Kamis,20 Agust 2015 12:00 WIB

Penulis: pewete pewete

Tes Filter Udara Custom Suzuki Satria F150, Mirip Kendi Maksimalkan Suplai Udara

Foto: OTO-TEGUH

Tes Filter Udara Custom Suzuki Satria F150, Mirip Kendi Maksimalkan Suplai Udara


Fungsinya untuk mengarahkan dan menyimpan udara sesaat, saat suplai udara dibutuhkan kembali bisa cepat terpenuhi


Jakarta - Karyawan swasta di bidang properti ini enggak cuma jago bikin bangunan, tapi juga senang oprek motor. Salah satu inovasi yang dilakukan Dendi Indratno bermula dari Suzuki Satria F150 keluaran 2004 miliknya yang performannya mulai kendor.

“Untuk itu, saya mencoba membuat sebuah trik agar kembali ngacir tanpa menaikkan kapasitas mesin alias bore-up,” buka Dendi, sapaannya.Idenya adalah memenuhi kebutuhan suplai udara yang pas dengan korekan mesin yang dilakukan. Jika biasanya menambah suplai udara dengan open filter, Dendi tak mau melakukan hal yang sama.

Cara sederhana ini Ia anggap hanya mampu memberikan pasokan udara banyak dan cepat, namun cepat pula terbuang ketika rpm turun. Solusinya, moncong semacam velocity stack dibuat. Fungsinya untuk mengarahkan dan menyimpan udara sesaat, saat suplai udara dibutuhkan kembali bisa cepat terpenuhi.


Bentuk filter custom prototipe ini mirip kendi, namun fungsional di mesin standar maupun yang sudah upgrade

Bentuknya panjang dan ada bulatan semacam tembolok di dekat moncong karbu, mirip ‘kendi’, Bagian dalamnya menyerupai kipas turbin yang bertujuan agar udara bisa lebih fokus dan mengarah langsung pada moncong karburator.

“Fungsi peranti ini untuk menahan udara sesaat di ruang tersebut agar tidak terbuang semua. Sehingga udara yang akan masuk ke karbu lebih cepat dan fokus ke karbu,” jelas warga Depok, Jabar yang sudah memiliki ide ini dari tahun 2010. Karena dilakukan sambil bekerja dan gak fokus, makanya baru akhir tahun 2014 mulai digarap kembali hingga akhirnya menemukan setingan yang pas.


Desain dalam dibuat layaknya kipas turbin, sehingga pasokan udara yang masuk bisa lebih fokus

Sedang pembuatannya gak mememerlukan banyak biaya, hanya Rp 100 ribuan.Untuk meyakinkan hasil kreasinya, dilakukan pengetesan di atas dynamometer Dynojet 250i. Hasilnya cukup signifikan, namun grafik yang dikeluarkan belum halus alias bergelombang. Kemungkinan ada kendala di sektor roda, bisa permukaan ban gak rata atau rantai kendur.

Hasilnya, power puncak 16,19 dk @ 10.900 rpm. Sedang torsi, diawal buka gas sempat turun, tapi naik kembali di rpm 9.200 dan menyentuh angka 11,73 Nm. Bandingkan dengan tenaga standarnya yang hanya 12,89 dk @ 8.900 rpm dan torsi di 10,71 Nm @ 7.900 rpm. Artinya ada kenaikan tenaga sebesar 3,3 dk dan torsi 1,02 Nm.

Ubahan Mesin Sederhana
Wajib diketahui, bahwa mesin sudah mengalami ubahan. Karbu direamer jadi 28 mm, pilot jet 35 dan main jet 110, koil Kawahara, paking kepala silinder pakai satu dan paking blok bawah dilepas untuk mendapatkan kompresi lebih tinggi.

Sedang di area pembuangan, leher knalpot custom dengan silincer standar. Simpel saja kan, tapi kenaikan tenaganya signifikan. Barangkali ada yang minat jadi pemodal untuk dijual massal?
• (otomotifnet.com)

Data test
Standar 12,89 dk/8.900 rpm 10,71 Nm/7.900 rpm
Filter custom 16,19 dk/10.900 rpm 11,73 Nm/9.200 rpm


Peranti pengkabut alias karburator direamer 28 mm, dengan setingan pilot jet 35 dan main jet 115


Paking head hanya pakai satu, aslinya 3 lapis dan paking blok gak dipakai


Mengaplikasikan koil Kawahara, pembakaran lebih optimal


Leher knalpot custom, tapi masih pakai silencer standar




EDITOR

Otomotifnet

Top