Jumat,13 Nov 2015 11:06 WIB

Penulis: pewete pewete

Rawat Subthrottle Valve Actuator Kawasaki Ninja 250, Solusi Jika Tertahan

Foto: OTO-KETUT

Rawat Subthrottle Valve Actuator Kawasaki Ninja 250, Solusi Jika Tertahan

Bali - Sport bike Kawasaki yang sudah fuel injection mulai dari Ninja 250 punya dua throttle valve di throttle body-nya, main throttle dan subthrottle. Yang pertama bergerak berdasar bukaan gas di tangan, sedang yang kedua posisinya ada di depannya bekerja sesuai perintah dari ECU berdasar input dari sensor-sensor yang ada.

Jika bukaan gas terlalu besar padahal mesin tidak terlalu membutuhkan banyak udara yang masuk, maka dengan sendirinya, katup kedua akan menutup perlahan. Begitu juga sebaliknya, efeknya campuran udara dan bahan bakar yang masuk akan selalu sesuai dengan kebutuhan.

“Butterfly throttle kedua ini berfungsi seperti choke,” buka Putu Sukawijaya, Chief Mechanic Kawasaki Duta Intika Teuku Umar Barat, Bali sembari menceritakan kejadian unik yang dialami motor konsumen di bengkelnya.

Saat mesin pertama kali dinyalakan, subthrottle valve actuator yang berisi motor servo untuk menggerakan katup kupu-kupu ini akan bergerak sesaat lalu berhenti. Tapi setelah hujan atau sehabis dicuci, perangkat ini kerap memunculkan bunyi seperti putaran tertahan yang tidak berhenti.

“Terkadang sampai ada bunyi tek..tek.. di akhir putaran. Hal ini mengindikasikan ada sedikit masalah di subthrottle valve. Tidak usah panik, biasanya hanya kotoran pada soket menuju subthrottle atau di butterfly throttle-nya,” tutur Putu yang telah berpengalaman menangani motor injeksi Kawasaki ini.

Mengatasinya cukup mudah, semprotkan saja cairan penetran atau cairan khusus untuk pembersih kabel ke jalur kelistrikan menuju subthrottle. Tujuannya agar kotoran minggat, arus listrik bekerja sesuai standar yang ditentukan oleh ECU.

Yang jadi masalah, ada mekanik yang kurang memahami masalah ini dan langsung mendiagnosa bahwa setelan subthrottle kurang pas atau terlalu menekan. Karena memang subthrottle punya baut setelan di sisi kirinya yang bisa dikendurkan dengan kunci L 4 mm.

“Untuk penyetelan sendiri kita tidak merekomendasikan dilakukan oleh mekanik di luar bengkel resmi. Karena dari pabrik sendiri memang tidak merekomendasikan penyetelan ini,” wanti Putu yang berkantor di Jl. Teuku Umar Barat, Denpasar ini.

Jika diseting ulang secara acak malah menyebabkan sudut bukaan subthrottle enggak pas dan justru menghambat laju udara. “Efeknya jelas malah mengurangi performa,” tegas Putu. Normalnya cukup dibersihkan saja dan jangan merubah sudut setelan. Jika sudah dibersihkan namun masih bunyi itu indikasi piranti ini rusak dan harus ganti.

Ada lagi trik yang justru melepaskan butterfly subthrottle dengan alasan mendongkrak putaran bawah. Alasan ini sedikit masuk akal karena debit udara masuk lebih banyak. “Namun jangan pernah lakukan tanpa diiringi pemasangan piggyback atau ganti ECU Programable,” wanti Putu.

Karena trik itu menuntut penyesuaian debit bahan bakar, jika ECU masih standar malah membuat mesin brebet dan enggak mau digas. • (otomotifnet.com)


Salah penyetelan bikin sudut bukaan subthrottle berubah justru menghambat laju udara. Efeknya malah mengurangi performa


Di throttle body, subthrottle valve letaknya ada depan. Buka-tutup katup ini diatur ECU berdasarkan input dari sensor-sensor sistem injeksi


Bisa diseting pakai kunci L 4 mm, tapi tidak direkomendasikan untuk dilakukan tanpa bantuan KDS (Kawasaki Diagnostic System)


Cukup bersihkan soket subthrottle valve actuator dengen penetran, biasanya karena kotor arus listrik tidak mengalir sempurna sehingga mengganggu kinerja motor servo di dalamnya

EDITOR

Otomotifnet

Top