Kamis,13 Agust 2015 12:00 WIB

Penulis: pewete pewete

Servis Kawasaki Ninja 250 Usia 3 Tahun, Enaknya Lakukan Servis Besar

Foto: AANT

Servis Kawasaki Ninja 250 Usia 3 Tahun, Enaknya Lakukan Servis Besar


Jakarta - Tiga tahun lalu, tepatnya 1 Agustus 2012 Kawasaki Ninja 250 injeksi meluncur di Indonesia, dan merupakan world premier dari generasi terbaru sport seperempat liter itu. Usia 3 tahun tentu bukan masa yang singkat, bila dipakai rutin odometer sudah ada di kisaran 30.000 km.

Namun sebagai motor yang lebih ke arah life style, memang termasuk jarang yang mencapai angka 30.000 km, “Ada yang baru 15.000 km, ada pula yang 20.000-an, sedikit lah yang mendekati 30.000 km,” terang Andang Kristiawan, kepala mekanik Kawasaki Motor City, Ciputat, Tangerang Selatan.

Ganti segera busi jika sudah masanya, jangan tunggu mati dan mogok di jalan

Untuk pemakaian selama 3 tahun, tentu performa tak lagi seperti saat barunya, pasti banyak komponen yang telah mengalami keausan. Baik di sektor mesin, kaki-kaki, kelistrikan, pengereman bahkan juga sasis. Nah agar performa bisa kembali seperti sedia kala, sehingga kembali bertenaga, nyaman dan aman, maka perlu dilakukan langkah servis di hampir semua sektor.

“Ada baiknya untuk Ninja 250 yang sudah masuk masa 3 tahun dilakukan servis besar, terutama yang jarak tempuh sudah lebih dari 20.000 km untuk mengembalikan performa,” sarannya.

Bongkar Cylinder Head
Menu utama servis besar yang mesti dilakukan adalah membongkar cylinder head.  “Tujuannya untuk membersihkan piston dan ruang bakar dari kerak yang menumpuk, termasuk juga yang di klep serta di saluran masuk dan buang,” lanjut mekanik yang biasa disapa Andang ini. Selain pembersihan, langkah ini juga sekalian untuk mengecek kerenggangan klep.

Filter oli wajib diganti tiap 12.000 km, agar pelumasan tetap maksimal

Untuk klep masuk standarnya 0,15-0,24 mm, sedang klep buang 0,22-0,29 mm. Jika tak sesuai standar, maka ketebalan shim mesti diganti sampai dapat kerenggangan sesuai rekomendasi. Berikutnya menurut Andang yang harus dicek adalah keteng atau rantai mesin.

“Setelah 20.000 km kalau keteng tidak dicek biasanya di 25-28 ribu km akan timbul suara ngecrek, makanya lebih baik dicek, bila harus ganti maka mesti segera,” saran mekanik 35 tahun ini. Terakhir Andang menyarankan untuk mengecek kondisi ring piston.

Filter udara wajib dibersihkan, ganti jika kondisinya sudah rusak

“Bila sudah hampir 30.000 km biasanya mulai aus tuh, kalau mau kompresi kembali padat agar performa seperti baru, sebaiknya memang ganti ring piston sekalian,” ujarnya. Batas celah pemakaian ring menurut saran Kawasaki untuk ring pertama 0,6 mm, ring kedua 0,9 mm dan ring oli 1 mm.

Berikutnya busi jangan lupa diperiksa, karena saran dari pabrikan mesti diganti tiap 12.000 km. Kemudian saat proses perakitan jangan lupa sekalian ganti paking dan sil dengan yang baru. Langkah servis besar ini menurut Andang jasanya saja Rp 350 ribu.

Masih dari sektor mesin, kopling pun mesti diperiksa. Bila telah dirasakan ada gejala slip ketika akselerasi mendadak, maka kampas kopling mesti segera diganti. Jasa pengerjaannya sekitar Rp 75 ribu. Berikutnya sistem pelumasan yang dicek. Untuk saringan oli mesti diganti tiap 12.000 km, untuk menjamin sirkulasi pelumas selalu bersih.

Jangan lupa olinya sekalian ya. Dalam rentang yang sama, elemen filter udara juga harus diganti. Sistem pendinginan juga menuntut perhatian, agar tak overheat. Pemeriksaan meliputi batas ketinggian coolant, bila kurang maka harus segera ditambahkan.
Rajinlah melumasi rantai, agar enggak cepat rusak, mahal loh!

Rajin Melumasi
Pemeriksaan berikutnya ke bagian sistem penggerak, terutama rantai dan gir. Andang yang asli Solo, Jateng ini mengingatkan, agar awet maka harus selalu dicek ketegangan rantainya sekaligus dilumasi tiap 600 km. Bila aus dan setelan sudah mentok tentu saja mesti diganti.

Sistem suspensi yang menunjang kenyamanan ternyata juga mesti rajin dilumasi. Tepatnya pada sistem suspensi belakang, uni-track harus dilumasi tiap 24.000 km, tentu usia 3 tahun telah masuk ke masa itu. “Oli sok depan juga baiknya diganti agar redaman kembali nyaman,” sarannya.  Bagian lain yang harus dilumasi adalah bearing batang kemudi, yang mestinya dilakukan tiap 24.000 km. Selain itu lumasi juga tuas kopling dan rem, kabel gas, kabel kopling dan standar samping.

Ganti Minyak Rem
Sistem pengereman sangat vital, makanya wajib diperhatikan. Pertama tentu saja cek ketebalan kampas rem, bisa telah menyentuh batas pemakaian, yaitu cerukan di permukaan kampas maka itulah saatnya ganti.  “Untuk minyak rem mesti diganti tiap 24.000 km atau sekitar 3 tahun,” lanjut Andang. Untuk rem depan bisa pakai minyak rem DOT 3 atau DOT 4, sedang rem belakang wajib DOT 4.

Terakhir menurut mekanik yang tinggal di Rawabelong, Jakbar ini mesti diperiksa seluruh kekencangan baut rangka. “Untuk pengerjaan servis besar ini waktunya sekitar 3 hari,” tutupnya. (motor.otomotifnet.com)

Daftar harga komponen fast moving
Kampas rem : Rp 212 ribu
Kampas kopling : 410 ribu/set
Filter oli : Rp 90 ribu
Filter udara : Rp 38 ribu
Bohlam : Rp 80 ribu (Philips)
Kabel kopling : Rp 30 ribu (KLX)
Ring piston : Rp 238 ribu
Keteng : Rp 417 ribu
Rantai : Rp 1,03 juta
Gir depan : Rp 227 ribu
Gir belakang : Rp 309 ribu
Sumber : Kawasaki Ciledug 021-7309589




EDITOR

Otomotifnet

Top