Senin,22 Feb 2016 15:17 WIB

Penulis: Otomotifnet

Panduan Servis Honda CB500X, Jadwal Rehat Sang Adventure

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Pengecekan ketebalan kampas rem menjadi ritual wajib saat servis berkala dan pasca turing

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Lakukan pelumasan rantai tiap kelipatan 1.000 km agar tidak berisik, bisa dilakukan sendiri kok!

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Penyetelan jarak bebas selongsong gas disesuaikan dengan rider, jangan terlalu rapat ya, sering bikin kaget ujung-ujungnya membahayakan

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    oli di 12.000 km, jangan lupa tambah oli mesinnya. Tambah 0,2 liter jadi 2,7 liter

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Tiap ganti filter oli di 12.000 km, jangan luipa tambah oli mesinnya. Tambah 0,2 liter jadi 2,7 liter

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Panduan Servis Honda CB500X Jadwal Rehat Sang Adventure

Ketika odometer mulai menyentuh 12.000 km mulai banyak yang diperiksa

Jakarta - Didesain cocok untuk adventure, para pemilik Honda CB500X pasti gak bakal betah di rumah! Turing menyenangkan didukung riding position santai dan mesin  2 silinder segaris berkapasitas 471 cc. Tapi, sejauh-jauhnya perjalanan, jangan lupa untuk memberikan waktu rehat. Tetap harus mampir ke bengkel resmi

Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) tiap 6.000 km. Pengecekan mulai dari ganti oli mesin. “Meskipun penggantian oli mesin  tertera di buku servis tiap kelipatan 12.000 km tapi kami menyarankan penggantian lebih cepat tiap kelipatan 6.000 km,ini karena kemacetan di jalan atau perjalanan jauh yang lebih cepat membuat kualitas oli menurun,” wanti Widodo Tri Lumaksono mekanik spesialis Honda Big Bike di AHASS 001 Dewi Sartika, Jaktim.

Ketika odometer mulai menyentuh angka 12.000 km mulai banyak yang diperiksa nih. Agar kualitas pelumasan tetap terjaga, saringan oli pun harus diganti tiap kelipatan 12.000 km, tapi jangan lupa menambah takaran oli yang dimasukan ke bak mesin. Yaitu 2,7 liter, bila hanya ganti oli cukup 2,5 liter saja.

Agar asupan udara yang masuk ke dalam mesin juga terjaga harus rajin melakukan penggantian saringan udara tiap kelipatan 18.000 km. “Penggantian ini wajib, jangan menunggu performa turun baru diganti,” lanjut pria berbadan tegap ini. Lainnya, pastikan letupan bahan bakar tetap optimal dengan penggantian busi berkode CPR8EA-9 (NGK) tiap kelipatan 24.000 km. Jika belum saatnya ganti, cukup bersihkan dan jaga gap-nya pada jarak 0,8 – 0,9 mm.

Pengecekan tiap 12.000 km lainnya adalah periksa saluran bahan bakar agar terhindar dari kebocoran atau terjepit, kemudian cek cara kerja selongsong gas.

“Tidak lupa kita cek sistem kelistrikan, dari tegangan aki hingga keseluruhan fungsi dari sistem kelistrikan, lampu–lampu dan semua sensor pendukung injeksi-nya,” ujar Abdul Hakim, Big Bike Consultant di AHASS 001.

Buat yang baru pulang turing, pengecekan langsung diarahkan pada bagian kampas rem dengan mengecek ketebalannya. Berikutnya, lumasi rantai agar tidak berisik, kaku dan berkarat. Kalau kondisi sehat, siap turing kapan saja! . • (otomotifnet.com)

AHASS Dewi Sartika : 021-8092367

Jasa servis Rp 200.000 – 800.000 (tergantung pengecekan)
Filter oli Rp 260.000
Oli mesin Rp 157.500 (3 botol)

Daftar Pengecekan
Bersihkan pernapasan bak mesin
Ganti oli mesin
Bersihkan saringan kasa oli mesin
Periksa saluran bahan bakar
Periksa cara kerja gas tangan
Periksa busi
Periksa putaran stasioner mesin
Persiksa cairan pendingin radiator
Periksa sistem pendingin
Periksa & lumasi rantai roda
Periksa minyak rem
Periksa keausan kampas rem
Periksa sistem rem
Periksa switch lampu
Periksa arah sinar lampu lampu depan
Periksa sistem kopling
Periksa standar samping
Periksa suspensi
Periksa mur, baut, pengencang
Periksa roda/ban

 

EDITOR

Dimas Pradopo

Top