Sabtu,7 Jan 2017 08:51 WIB

Penulis: Otomotifnet

Panduan Servis New Honda Sonic 150R Tahun Kedua, Tidak Sampai Rp 500 Ribu

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Panduan servis New Honda Sonic 150R tahun kedua

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Pakai pelumas full synthetic tidak membuat masa pakai lebih lama

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Busi ganti tiap 12.000 km, di tahun kedua juga harus ganti

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Butuh 4 botol untuk kuras minyak rem

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Filter udara berada di bawah jok, punya umur 18.000 km

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Kampas rem bisa ganti di tahun ke 2 ini, harga Rp 51.000 untuk depan dan belakang Rp 71.500

Jakarta - Memang masih muda atau gaya-gayaan kaya anak muda? Naik New Honda Sonic 150R cocok banget nih! Biar kondisi motor juga selalu muda seperti jiwa muda pengendaranya, Sonic 150R harus rajin servis.

Apalagi yang sudah masuk tahun kedua! Servis apa saja yang harus dilakukan? Simak deh panduan servis new Honda Sonic 150R dari OTOMOTIF!

Jadwal servis berkala Sonic 150R tiap 6.000 km, oleh karena itu masuk tahun kedua wajib melakukan dua kali servis di 18.000 km dan 24.000 km saja. Jika mengacu pada KPB (Kupon Perawatan Berkala) servis di tahun kedua adalah servis keempat kalinya, dilakukan pada bulan ke 18 atau 18.000 km tergantung mana yang lebih dulu dicapai.

 Selain oli mesin, salah satu yang harus diganti adalah filter udara. “Filter udaranya tipe viskos element oil. Ini penggantiannya yang pertama, salah satu yang membuat filter udara Sonic 150R punya umur panjang karena letaknya ada di bawah jok sehingga udara yang terhisap jauh lebih bersih,” buka Titut Winarto, kepala mekanik AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) Wahana, Kalimalang, JakTim.

Karena filter udara ada di bawah jok, “Jangan pernah menaruh kain lap atau jas hujan di bawah jok, bisa menyumbat aliran udara ke boks filter dan membuat motor brebet bahkan susah hidup,” wantinya sambil mengingatkan untuk ganti oli.

Kapasitasnya 1,2 liter dan sudah tersedia dalam 1 botol. “Ada 2 pilihan oli semi synthetic MPX1 dan full synthetic SPX1. Pakai tipe SPX1 umur pakainya sama saja, hanya beda lubrikasinya terhadap mesin lebih bagus,” lanjut Titut.

Lalu servis sesuai KPB yang kelima di 24 bulan atau 24.000 km, pas nih umurnya dua tahun. Di kelipatan ini busi perlu diganti untuk yang kedua kalinya, “Tiap servis busi selalu dicek dan dibersihkan. Kalau kutub busi sudah miring atau tidak rata dan api sudah tidak biru tandanya harus ganti,” ujar pria yang tinggal di bilangan Kampung Melayu, Jaktim ini.

Tertera di buku servis kalau di tahun kedua ini minyak rem juga perlu dikuras, “Minyak rem selama tidak ada kebocoran tidak akan berkurangan. Tapi perlu diganti tiap 2 tahun. Dibutuhkan 4 botol minyak rem untuk mengurasnya,” tutupnya.

Total biaya servis di tahun kedua jika pakai oli mesin MPX 1 adalah Rp 413.500 atau RP 432.500 jika pakai oli mesin full synthetic SPX1. Masih terjangkau untuk anak muda kan? • (Fariz / Otomotifnet.com)

Rekomendasi
Penggantian oli kalau bisa lakukan lebih cepat tidak perlu menunggu sampai 6.000 km. “Penggantian kalau bisa tiap kelipatan 2.000 – 2.500 km lebih awal maka mesin akan lebih enak,” saran Titut.

Daftar Harga:
SERVIS KPB 4
Jasa servis lengkap: Rp 105.000
Oli mesin MPX1 Rp 52.500 / SPX1 Rp 62.000
Filter udara: Rp 55.000
Total Rp 212.500 / Rp 222.000
SERVIS KPB 5
Jasa servis lengkap: Rp 105.000
Oli mesin: MPX1 Rp 52.500 / SPX1 Rp 62.000
Busi: Rp 17.500
Minyak rem: Rp 6.500 x4
Total Rp 201.000 / Rp 210.500
Total biaya tahun ke 2: Rp 413.500 / RP 432.500

Daftar Pengecekan:
Periksa putaran stasioner mesin
Periksa & lumasi rantai roda
Periksa sistem rem
Periksa sistem kopling
Periksa mur, baut, pengencang
Periksa saluran bahan bakar
Periksa cara kerja gas tangan
Bersihkan pernapasan bak mesin
Periksa minyak rem
Periksa keausan kampas rem
Periksa switch lampu rem
Periksa arah sinar lampu depan
Periksa standar samping
Periksa suspensi
Periksa roda/ban
Bersihkan saringan kasa oli mesin
Periksa cairan pendingin radiator
Periksa sistem pendingin
Periksa bantalan kepala kemudi

EDITOR

Dimas Pradopo

Top