Kamis,29 Okt 2015 15:45 WIB

Penulis: pewete pewete

Tes Pro ECU Daytona Yamaha YZF-R25, Plug And Play Power Naik!

Foto: OTO-AANT

Tes Pro ECU Daytona Yamaha YZF-R25, Plug And Play Power Naik!


Banyak macam Yamaha Genuine Accessories, salah satunya ECU Daytona ini, bagaimana performanya? Ini pengetesannya


Jakarta - Salah satu aksesori resmi pendongkrak performa yang ditawarkan Yamaha untuk YZF-R25, ada ECU standalone lansiran Daytona berlabel Pro ECU. Merek ini melengkapi pilihan produk sejenis yang ada di pasaran, seperti aRacer asal Taiwan, sedang piggyback ada Power Commander V.

Sebagai ECU standalone, tentu Pro ECU ini menawarkan kemampuan yang bisa dioprek semua sisi. “Tak hanya mengubah pasokan bensin dan timing pengapian. Limiter rpm sampai injektor timing bisa diubah dengan mudah,” terang Ricky, Assistant Manager R&D Marketing PT Daytona Azia, selaku produsen ECU ini.

Untuk mengubah semua parameter, dilakukan menggunakan software yang tentu saja mesti di-istall dulu di laptop atau komputer. “Sofware ada di CD yang didapat saat pembelian,” terang Fariz Aldino, R&D Marketing Manager PT Daytona Azia sambil bilang harga ECU ini Rp 3,9 juta.


Pasang plug and play lalu diukur, hasilnya lumayan nih

Kendati semua parameter bisa diubah, namun Ricky menyarankan jika motor masih standar atau hanya ubahan ringan, cukup pakai map yang telah ada di dalam ECU. “Sudah disiapkan map dengan setingan terbaik, kalau hanya ganti knalpot saja enggak perlu diseting ulang.

Kalau modifikasi lebih berat, untuk memudahkan tersedia juga map di website, tinggal didownload sesuaikan dengan ubahan motor lalu di-istall ,” sarannya. Karena jika enggak hati-hati dalam penyetingan, dikhawatirkan mesin malah mengalami kerusakan.

Penasaran dengan performa yang ditawarkan ECU Daytona ini? Untuk menjawabnya, OTOMOTIF melakukan pengujian di markas Daytona di Cibitung, Bekasi, Jabar. Pengetesan menggunakan R25 dari Yamaha dalam kondisi standar.

Untuk mengukur performa, digunakan dynamometer merek Dynostar. Pengukuran dilakukan beberapa kali run sampai didapat angka terbaik. Bagaimana hasilnya? Dalam kondisi standar, R25 berwarna putih biru ini menghasilkan tenaga 29,6 dk di putaran mesin 10.544 rpm, sedang torsi 20,4 Nm di kitiran 9.981 rpm.

Terlihat di grafiknya mulai 10.500 rpm tenaga datar lalu menurun. Kondisi AFR mulai 11.300 terbaca sangat basah bahkan sampai 12,3:1, sebelum itu rata-rata 12,5:1. “Agar performa meningkat, mapnya kami ubah, agar AFR rata 12,7:1 naik-turun 0,2,” lanjut Ricky.

Kemudian langsung ganti ECU, langsung plug and play dan kembali diukur. Kali ini peak power naik jadi 31,2 dk @12.032 rpm dan torsi 20,7 Nm @9.972 rpm. Menariknya setelah 10.500 rpm grafiknya jadi terus naik dan baru menurun setelah 12.000 rpm. “Lihat juga ada titik dengan perbedaan power terbesar, tepatnya di 11.900 rpm antara 28,7 dk dibanding 31 dk, ada beda 2,3 dk,” tunjuk Ricky. • (otomotifnet.Com)


Cobain juga pakai knalpot Daytona full system, tenaga kembali naik

GANTI KNALPOT

Daytona juga menyediakan knalpot sebagai genuine accessories untuk R25, nah sekalian dites digabungkan dengan ECU. Apa benar knalpot yang dijual di dealer Yamaha RShop Rp 3,32 juta ini meningkatkan performa?

Setelah beberapa kali run, didapat angka terbaik 32,3 dk @12.210 rpm dan torsi 21 Nm @9.911 rpm. Peningkatan performanya cukup signifikan di semua rentang putaran mesin. Lalu perbedaan terbesar ada di 13.000 rpm, 26,5 dk berbanding 30,3 dk. • (otomotifnet.com)



Penyetingan pakai laptop, semua parameter bisa diubah

 


Grafik performa, ada perbedaan cukup signifikan dibanding standarnya

EDITOR

Otomotifnet

Top