Sabtu,13 Feb 2016 14:43 WIB

Penulis: Otomotifnet

Panduan Servis Honda CB150R Street Fire, Wajib Tiap 4.000km

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Cairan radiator jangan sampai di batas low, bisa overheat

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Ganti oli lebih cepat kalau sering bermacet– macetan

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Ganti kampas dengan yang baru kalau sudah tipis demi keselamatan

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Umur filter udara 16.000 km ganti lebih cepat jika rutin melewati jalan berdebu dan lembab

Jakarta - Andalan Honda di segmen motor sport ini sudah beredar sejak 2012 silam, artinya sudah 3 tahunan umurnya. Meski cukup tua dan sudah ada generasi terbaru yang lebih keren, varian ini masih banyak beredar di jalanan.

Agar performanya tetap terjaga atau buat bikers yang ingin menebusnya dalam kondisi second hand, kami paparkan panduan servisnya. Simak terus! Berdasar buku panduan perawatan yang dikeluarkan PT Astra Honda Motor (AHM), motor sport 150 ini wajib balik ke Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) tiap 4.000 km.

Paling utama adalah ganti oli. “Jika dipake sehari–hari, bertemu dengan kemacetan, alangkah baiknya diganti lebih cepat karena oli yang sudah encer,” buka Cahyo Waskito kepala mekanik di AHASS Lancar Motor. Penggantian bisa pakai AHM Oil SPX 1 atau oli lain yang memiliki visikositas SAE 10W-30 bervolume 1.000 ml.

Saat ganti oli perhatikan pula kasa saringan oli, bersihkan agar gram atau kotoran lainnya dapat tersaring dengan baik. Cara membersihkannya dengan menyemprot pakai angin bertekanan, cukup dilakukan tiap kelipatan 12.000 km saja.

Jangan lupa pastikan busi dalam kondisi prima. Cek celahnya pada 0,70 – 0,80 mm dan wajib ganti tiap 8.000 km. Jangan tunggu mati ya, karena penurunan performanya dapat menyebabkan pembakaran kurang sempurna yang berimbas pada menumpuknya carbon di ruang bakar.

Konstruksi kepala silindernya yang DOHC hampir tanpa perawatan, celah klepnya berdasarkan ketebalan shim yang sangat panjang umurnya. Agar udara dapat tersaring dengan baik maka filter harus dicek tiap servis berkala, karena jenis filter nya sudah tipe basah jadi jangan sampai disemprot menggunakan angin bertekanan.

“Filter udara ini umurnya 16.000 km, bisa lebih cepat ganti kalau jalan yang dilewati berdebu dan lembab,” lanjut pria bertubuh tinggi tegap ini. Cek juga cairan pendingin radiator setiap kelipatan 8.000 km untuk menghindari mesin overheat, jika air radiator berada di titik low tambahkan. Kuras setiap dua tahun sekali, atau bisa lebih cepat jika motor sering bekerja dalam putaran tinggi dan kondisi lingkungan yang cukup panas.

Sistem injeksinya, pastikan kondisinya prima dengan scanner bernama HiDS- Injection Diagnostic Tools. Tegangan semua sensor bisa terbaca, begitu juga dengan putaran idle mesin, semprotan bahan bakar, suhu mesin hingga tegangan aki. Sekalian atur putaran idle untuk motor ini pada 1.400-1500 rpm.

Urusan sasis, karena sudah 3 tahun jangan lupa lumasi komponen bergerak mulai dari as roda, as swing arm, prolink suspensi belakang dan lainnya. Cek juga kondisi kampas rem, tekanan angin hingga kerenggangan rantai. Yuk servis! • (otomotifnet.com)

AHASS Honda Lancar Motor
Jl Let.Jend.Suprapto, Jakarta Pusat
021-4288262 / 021-4207955

Daftar Harga
Coolant : Rp 20.000
Busi : Rp 22.000
Oli mesin : Rp 50.000
Kampas rem depan : Rp 54.000
Kampas rem belakang : Rp 57.000
Filter udara : Rp 48.000

Daftar Pengecekan
Periksa saluran bahan bakar
Periksa cara kerja gas tangan
Bersihkan pernapasan bak mesin
Ganti oli mesin
Bersihkan saringan kasa oli mesin
Periksa putaran stasioner mesin
Periksa cairan pendingin radiator
Periksa sistem pendingin
Periksa & lumasi rantai roda
Periksa minyak rem
Periksa keausan kampas rem
Periksa sistem rem
Periksa switch lampu
Periksa arah sinar lampu lampu depan
Periksa sistem kopling
Periksa standar samping
Periksa suspensi
Periksa mur, baut, pengencang
Periksa roda/ban
Periksa bearing kepala kemudi

EDITOR

Dimas Pradopo

Top