Kamis,29 Okt 2015 10:33 WIB

Penulis: pewete pewete

Aplikasi Water Printing dan Water Decal, Pilih Mana?

Foto: OTO-Bob

Aplikasi Water Printing dan Water Decal, Pilih Mana?


Masing-masing metode punya kelebihannya


Jakarta - Boleh jadi Anda tidak asing dengan metode water printing dan water decal. Tapi sebenarnya masih banyak yang salah kaprah dan menganggap bahwa dua metode tersebut merupakan metode yang sama. Seperti yang dijelaskan oleh Andre Christian, salah satu pemilik dari Jago Water Print.

“Untuk metode water printing ini digunakan untuk memberikan motif kepada permukaan komponen kendaraan yang ingin dirubah tampilannya. Dalam melakukan proses ini dibutuhkan 3 bahan utama, yaitu air, kertas film khusus water printing dengan motif yang diinginkan, dan cairan aktivator. Banyaknya penggunaan ketiga bahan tersebut disesuaikan dengan ukuran komponen.”


Printing motif diaplikasikan secara merata

Dijelaskan oleh Andre, prosesnya pengerjaan water printing ada beberapa tahap, pertama permukaan komponen yang akan melalui proses water printing dibersihkan serta dihaluskan terlebih dahulu menggunakan ampelas. Kedua, siapkan air secukupnya dalam wadah, kemudian taruh kertas film motif di atas air.

Setelah 1 menit pastikan kertas film mengapung di atas air dan tidak ada gelembung udara, lalu semprotkan cairan aktivator. Setelah itu, celupkan komponen ke dalam air yang berisi kertas film, secara otomatis motif akan langsung menempel pada komponen. Untuk menjaga motif tahan lama ketika diaplikasikan kepada komponen, clear coat atau pernis disemprotkan secara merata.

Setelah itu, diamkan untuk beberapa jam, untuk memberi waktu pernis untuk mengeras. Kelebihan lain dari water printing adalah dapat di aplikasikan di berbagai macam permukaan komponen, contohnya plastik jenis ABS dan PP yang sering ditemui di motor.

KESULITAN UTAMA

Kesulitan utama dalam proses water printing dapat ditemui ketika pencelupan komponen, oleh karena itu harus dilakukan secara hati-hati, karena jika dilakukan secara asal motif yang ditransfer ke komponen tidak akan terlihat bagus. Jika sudah begitu, proses harus diulang kembali dari awal.

Sedangkan kalau untuk water decal proses pengerjaannya lebih rumit, mulai dari membuat desain secara digital printing, serta aplikasinya yang harus presisi untuk mengejar hasil yang diinginkan.Saat ini metode water decal umumnya digunakan untuk mendesain ulang grafis pada helm.



Nah, salah satu tempat yang dapat melakukan ini adalah Ronita Digital Printing, yang berlokasi Pondok Benda, Pamulang. Dari penuturan Irfan, kepala toko Ronita Digital Printing, “Metode pengerjaan yang menggunakan water decal, kami hanya fokus pada helm.

Karena mengejar hasil yang terbaik kami merujuk pada metode yang digunakan oleh pabrikan helm.” Prosesnya aplikasinya, desain grafis yang diinginkan di print di kertas yang memang khusus water decal. Pada saat aplikasi ke helm, kertas khusus tersebut dibasahi terlebih dahulu dengan air, kemudian barulah grafis ditempelkan ke helm.

Setelah aplikasi desain grafis sudah dirasa presisi, barulah disemprot dengan clear coat (pernis). Walaupun lebih sulit tetapi, kelebihan dari water decal adalah, penggunaan desain yang lebih variatif dibanding water printing. Karena desain bisa dibuat sendiri dan hasil yang lebih presisi dibanding metode lain.



“Untuk desain kami banyak menerima pesanan untuk mengubah grafis helm lokal menjadi grafis helm-helm terkenal, salah satunya adalah grafis helm Shoei Marq Marquez.” Tetapi tidak seperti water printing, ada keterbatasan ukuran dalam melakukan metode water decal.

Harga yang ditawarkan untuk kedua metode di atas bervariasi, Khusus Jago Water Print, mereka tidak menerima order pengerjaan jika jumlahnya sedikit, tetapi bagi yang tertarik bisa pesan paket langsung ke mereka untuk membeli kit water printing seharga Rp 385 ribu. Dalam kit tersebut Anda akan mendapatkan 6 meter persegi kertas film serta satu kaleng cairan aktivator.

“Jika belum mengerti cara melakukannya jangan khawatir, karena akan gratis kami ajarin,” pungkas Andre. Sedangkan water dacal, karena pengerjaannya yang lebih rumit, jelas harganya lebih mahal. “Untuk pengerjaan helm, Ronita mematok harga berkisar dari Rp 1 juta sampat Rp 1,5 juta, tergantung jenis helm dan kesulitan grafisnya,” aku Irfan.

Walaupun relatif mahal, sepertinya tidak menyurutkan animo masyarakat untuk mengubah grafis helm mereka, karena menurut pengakuan Irfan, orderan bisa mencapai 50 unit dalam sebulan. • (otomotifnet.com)

Jago Water Print. Telp. (021) 718-2888
Ronita Digital Printing. Telp. 021-93258116




EDITOR

Otomotifnet

Top