Selasa,1 Maret 2016 13:02 WIB

Penulis: Otomotifnet

Pasang Switch Headlamp Kawasaki Ninja 250, Biar Aki Makin Awet

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Lampu yang selalu menyala ketika kunci kontak berada di posisi on membuat aki lama-lama jadi tekor

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Tahap pertama mesti lepas tangki dulu

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Kalau mau pakai switch on/off aftermarket, hanya 2 kabel ini saja yang perlu disambungkan

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Posisinya jadi agak ke tengah kalau pakai switch aftermarket ini

Jakarta -  Kawasaki Ninja 250 dan Ninja RR mono punya kemiripan sama-sama mengusung fitur Auto Headlight On (AHO), yang diwajibkan guna mendukung safety sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 pasal 107 ayat 2. Namun, fitur ini punya kelebihan dan kekurangan. Misalnya, jika mematikan mesin hanya melalui engine cut off bukan dari kontak, maka lampu utama tetap menyala sehingga membebani aki. Dan ketika menyalakan mesin, arus listrik yang dibutuhkan makin besar, sehingga beban aki berat. Kalau sering dilakukan, kelamaan aki bisa tekor. Maka enggak kuat untuk memutar electric starter, kalau sudah begitu bingung kan?

“Aki akan lebih cepat tekor saat mesin mati dan lampu menyala, karena tak ada proses recharge, ditambah saat menggunakan electric starter, daya yang dibutuhkan jadi ekstra,” jelas Baron, pemilik BRN Tech di Jl. Siaga II, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jaksel.“Solusinya biar aki makin awet pasang switch Head lamp on/off untuk lampu utamanya, biar bisa dimatikan saat menyalakan motor,” terangnya lagi.

Untuk pemasangan switch on/off ini, pemasangannya cukup mudah, hanya perlu menyambungkan 2 kabel untuk pengantar dan pemutus arusnya yang berwarna merah/kuning dan biru/kuning, namun untuk mempermudah proses instalasi switch ini, sebelumnya kita harus melepas tangkinya. Kalau tangki sudah dilepas, jadi lebih mudah menemukan soket lampu utama yang berada di sebelah kiri. Dan untuk menghindari korsleting, Baron menyarankan untuk tidak memotong kabel aslinya.

“Biar pemasangannya lebih rapi, sebaiknya kabel merah/kuning yang dari kabel bodi dikeluarkan dari rumah soket pakai obeng min dengan cara didorong keluar, begitu juga kabel biru/kuning yang dari switch lampu. Setelah itu baru digabung dengan switch on/off yang akan dipasang, sehingga meminimalisir kebocoran kabel yang menyebabkan korsleting,” tutup Baron. Gampang kan? Yuk bongkar sendiri. Oh ya yang penting saat jalan jangan lupa nyalakan lagi lampunya ya! • (otomotifnet.com)

Switch On/off plus pasang: Rp 70 ribu

BRN Tech: 085771888901

EDITOR

Denta

Top