Minggu,8 Nov 2015 16:20 WIB

Penulis: pewete pewete

Upgrade Performa Yamaha YZF-R15, Instan Dongkrak 2,2 dk!

Foto: OTO-AANT

Upgrade Performa Yamaha YZF-R15, Instan Dongkrak 2,2 dk!



Dua aksesori ini dijual di bengkel resmi. Bagaimana efeknya jika dipasang? Ini dia hasil tesnya


Jakarta - Dalam daftar aksesori resmi Yamaha untuk YZF-R15, di antaranya berguna untuk mendongkrak performa. Sebut saja knalpot dan ECU standalone. Nah OTOMOTIF penasaran dengan efeknya jika dipasang, benarkah bisa menaikkan performa?

Kali ini dicoba produk Daytona, baik knalpot maupun ECU. Sedang di daftar resmi aksesori ada juga merek lain, untuk knalpot ada Hitman dan Sakura. Sementara ECU di pasaran ada pula brand BRT Juken. Untuk mengetahui perubahan performa, digunakan dynamometer Dynostar.

Motor yang dipakai R15 dalam kondisi baru pinjaman dari Yamaha Indonesia. Sebelum ganti knalpot dan ECU, dianalisa dahulu kondisi standarnya. Setelah beberapa kali run, didapat tenaga maksimal 14,3 dk di putaran mesin 8.553 rpm dan torsi 13,1 Nm di 7.271 rpm.

Yang perlu jadi catatan, ternyata dalam pengukuran bukaan throttle 100% ini, kondisi AFR (Air to Fuel Ratio) di putaran bawah sampai menengah (7.000 rpm) tampak kering, di sekitar 14,7:1, setelah itu baru menurun di kisaran 13:1.

“Kemungkinan besar Yamaha mengeset agar saat digunakan harian irit, karena lebih sering pakai putaran bawah sampai menengah, namun saat gas dibetot tetap terasa bertenaga,” analisa Ricky, Assistant Manager R&D Marketing PT. Daytona Azia, produsen Daytona yang membantu melakukan pengukuran. Bagaimana setelah ganti ECU dan knalpot? • (otomotifnet.com)


ECU Android, sudah dilengkapi Bluetooth yang bisa dilepas

ECU Standalone
Ada 2 jenis ECU Daytona untuk R15, yaitu Android dan Pro ECU. Kali ini dicoba yang Android, karena lebih terjangkau (Rp 1,6 juta) dan menarik bisa diset pakai smartphone. Aplikasi tinggal download di Play Store lalu kalau mau seting tinggal koneksikan dengan Bluetooth.

Untuk motor standar, menurut Ricky pemakaian tinggal plug and play. “Sudah disiapkan map terbaik untuk kondisi standar, kecuali sudah bore up atau ubahan lebih berat, baru deh harus seting, ganti knalpot pun enggak perlu,” terang Ricky lagi. Makanya karena yang dites motor standar, tinggal colok dan gas.

Hasilnya tenaga maksimal naik jadi 14,6 dk @8.679 rpm dan torsi 13,1 Nm @7.323 rpm. Loh kok kenaikan peak power sedikit? Eits lihat dahulu grafiknya, ternyata perubahan besar ada di putaran bawah sampai menengah, karena AFR dikoreksi jadi sekitar 12,8:1 untuk mengejar performa. Makanya di sektor ini tampak ada kenaikan terbesar 0,7 dk di 6.200 rpm.


Knalpot Daytona, suaranya cukup memekakkan telinga

Knalpot
Agar makin memuaskan, percobaan lanjut dengan ganti knalpot Daytona full system yang dijual Rp 1,32 juta. Saat pakai ECU standar, penggunaan knalpot ini berhasil mengail tenaga jadi 15,1 dk @8.557 rpm dan torsi 13,9 Nm @7.077 rpm. 

Bagaimana jika digabungkan dengan ECU Android? Ternyata performa kembali naik. Tenaga maksimal jadi 15,3 dk @8.770 rpm dan torsi 14,1 Nm @6.836 rpm. Kenaikan performa terbesar ada di 6.000 rpm, dengan beda 2,2 dk. Sebesar itu tentu sangat terasa saat dipakai di jalan.


Mau ubah jumlah pasokan bensin, limiter dan sebagainya? Pakai smartphone saja



Grafik pengukuran pakai dyno, kelihatan bedanya kan?


EDITOR

Otomotifnet

Top