Senin,1 Feb 2016 12:12 WIB

Penulis: Admin OTOMOTIFNET.COM

Upgrade Performa Mocil GP, Kunci Makin Gesit

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Karbu direamer dan ditambal,bentuknya mirip velocity agar udara lebih terarah

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Kiri kampas racing, kanan kampas standar. Yang racing lebih menggigit

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Knalpot ini punya karakter suara berisik namun power keluar dengan sempurna

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Spuyer dirojok karena belum ada yang jual, jangan sampai kebablasan!

Jakarta - Balap motor kecil (Mocil) GP masih seru dan sudah enggak level pakai mesin standar karena pasti ditinggal jauh. Hampir semua yang turun di sirkuit Pitstop Karting, Pantai Indah Kapuk sudah full korekan, agar keluar tikungan langsung ngacir. Salah satu yang tercepat adalah andalan Anjany Racing (AR) ini. Penasaran ubahannya? Gasss terus! • (otomotifnet.com)

Blok Silinder
Tentunya dimulai dari blok silinder, karakternya sangat ditentukan di sini. Angga Kurniawan owner AR menjelaskan jika inlet dan exhaust dikorek lebih halus, sayangnya mantan pembalap ini enggan merinci tinggi lubang buangnya. “Rahasia dapur,” kekehnya.

Bahan Bakar
Busyet, bau asapnya persis era balap underbone 2-tak tahun 2000an! Ternyata Mocil GP garapan AR pakai bensol! “Tujuannya agar mesin lebih dingin, maklum hanya mengandalkan udara sebagai pendingin mesin. Tidak seperti Polini yang pakai radiator,” tutur penggemar celana pendek ini. Hasilnya, digeber 15 menit tiap race enggak pernah piston macet karena overheat.

Kampas Kopling
Kampas koplingnya mirip bebek, model sentrifugal tanpa mekanisme perpindahan gigi. Dari kruk as langsung disalurkan ke kampas kopling yang kemudian akan menggigit mangkok kopling dan berlanjut ke gear dan rantai menggerakan ban belakang. Sayang per kopling standarnya kurang kuat dan mudah selip. “Komponen ini harus ganti versi racing, bedanya pada bahan yang lebih keras sehingga awet dan gak selip. Keluar tikungan lebih ngacir,” terangnya.

Karburator
Menambah suplai bahan bakar harus akal-akalan. Venturinya direamer mentok, dari 12,9 mm jadi 16,5 mm. “Mulut karbunya juga ditambal dan dibentuk  menyerupai velocity agar udara yang masuk lebih terarah,” yakin Angga.

“Spuyer harus dirojok karena belum ada yang menjual spuyer kit-nya. Ini yang repot, rojoknya harus bertahap dan pakai perasaan supaya gak kelewat
gede,” wantinya.

Knalpot
Oprekan mesin yang sudah dilakukan klop dipadu knalpot buatan AR ini, suaranya memang berisik tapi dijamin powernya makin galak

Data Akselerasi
Penasaran kan seperti apa perbedaan akselerasinya? Kali ini OTOMOTIF menggunakan data logger QSTARZ LT-Q6000 untuk mengukur responnya dari berhenti sampai jarak 40 meter. Pendek memang, tapi trek di sirkuit ini juga tak terlalu panjang. Hasilnya, versi standar butuh 6,6 detik di 35 km/jam sedang yang korekan hanya 5,5 detik pada 40 km/jam. Sebagai catatan, beda 1 detik untuk motor sekecil ini sudah sangat signifikan, selain itu, diputaran atas versi oprekan juga lebih teriak dan tenaganya ngisi terus. Mantab!

Data test
0 - 40 meter
Standar : 6,6 detik @ 35 km/jam
Korek : 5,5 detik @ 40 km/jam

Daftar Belanjaan
Korek blok + reamer karburator : Rp 1 juta
Knalpot racing : Rp 450.000
Kampas kopling racing : Rp 200.000

Anjany racing : 08129456913

EDITOR

Dimas Pradopo

Top