Kamis,4 Agust 2016 14:29 WIB

Penulis: otomotifnet

Panduan Servis KTM Duke 200, Jangan Terlalu Lama Didiamkan

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Panduan Servis KTM Duke 200, Jangan Terlalu Lama Didiamkan

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Jarang dipakai membuat fuel pump rusak, harus sering dipakai nih!

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Filter oli diganti berbarengan dengan oli tiap kelipatan 5.000 km

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Oli Motul menjadi opsi kalau Motorex habis stoke 200

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Adanya jejak garis di cakram sebagai tanda bahan kampas rem sudah keras, tebal belum tentu bagus

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Kampas kopling dijual 1 set dengan pelat dan per kopling

Jakarta - Naked bike ini hadir di Indonesia sejak tahun 2013, tidak lama berselang komunitasnya mulai banyak tersebar. Dibekali mesin DOHC 200 cc membuatnya begitu menyenangkan dipakai riding, apalagi bobotnya hanya 125 kilogram.

Agar KTM Duke 200 anda tetap dalam keadaan fit, jangan lupa melakukan servis berkala tiap kelipatan 5.000 km ya!

“Servis tiap 5.000 km, mulai dari penggantian oli yang juga berbarengan dengan filter olinya. Rekomendasi oli pakai Motorex, tapi kalau stok habis kita sediakan juga Motul sebagai penggantinya,” buka Er Osbert Lontoh owner dari Quantum Motori.

Selain itu ganti juga busi ditiap kelipatan yang sama, dalam jadwal servis tertera jadwal penggantian filter udara juga dilakukan tiap kelipatan 5.000 km, namun tak selalu begitu.

“Filter udara tetap bisa digunakan dengan masa pakai yang lebih lama, tidak perlu diganti jika belum bolong atau rusak,” tutur Ossy sapan akrabnya.

Sedangkan di 10.000 km disarankan untuk servis injektor, tidak hanya diservis tetapi juga dilihat semprotannya ada hambatan atau tidak. Pengecekan lainnya seperti pemeriksaan kerenggangan klep tiap kelipatan 10.000 km. “Jarak renggang klep 0,08 mm untuk in dan ex 0,10 mm,” jelasnya.

Kemudian, tiap kelipatan 10.000 km ganti juga minyak rem yang berlanjut dengan pengecekan ketebalan kampas rem.

“Kampas rem tebal belum tentu bagus, karena bisa saja sudah keras. Ini bisa dilihat kalau ada jejak bergaris dan bunyi gesekan pada cakram,” tambah Saepul salah satu mekanik di Quantum Motori. “Oli suspensi sama halnya dengan oli mesin, punya masa pakai. Untuk oli sokbreker depan ini sebaiknya ganti di kelipatan 15.000 km,” lanjutnya.

Dan ternyata ada masalah yang sering terjadi pada motor dengan ciri khas warna oranye ini, “Umumnya pemilik Duke 200 sayang untuk mengendarai motornya. Malah banyak yang cuma menyimpan motor kesayangannya dalam waktu lama. Efeknya fuel pump rusak, karena endapan bahan bakar yang sudah basi dan juga mengakibatkan korosi,” jelas Ossy.

“Sebaiknya sesekali dipakai jalan untuk meminimalisir kerusakan. Dalam sehari kita bisa menangani 3 sampai 5 pasien dengan kasus fuel pump ini dan kebanyakan Duke tahun 2013-2014,” tutupnya. Tuh, jangan cuma parkir di garasi ya! •(otomotifnet.com / Fariz)

Tabel Harga:
Jasa servis ringan: Rp 250.000
Jasa servis besar: Rp 500.000 -750.000
Oli Motorex: Rp 256.000
Busi: Rp 150.000
Filter udara: Rp 220.000
Filter oli: Rp 150.000
Filter bensin: Rp 170.000
Fuel pump: Rp 3,3 juta
Servis injektor: Rp 150.000
Kampas kopling satu set: Rp 1,8 juta

Daftar Pengecekan:
Periksa fungsi kelistrikan
Periksa dengan KTM diagnostic tools
Periksa lapisan rem depan
Periksa lapisan rem belakan
Periksa cakram
Periksa selang rem dari kerusakan dan kebocoran
Periksa volume minyak rem belakang
Periksa suspensi dari kebocoran
Periksa bearing swing arm
Periksa bering roda
Periksa kondisi ban
Periksa tekanan angin ban
Periksa rantai
Periksa ketegangan rantai
Lumasi seluruh part yang bergerak
Membersihkan debu
Periksa volume minyak rem depan
Periksa bering komstir
Periksa kerenggangan klep
Periksa semua selang
Periksa antifreeze dan coolant level
Periksa kabel-kabel
Periksa sekrup dan mur pastikan kencang
Periksa arah lampu utama
Periksa kipas radiator

Quantum Motori : 081310358018

EDITOR

Dimas Pradopo

Top