Minggu,2 Okt 2016 13:12 WIB

Penulis: otomotifnet

Panduan Servis Berkala Peugeot Django, Umur Part Bisa Diperpanjang

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Panduan Servis Berkala Peugeot Django

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Filter udaranya unik seperti mobil, berbahan kertas kering jadi masih bisa dibershikan

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Disarankan mengganti 3 part CVT ini secara berbarengan pada kelipatan 10.000 km

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Saat ini oli berlabel Petronas yang direkomendasikan untuk Django

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Businya punya umur pakai yang pendek, hanya 5.000 km saja

Jakarta - Desain klasik skutik asal Perancis, Peugeot Django bikin mata melirik. Wheelbase serta bodi yang panjang membuatnya terlihat sangat elegan. Mesinnya juga masa kini, 150,6 cc sudah injeksi dan lolos standar emisi Euro3.

Supaya tetap prima, jangan lupa lakukan servis berkala tiap kelipatan 2.500 km. Seperti skutik pada umumnya, servis awal dilakukan pada 500 km pertama untuk melihat apakah ada gram sisa dari perakitan mesin yang masih bersarang di dalam mesin.

Untuk itu, perlu dilakukan penggantian oli mesin berikut membersihkan filter oli yang berbentuk kasa atau jaring. Berikutnya pada 2.500 km juga masih minim penggantian part, yang pasti oli mesin serta saringannya harus dibersihkan kembali.

“Oli yang direkomendasikan adalah Petronas Syntium Moto 4sx dengan harga Rp 115.500,” ucap Irvan Yuniardi, Workshop Manager Peugeot Scooter Indonesia.

Kemudian dalam buku servisnya tertulis pengecekan kerenggangan klep juga harus dilakukan. “Kalau tidak ada keluhan setel kerenggangan klep bisa dilakukan pada kelipatan 5.000 km, kecuali mesin terasa boyo atau kurang bertenaga. Untuk kerenggangannya diatur 0,15 mm untuk in dan ex 0,20 mm,” lanjut pria ramah ini.

Selanjutnya di kelipatan 5.000 km selain penggantian oli ada beberapa part yang perlu diganti, salah satunya busi. “Meski tercantum filter udara ganti pada 5.000 km, tapi masih bisa kok digunakan lagi sarannya sampai kelipatan 10.000 km,” bisiknya.

“Sama halnya dengan v-belt, ganti saja pada kelipatan 10.000 km, mungkin karena di Eropa punya 4 musim jadi butuh penggantian lebih cepat sedangkan di sini hanya 2 musim,” lanjut Irvan.

Pada kilometer ini juga sudah waktunya untuk bersih–bersih area CVT, dengan cara melepas semua partnya lalu dibersihkan secara keseluruhan agar terbebas dari debu kotoran yang menumpuk. Sistem injeksinya juga butuh perhatian dengan membersihkannya pada 10.000 km.

Direkomendasikan juga untuk melakukan servis besar pada kelipatan ini, “Servis besar pada 10.000 km agar ruang bakar bersih lagi karena terkadang masih sering juga dijejelin Pertalite atau Premium. Lamanya pengerjaan berkisar 5 sampai 6 jam, lebih baik ditinggal saja,” tutup warga Cipinang, JakTim ini. Yuks servis! • (Fariz / otomotifnet.com)

Tabel Harga:
Jasa servis ringan: Rp 100.000
Jasa servis besar: Rp 300.000
Jasa bongkar CVT + clean up: Rp 100.000
Oli mesin: Rp 115.500

Tabel Pemeriksaan:
Pengecekan gerak main kemudi
Pengecekan laher roda
Pengecekan kabel gas
Cek kelistrikan
Cek kondisi rem depan & belakang
Cek volume minyak rem
Cek ketebalan kampas rem
Cek kondisi, angin dan ketebalan ban
Cek kondisi suspensi depan & belakang
Pengecasan aki
Atur ketinggian cahaya lampu utama
Pengencangan mur dan baut Tes jalan
Membaca fault codes pada ECU

Peugeot Scooter Hotline Service : 0838337384368

EDITOR

Dimas Pradopo

Top