Rabu,26 Okt 2016 20:30 WIB

Penulis: Dimas Pradopo

Laporan Langsung Dari Thailand

Mau Turing Naik Moge, Ingat Kembali Empat Teknik Dasar Ini

  • Foto: Popo

    Safety Riding Honda Asian Journey 2016

  • Foto: Popo

    Safety Riding Honda Asian Journey 2016

  • Foto: Popo

    Safety Riding Honda Asian Journey 2016

Phuket, Thailand - Rangkaian turing Honda Asian Journey 2016 di hari pertama (26/10) dibuka dengan pembekalan safety riding. Lokasinya di Honda Safety Riding Park di Phuket, Thailand, salah satu fasilitas safety riding terbaik Honda dengan fasilitas paling lengkap.

"Tempat ini adalah Safety Ride Park dengan fasilitas paling baik diantara Honda Safety Centers. Bukan cuma memungkinkan untuk melakukan latihan tapi juga menjadi tempat mendapatkan pengalaman menyenangkan meningkatkan skill di atas big bike. Ini adalah tempat yang cocok untuk latihan yang menyenangkan untuk perjalanan turing yang aman," buka Yoichi Mizutani President of A.P. Honda Co., Ltd, agen pemegang merek Honda di Thailand.

Nanti kita ulas sendiri ya Honda Safety Riding Park di Phuket! Tapi sabar... Kita dengarkan dulu materi safety riding yang diberikan oleh para instruktur. Ada beberapa poin utama yang diingatkan kembali untuk para moge Honda yang akan turing dari Thailand sampai ke Sirkuit Sepang, Malaysia.

Pertama adalah soal pengereman saat panik, diingatkan untuk menggunakan rem depan 70% dan belakang 30%. "Rem dengan smooth, jangan kaget dan terlalu kuat. Untuk ABS tentu akan lebih pendek jarak pengeremannya, lebih aman," tutur salah satu instruktur lokal di sana.

Phylon slalom atau teknik zig-zag juga kembali diberikan. Slalom ini berfungsi untuk melatih reflek saat berkendara di tempat sempit atau tikungan patah. Kuncinya pandangan tetap pada titik belok di depan, jangan gunakan rem depan atau tarik kopling dan selalu buka gas saat akan memindahkan arah motor. Buka gas lalu tutup sambil memindahkan badan bersama dengan motor dan seterusnya menjadi ritme yang berkesinambungan.

Balancing juga dipraktekkan menggunakan narrow plank, semua peserta diminta melewati papan keseimbangan yang sangat sempit. Agar berhasil lolos mudah saja, pastikan mata selalu ada di titik tujuan terjauh, gunakan kopling untuk menambah laju atau tarik jika ingin melaju lebih lambat, lalu badan harus seimbang dan relax .

Yang pasti, instrukur berbahasa Thai dari AP Honda, agen pemegang merek Honda di Thailand, mewanti untuk tidak menggunakan pakai rem depan, gunakan rem belakang saja. Menggunakan rem depan menyebabkan motor menukik dan hilang keseimbangan.

Terakhir adalah menikung dengan aman, caranya pastikan kecepatan sesuai dengan sudut tikungan, jangan terlalu cepat. Kunci yang paling sering dilupakan adalah pandangan mata, pastikan tatapan melihat jauh ke arah jalur keluar tikungan. Untuk kecepatan tinggi, posisi badan boleh codong lebih keluar searah lean angle agar motor lebih mudah diarahkan. (Otomotifnet.com)

 

EDITOR

Dimas Pradopo

Top