Jumat,28 Okt 2016 04:30 WIB

Penulis: Dimas Pradopo

Laporan Langsung Dari Malaysia

Etape Kedua Honda Asian Journey, Lintas Pulau Lintas Negara Dalam Satu Hari

  • Foto: Honda

    Hari-ke-2-Honda-Asian-Journey-201

  • Foto: Honda

    Hari-ke-2-Honda-Asian-Journey-201

  • Foto: Honda

    Hari-ke-2-Honda-Asian-Journey-201

  • Foto: Honda

    Hari-ke-2-Honda-Asian-Journey-201

Penang, Malaysia - Lama riding di hari kedua Honda Asian Journey 2016 (27/10) memang singkat, jaraknya juga enggak lebih dari 180 km, tapi pengalamannya bisa dibilang seru karena bukan cuma lintas pulau tapi juga lintas negara. Naik motor semua? Enggak sih hehe..

Bertolak dari Phuket di pagi hari, rombongan naik pesawat menuju ke Hat Yai. Pesawat baling-baling yang kami tumpangi terbang rendah menawarkan pemandangan indah di kepulauan pesisir selatan Thailand. Setelah mendarat perjalanan dilanjutkan persiapan untuk riding.

Hari-ke-2-Honda-Asian-Journey-201
 

Motor-motor yang telah disiapkan panitia dibagikan pada peserta, unitnya persis yang dipakai pada sesi safety riding sehari sebelumnya. Honda 500 series, duet CB650F dan CBR650F, line up model dengan transmisi dual clutch juga tersedia mulai dari NM-4 Vultus, NC700, NC750X bahkan VFR1200. Barisan motor 6 silinder boxer, Honda Goldwing F6C sampai F6B juga bisa dicoba. Si klasik CB1100 terbaru dan motor adventure Africa Twin bisa juga digunakan.

Perjalanan dimulai dengan menuju perbatasan negara Thailand - Malaysia di daerah Sadao, Bukit Kayu Hitam. Sedikit ketat dan butuh waktu mengantri panjang di perbatasan ini. Ternyata butuh waktu karena sebagai pengendara sepeda motor, proses pengecekan paspor dan dokumen lainnya harus dilakukan satu persatu oleh masing-masing rider.

Setelah selesai di Thailand, diikuti proses yang sama ketika hendak masuk ke Malaysia. "Udah gitu panasnya, banget," tutur Hesman Putra, salah satu rider dari Indonesia yang membesut Honda NC700.

Hari-ke-2-Honda-Asian-Journey-201
Di imigrasi harus parkir dulu lalu mengantri untuk pindah negara

Panas ini juga jadi tantangan buat semua peserta karena membuat stamina terkuras. Sedang trek yang dilalui hampir semua lewat jalan tol, kombinasi aspal mulus dan trek lurus panjang membuat perjalanan terasa cepat. Totalnya sekitar dua jam perjalanan dengan satu kali berhenti untuk makan siang.

"Di trek lurus bisa lari konstan 160 km/jam, tapi enggak berani lebih, anginnya besar banget. Motor yang saya pakai enggak ada fairingnya," kekeh Nurul Maruf, rider asal Pekanbaru yang ikut dalam rombongan.

Hari-ke-2-Honda-Asian-Journey-201
Ups, ada Africa Twin, akan masuk Indonesia tahun depan?
Hari-ke-2-Honda-Asian-Journey-201
Kondisi jalanan dominan lurus dengan kecepatan konstan lebih dari 110 km/jam

Masuk ke Penang, Malaysia langsung disambut dengan jembatan yang khas kota wisata ini, dan rombongan berakhir di Gurney Paragon, Malaysia. Perjalanan belum berakhir, besok masih ada perjalanan ke Kuala Lumpur. Seru!

Honda Asian Journey sendiri adalah turing lintas negara yang diikuti oleh 60 pecinta big bike Honda dari berbagai negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, Vietnam dan Malaysia.

Rutenya, dari Sadao, Thailand finish di Malaysia untuk menyaksikan gelaran MotoGP di sirkuit Sepang. Tahun ini Indonesia dapat slot 20 rider, 10 untuk konsumen setia big bike Honda, sisanya adalah jurnalis termasuk OTOMOTIF dan perwakilan dari PT Astra Honda Motor (AHM).

Konsumen yang terpilih adalah mereka yang telah membeli motor besar Honda di jaringan Big Wing Honda di seluruh Indonesia dan kemudian melakukan pendaftaran. 10 pendaftar pertama berhak ikut serta dan mencoba beragam line up motor besar Honda.

"Dengan mengikuti Honda Asian Journey 2016, peserta mendapatkan pengalaman menarik. Yaitu mengikuti pelatihan safety riding di Phuket sekaligus mencoba motor-motor besar Honda," kata Toshiyuki Inuma, Presiden Direktur PT AHM. (Otomotifnet.com)

 

EDITOR

Dimas Pradopo

Top