Kamis,7 Jan 2016 13:12 WIB

Penulis: parwata

Upgrade Performa Kawasaki Vulcan S Enggak Dar Der Dor Lagi!

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Penambahan piggyback Dynojet PCV ini solusi nembak dan bisa dongkrak power

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Saat menggunakan knalpot slip on saja tanpa piggyback, jadi nembak-nembak saat tutup gas

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Grafik hasil tes

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Performa Kawasaki Vulcan S Enggak Dar Der Dor Lagi!

Jakarta - Kawasaki Vulcan S bergaya cruiser punya riding position nyaman dan performa mesin 2 silinder segaris 650 cc yang cukup responsif. Meski begitu, Resky Agusta mengaku suara motornya kurang gahar. “Enggak betah pakai motor standar ting-ting, bunyi knalpotnya terlalu halus. Ketika ngebut berasa kayak bawa Ninja 250 doang," bukanya. Solusinya knalpot racing tipe slip on sengaja dipasang. Karena masih jarang klnapot racing untuk Vulcan S, Termignoni Carbon yang peruntukannya untuk Kawasaki ER-6n sengaja dipilih karena basik mesin dan memiliki diameter pipa knalpot sama. "Sebenarnya bisa saja bikin di tukang knalpot, tapi kesannya jadi biasa saja karena tidak dibuat dengan material yang bagus," papar Rezky panggilan akrab siempunya Vulcan S ini.

Setelah dipasang, masalah muncul. “Karena cuma ganti silincer doang, efeknya malah jadi nembak-nembak karena kekurangan pasokan bahan bakar. Disamping itu tidak terlalu berpengaruh pada performa mesin," jelas Koko Nugraha dari Sportisi Motorsports (SM). Solusinya, suplai bahan bakar ditambah. Koko menyarankan untuk memasang piggyback agar pasokan bensin yang diatur oleh ECU bisa dimanipulasi. Piggyback Dynojet PCV dipasang sembari dilakukan seting ulang air fuel ratio (AFR) agar sesuai dengan kebutuhan mesin. "Seting AFR pada Vulcan S ini saya patok untuk rpm bawah 13,5:1, tengah 13,2:1 dan atas 12,9:1 agar power bawah ke tengah lebih maksimal," papar pria berkulit putih ini.

Karena OTOMOTIF penasaran dengan hasilnya, langsung diuji di atas dynamometer Dynojet tipe 250i milik SM, Hasilnya power naik 1 dk, sedang torsi juga naik 1 Nm. Terlihat dari grafik power puncaknya sekarang 53,35 dk pada rpm 7.700 dan torsi 55,39 Nm pada rpm 5.300, power bawahnya lebih cepat dari standar. Dari grafiknya terlihat tidak terlalu signifikan peningkatan power dan torsi puncaknya, namun linear lebih tinggi di setiap putaran mesin. "Saat dibawa jalan baru terasa torsinya lebih ngejambak dari standarnya,” yakin Rezky. Dan yang paling penting enggak nembak lagi!• (otomotifnet.com)

Sportisi motorsports : 081315733333  

Data tes:

Spek            Power           Torsi

Standar        52,88 dk         54,65 Nm

Upgrade       53,35 dk         55,39 Nm

EDITOR

Dimas Pradopo

Top