Kamis,25 Agust 2016 19:23 WIB

Penulis: otomotifnet

Tips Pilih Busi Panas atau Dingin? Ikuti Kode Standar

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Kode bisa dilihat pada bagian samping busi

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Pakai busi iridium yang tepat bikin elektroda lebih bersih sehingga umur pakai lebih panjang

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Khusus busi Denso kode panas-dingin angkanya puluhan. 22 ke bawah tergolong busi panas sedangkan 24 ke atas merupakan busi dingin

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    NGK konsisten hadirkan busi iridium untuk sepeda motor

Jakarta - Salah satu busi yang sedang naik daun dipercaya mampu meningkatkan performa adalah tipe iridium. “Enggak cuma buat balap, busi iridium juga bisa dipakai harian,” buka Agus Tan, GM Sales & Marketing PT NGK Busi Indonesia yang sedang gencar memasarkan busi iridium untuk motor harian. 

Menurut pria ramah ini, keunggulan pakai busi iridium buat harian adalah pengapian lebih fokus sehingga pembakaran makin sempurna.

“Efeknya tenaga lebih responsif dan karbon di ujung elektroda lebih sedikit sehingga umur busi juga lebih panjang,” bebernya.

Meski begitu, masih ada yang beranggapan jika busi iridium ini adalah busi balap yang memiliki spek dingin, jadi kurang pas untuk harian. Ups, enggak sepenuhnya benar. Untuk memastikan tinggal intip kodenya, lalu sesuaikan dengan spek mesin standar.

Misalnya pada busi Iridium NGK dengan kode CR9EIX. Angka 9 di tengah menunjukan angka panas.

“Pada NGK, angka 7 ke atas tergolong busi dingin sedangkan 6 ke bawah merupakan busi panas,” jelas Zulfikar Toto Widiyantoro, Staff Marketing PT NGK Busi Indonesia.

Busi dingin lebih cocok dipakai pada mesin balap yang digeber ekstrem sehingga suhu mesinnya selalu tinggi, sedang busi panas cocok untuk motor harian yang kondisi mesin tak terlalu panas.

“Kalau busi dingin dipakai di motor harian, bisa susah hidup saat distarter, performanya enggak maksimal dan akan terjadi endapan karbon di elektroda,” terang Izul sapaan akrabnya. “Sedang pemakaian busi panas di motor balap bisa bikin overheat,” sambungnya.

Jadi sesuaikan saja kodenya dengan spesifikasi standar bawaan motor. “Kalau mau pakai busi dingin buat harian tidak masalah asalkan hanya naik 1 step, misalkan busi standar berada di angka panas 7 dan pakai angka 8 boleh saja. Tapi jangan langsung naik 2 step,” yakinnya.

“Sedang aplikasi di balap, kode menyesuaikan setingan mesin dan cuaca. Misalkan debit bensin dibuat basah maka pakai busi golongan panas. Kalau untuk balap biasanya pakai tengah–tengah, NGK kode 8,” sahut Teguh Achiryan dari Al–Yamin Speed Shop yang ada di bilangan Kampung Makasar, Jaktim.

Sedang arti kode yang lain adalah sebagai berikut. Pada NGK CR9EIX, C merupakan kode ukuran ulir 10 mm, R menunjukan busi ini merupakan jenis busi resistor, angka 9 menunjukan angka panas. E artinya panjang ulir busi ini 19 mm, yang terakhir IX merupakan kode busi dengan bahan elektroda dari iridium. (Otomotifnet.com)

EDITOR

Dimas Pradopo

Top