Selasa,8 Maret 2016 11:00 WIB

Penulis: Otomotifnet

Panduan Servis Besar Suzuki Skywave 125, Ideal Setiap 15.000 km

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Sil klep harus ganti kalau klep disekir, cuma Rp 8 ribuan

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Jangan sampai roller hancur karena jarang servis

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Jika gasket cover head ini getas oli jadi rembes

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Pakai kampas kopling Hayate lebih panjang anti ‘gredek’

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Oli SGO dengan visikositas 10W-40 cocok untuk skutik Suzuki

Jakarta - Hadir di Indonesia sejak 2007, Suzuki Skywave 125 mempesona pasar dengan desain stylish, mesin powerful, dual shock dan pelek ring 16 inci. Hasilnya, sempat jadi yang terlaris diantara line up skutik Suzuki yang lain. Wajar jika populasinya cukup tinggi, masih sering kan lihat di jalanan?

Karena umurnya sudah hampir 10 tahun, tentu kondisinya tak lagi prima. Terlebih, banyak yang enggan melakukan servis besar. Padahal dengan membersihkan ruang bakar yang menjadi menu utama servis besar, endapan kerak karbon di piston dan klep yang dapat mengakibatkan penurunan performa mesin bisa disikat habis.

“Idealnya untuk Servis Besar Suzuki Skywave 125 dilakukan rutin tiap kelipatan 15.000 km agar performa mesin dan komponen lainnya tetap terjaga,” buka Indrawan Subekti, kepala mekanik Suzuki Sejahtera Motor Gemilang (SMG) di bilangan Sunter, Jakarta Utara.

Hal pertama yang dilakukan adalah memisahkan mesin dan rangka agar mudah untuk melepaskan blok silinder. Setelah itu cabut cylinder head-nya dan lihat kondisi ruang bakarnya, pasti kerak menumpuk! Lepas juga blok silinder untuk mengganti paking dengan yang baru.

“Setelah semua dibersihkan, cek juga kerapatan klep. Kalau ada rembes berarti harus sekir klep dan harus ganti sil klepnya juga. Kalau tidak rembes bisa langsung dirakit kembali,” lanjut Indrawan sapaan akrabnya. Lanjut, ganti bantalan tensioner dan pasang kembali cylinder head yang sudah bersih dengan paking barunya. Saat pasang cylinder head perhatikan paking karet di cover penutup atasnya. Biasanya gasket ini sudah getas dan bikin oli rembes, ganti sekalian saja. Murah kok cuma Rp 24 ribuan.

Agar pembakaran makin optimal, ganti juga businya, perhatikan kodenya NGK CR6HSA. Masih dari cylinder head, kali ini beralih ke saluran gas buang. Paking knalpot juga sebaiknya diganti supaya tidak ada kebocoran. Terakhir, tentunya ganti oli dan ganti juga filternya. Totalnya butuh oli 1,1 liter karena filter oli juga diganti.

“Karena sedang dibongkar, sekalian saja cek dan bersihkan transmisi CVT-nya tiap servis berkala dan servis besar. Jangan sampai tumpukan debu membuat komponen CVT cepat aus,” ucap pria berambut belah tengah ini. Cek dan ganti roller, kampas kopling hingga pully. Kalau kampas kopling habis, bisa tukar pakai punya Suzuki Hayate.

“Pakai punya Hayate, gejala ‘gredekgredek’ pada akselerasi awal bisa hilang. Ini karena kampasnya lebih panjang daripada Skywave sehingga enggak mudah selip. Dan yang pasti akselerasinya akan jauh lebih baik,” saut Eka Firmansyah salah satu mekanik di Suzuki SMG. (motor.otomotifnet.com)

Harga komponen dan jasa

Servis besar : Rp 131.000

Servis CVT : Rp 42.000

Sekir klep : Rp 34.000

Paking cover head : Rp 24.600

Paking head : Rp 17.000

Paking blok silinder : Rp 5.200

Paking knalpot : Rp 6.500

Bantalan tensioner : Rp 42.900

Sil klep : Rp 8.400

Busi : Rp 14.600

Filter oli : Rp 8.100

Roller : Rp 96.000

Kampas kopling : Rp 298.500

Suzuki Sunter Sejahtera Motor Gemilang : 021 – 65202

EDITOR

Denta

Top