Selasa,28 Juni 2016 09:16 WIB

Penulis: otomotifnet

Panduan Servis Vespa Sprint 150 3V i.e, Segarkan Tiap 5.000 km

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Servis berkala Vespa Sprint 150 3V i.e agar kondisinya selalu prima

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Ganti filter oli di kelipatan 10.000 km

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Umur kampas rem belakang lebih cepat habis, berkisar di 15.000 km

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Kondisi busi selalu dicek dan jaga gap-nya pada 0,8 mm.

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Filter udara tipe busa bisa dibersihkan, ganti tiap kelipatan 10.000 km atau bisa lebih cepat tergantung kondisinya

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Ini dia list SOP servis berkala yang ditetapkan oleh Meta Dwiguna Transcorp

Untuk mencegah motor brebet, injector dan throttle body juga harus dibersihkan tiap 3.000 km berbarengan dengan mengkalibrasi kembali sudut Throttle Position Sensor (TPS)

Lahir sejak 2014, Vespa Sprint 3V i.e paling banyak peminatnya. Di tempat tongkrongan Sunday riding juga paling sering terlihat. Biar makin keren, pastikan kondisinya selalu prima. Jangan sampai mogok di jalan karena jarang dirawat bro!

“Servis berkala dan penggantian oli sebaiknya dilakukan tiap kelipatan 5.000 km. Namun tidak jarang yang hanya riding saat weekend. Jadi, meski belum mencapi 5.000 km tapi sudah mencapai 3 bulan, kita tetap rekomendasikan untuk lakukan penggantian oli. Karena oli mempunyai masa pakai,” buka M. Effendi selaku After Sales Manager Meta Dwiguna Transcorp, Main Authorized Dealer of Piaggio di bilangan Rawamangun, JakTim.

Pengecekan dalam servis berkala akan lanjut ke kepala silinder. Busi dicek dan disetel gap-nya pada jarak 0,8 mm, “Pada buku panduan tertulis kalau penggantian busi dilakukan tiap kelipatan 20.000 km. Tapi kalau konsumen tidak mau mengganti juga tidak masalah, karena busi masih sanggup hingga sekitar 30 ribuan km. Cuma kinerjanya pasti tidak akan maksimal,” lanjut pria ramah ini.

Kemudian cek juga kerenggangan klepnya, “Gap untuk klep in 0,10 mm dan 0,15 mm untuk ex,” sambung Adon, sang kepala mekanik. “Injector dan throttle body juga harus dibersihkan tiap 3.000 km berbarengan dengan mengkalibrasi kembali sudut Throttle Position Sensor (TPS). Ini untuk mencegah motor brebet dan kehilangan tenaga,” sambungnya.

Agar putaran mesin dapat diteruskan ke roda belakang dengan sempurna, Effendi menyarankan membersihkan transmisi CVT berbarengan dengan servis berkala, “Cabut semua part pada CVT, kemudian semprot menggunakan angin untuk membersihkan dan kasih pelumas di beberapa bagian,” sarannya.

Setelah semua selesai, diakhiri dengan mendiagnosis sistem injeksi dan pengapian menggunakan software Piaggio Advanced Diagnostic System (PADS) untuk melihat apakah ada error atau tidak. Tanpa antrian, cuma butuh waktu 40 menit!

Ayuk bersih-bersih.. (otomotifnet.com / Fariz)

Meta Dwiguna Transcorp 021-47884174

Daftar Harga
Oli mesin: Rp 160.000
Oli gardan: Rp 57.000
Filter oli: Rp 43.120
Filter udara: Rp 48.620
Busi: Rp 49.500
V-Belt: Rp 292.600
Brake shoe: Rp 93.800
Brake pad: Rp 234.000
Roller: Rp 132.000
Kampas kopling: Rp 574.200
Minyak rem: Rp 10.000
Komstir: Rp 110.000

Daftar Pemeriksaan
Periksa kondisi busi
Periksa bantalan rem
Periksa kabel gas dan rem
Periksa tekanan dan keausan ban
Periksa kerja suspensi
Periksa volume minyak rem
Periksa sistem listrik dan aki
Periksa immobilizer & kunci kontak
Periksa tuas rem
Lumasi standar tengah
Lumasi transmisi
Atur jarak bebas gas tangan
Atur kelonggaran katup
Atur arah sorot lampu utama
Bersihkan dudukan roller
Diagnosis dengan alat (PADS)
Uji jalan kendaraan
 

EDITOR

Dimas Pradopo

Top