Jumat,11 Sept 2015 11:11 WIB

Penulis: pewete pewete

Pengecekan Celah Klep All New Honda CB150R, Lebih Simpel Dari DOHC Biasa

Foto: OTO-Aant

Pengecekan Celah Klep All New Honda CB150R, Lebih Simpel Dari DOHC Biasa


Tuh lobe kem hanya satu dan mendorong roller rocker arm, gesekan lebih ringan tentunya

Jakarta
- Salah satu keunggulan mesin baru yang disematkan Honda pada All New CB150R StreetFire dan New Sonic 150R, terletak pada konstruksi klepnya. Meski DOHC, namun dibekali pelatuk dengan roller atau bisa disebut roller rocker arm. Persis dengan CBR250R.

Kelebihannya beban kem jadi lebih ringan, karena pakai roller dan lobe yang menekan hanya satu, maka gesekan jadi lebih sedikit. Kelebihan lain, proses penyetelan kerenggangan relatif lebih mudah dibanding DOHC biasa, yang lobe kem langsung menekan tapet klep.

“DOHC biasa seperti CB150R lama, ketika mau ganti shim mesti melepas kemnya. Kalau yang baru ini tidak perlu, seperti di CBR250R,” terang Sriyono, Technical Service Division PT Astra Honda Motor. Keuntungannya proses lebih cepat dan mudah.

Mengapa bisa begitu? Tentu saja karena posisi shim, yang dijadikan sebagai pengisi celah antara pelatuk dan ujung klep, berada pas di balik ujung pelatuk, tak tertutup tapet layaknya DOHC biasa. Sehingga asal ada celah, maka shim bisa diambil.

Meski relatif lebih mudah, tapi pengecekan ini jarang dilakukan. “Pengecekan hanya tiap 16.000 km, jadi jarang sekali,” ujar Sri, sapaannya. Untuk pemakaian normal, 16.000 km sama dengan jangka waktu sekitar 1,5 tahun sekali.

Oh ya, celah standar CB150R dan Sonic ini untuk klep in 0,16 mm ±0,03 mm atau kisaran 0,13-0,19 mm. Sedang klep ex 0,25 mm ±0,03 mm atau kisaran 0,22-0,28 mm. Jika celah tak sesuai standar, maka mesti ganti shim.

Bagaimana cara mengetahui tebal shim baru yang dibutuhkan? Pertama tentu diukur celah klepnya, pakai feeler gauge kemudian dicatat. Lalu lepas shim yang terpasang dan diukur pakai micrometer, catat juga hasilnya.

Nah tebal shim yang baru bisa dihitung dengan mengurangi celah klep saat diukur dengan rekomendasinya, lalu ditambah tebal shim lama. Misal celah klep in terukur 0,21 mm, lalu tebal shim ketika dilepas 2,225 mm, maka hitungannya menjadi: Tebal shim baru = (0,21-0,16) + 2,225 = 2,725

Nah sudah ketahuan kan tebal shim baru yang dibutuhkan, yaitu 2,725 mm. Untuk tebal itu kodenya adalah 272. Oh ya, tiap shim baru yang harganya Rp 45 ribu per bijiada kodenya, yang menandakan tebal shim tersebut. Bisa disimak di tabel ya. Seperti apa sih detailnya? • (otomotifnet.com)

 

Shim mengisi celah ujung rocker arm dan klep, kerenggangannya mesti dicek tiap 16.000 km


Agar shim bisa diambil, celah mesti diperlebar dengan melepas as pelatuk, sehingga pelatuk bisa digeser


Biar shim gampang diambil dan enggak jatuh, harus pakai special tool berupa magnet bertangkai panjang



Ini tabel tebal shim sesuai kodenya




EDITOR

Otomotifnet

Top