Kamis,22 Okt 2015 07:00 WIB

Penulis: pewete pewete

Setting Riding Position Motor Trail. Ikuti Empat Langkah Dasar

Foto: OTO-KETUT

Setting Riding Position Motor Trail. Ikuti Empat Langkah Dasar

Bali - Posisi berkendara di atas motor trail adventure atau motocross sangat penting, bukan hanya menentukan kenyamanan tapi juga berpengaruh pada ketahanan fisik ketika berada di medan berat.

“Ada 4 bagian yang harus diperhatikan, sebenarnya relatif sederhana tapi pengaruhnya besar,” buka Tjokorda Vicky Wibisana Sudharsana, pemilik team sekaligus sekolah motocross Bali MX. “Bisa dilakukan sendiri kok, sangat mudah namun harus tahu aturannya” imbuh Tjok Vicky, begitu pria ramah ini biasa disapa.

Yuk kita lihat langsung foto-foto di bawah ini! (motor.otomotifnet.com)

01. Posisikan motor dalam keadaan standar tengah. Bisa menggunakan jackstand. Lalu pengendara naik dan posisikan badan selaras dengan posisi footstep.


02. Pada posisi duduk sempurna akan langsung diketahui posisi setang sudah pas atau belum. Jika kurang tinggi, bisa ditambah raiser. Jika terlalu tinggi harus diganti dengan setang yang tekukannya rendah. Idealnya, ketinggian setang tidak terlalu tinggi melebihi pusar, jadi sangat tergantung tinggi pengendara.

“Jika sudah aman, berikutnya tinggal seting posisi setang, masuk atau keluar” terang Tjok Vicky. “Seting dulu dari posisi nol, jika kurang tinggal geser maju atau mundur. Biasanya antara 0 sampe in + 2 jarang sampai out” jelasnya.


03. Lanjutkan setting posisi tuas kopling dan rem depan. Langkah ini cukup simpel, cukup duduk di atas motor dan rasakan ketika tangan meremas kopling atau rem. ”Usahakan rata atau sedikit turun untuk mengantisipasi ketika riding berdiri.

Agar posisi jari tidak terlalu nekuk ke atas saat berdiri,” beber Tjok Vicky. “Jika terlalu nekuk ke bawah juga berpengaruh pada akses pergelangan tangan membuka gas jadi terbatas,” wantinya.


04. Berikutnya adalah seting posisi tuas persneling dan rem belakang. “Untuk setingan ini usahakan pakai sepatu yang biasa dipakai karena sangat berpengaruh pada posisi,” wanti keturunan Raja Ubud ini. Rasakan ketika pindah gigi dari satu hingga top gear apakah nyaman atau tidak.

“Jika sudah aman selanjutnya atur posisi rem belakang, jangan sampai tidak ada jarak yang menyebabkan rem tertekan terus dan berpotensi blong ketika panas atau sebaliknya,” jelas pria yang bermarkas di Jl Drupadi, Renon, Denpasar, Bali ini.


Bali MX : 081904079000

EDITOR

Otomotifnet

Top