi oleh polarizer vertikal maka terbacalah oleh mata.  Nah jika layar LCD sering terpapar matahari, akibatnya lapisan filter polarizer ini rusak. Sehingga proses filterisasi enggak berjalan normal, efeknya LCD akan tampak buram, redup bahkan LCD bisa blank.

Oleh sebab itu, jika LCD telah rusak akibat sunburn, maka obatnya tentu saja harus ganti filter polarizer tadi. “Semua LCD kalau sudah sunburn obatnya hanya satu, ganti filternya pasti sehat lagi,” tegasnya.


Modifikasi pakai laser, warna jadi lebih meriah

Langkah itu lebih hemat kendati ada resiko kerusakan jika proses pembongkaran gagal dibanding beli baru. “Lebih hemat dibanding beli spidometer baru, misal milik Honda CS1 yang mencapai Rp 1 jutaan dan harus inden, memang sih ada resiko rusak, tapi itu jadi tanggung jawab saya,” terang pria asli Weleri, Semarang ini.

Hanya saja kendalanya di Indonesia tak ditemukan yang jual filter polarizer ini, “Makanya saya sampai harus pesan ke Tiongkok,” lanjut alumnus D3 Teknik Elektro, Undip ini.  Kerumitan berikutnya dalam proses pembongkaran, karena selain LCD-nya sendiri, banyak bagian lain yang harus dilepas.

“Paling susah sampai saat ini milik CS1, kaki di LCD-nya banyak banget dan rumit,” terang Giagie yang gape bongkar setelah merusakkan lebih dari 3 spidometer. Setelah LCD copot, melepas lapisan filternya pun tak kalah susah.

“Harus pelan-pelan agar kaca enggak rusak, kalau sampai pecah ya selesai karena enggak ada yang jual,” wantinya. Setelah filter terlepas, maka tinggal ganti yang baru dan beres. Untuk perbaikan standar, seperti di Honda CS1 atau Suzuki FXR, ongkosnya sekitar Rp 220 ribu. • (otomotifnet.com)







EDITOR

Otomotifnet

Top