Rabu,18 Nov 2015 09:41 WIB

Penulis: pewete pewete

MUSIM HUJAN BERTEDUH SEMBARANG DIGANJAR TILANG

Foto: RIAN

MUSIM HUJAN BERTEDUH SEMBARANG DIGANJAR TILANG



Tanpa penumpukan motor, lalu lintas di kota besar saja sudah macet


Berteduh pun kini harus 'bayar'


Jakarta - Saat ini curah hujan sudah lebih sering turun. Implikasinya, akan terjadi banyak genangan air dan biasanya disertai dengan kemacetan yang panjang. Bahkan kadang membuat simpul yang sulit diurai karena setiap pemakai jalan berebut jalan.

Banyak penyebab yang membuat kemacetan tersebut terjadi. Salah satunya karena begitu banyak pengendara motor yang berteduh, baik di bawah jembatan penyeberangan, flyover, bahkan halte. Sehingga, tumpukan motor yang ‘ditinggal' pengguna berteduh menimbulkan kemacetan.

Menyikapi hal ini, pihak Direktorat Lalu-lintas Polda Metro Jaya akan mengambil langkah tegas. Sebab, ada cukup banyak nilai negatif yang menyertai perilaku demikian. Berikut rincian potensi ganggua serta antisipasinya. • (otomotifnet.com)



Saat berteduh ketika turun hujan, pastikan tidak mengambil badan jalan

MENGAPA MELANGGAR?


Saat hujan mulai turun, tim satgas banjir dari Polda Metro Jaya akan bergerak turun. Memeriksa ruas-ruas jalan yang ada. Selain juga untuk memecah kemacetan, tentu menghindari adanya kejadian lain. Salah satu penyebabnya karena banyaknya pemotor yang memilih berteduh di berbagai tempat. Seperti di bawah flyover, halte, dan tempat lainnya.

Untuk menyikapi kemacetan itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan memberlakukan tilang sebesar Rp 250 ribu. "Tapi tentu tidak langsung tilang. Akan ada imbauan terlebih dahulu dari petugas di lapangan. Jika tidak mau diimbau, kemudian akan diperintahkan mengikuti arahan petugas.



Masih tidak mau juga, maka akan ditilang," sebut Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budiyanto, S.Sos. MH, Kasubdit Bin Gakum Ditlantas Polda Metro Jaya. Menurut pihak kepolisian, dengan tidak menaati arahan petugas, maka dinilai sudah melawan. Hal ini yang digunakan sebagai dasar pengenaan tilang.

Sesuai dengan pasal 282 UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Merujuk pasal 104 ayat (3), setiap pengendara yang tidak mematuhi perintah petugas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).



Dilihat dari ketentuan tersebut, maka dasar pengenaan tilang tersebut bukanlah karena berteduh, namun karena tidak mematuhi perintah dan arahan petugas. Denda sebesar Rp 250 ribu tersebut, "Itu adalah denda maksimal. Keputusannya, nanti tinggal tergantung dari pengadilan. Apakah diberikan denda maksimal atau tidak," ucapnya lagi.

Berteduh di tempat yang tidak seharusnya, jelas tumpukan-tumpukan motor akan memakan badan jalan yang ada. Tidak jarang, yang harusnya bisa dua arah dengan space yang cukup, jadi habis tinggal 1 arah dengan space yang sangat kecil. Contohnya di bawah flyover depan Gandaria City, Jaksel.

Habisnya badan jalan karena termakan oleh ‘tumpukan' motor mengakibatkan kemacetan yang panjang. Penyebabnya karena semua kendaraan harus berjalan sangat pelan ketika melalui parkiran liar motor tersebut. Selain di bawah flyover, lokasi yang jadi peminat para biker yang takut air ini juga berada di halte.

Selain itu, ada juga efek buruk bagi pengendara motor tersebut. Ketika berteduh itu juga bisa menyebabkan tindak membahayakan keselamatan. Baik bagi pemotor itu sendiri, maupun lingkungan sekitar. Bisa saja pemotor tertabrak oleh kendaraan lain. Sebab, ketika hujan pandangan dari pengendara menjadi lebih terbatas. Semakin terbatas jika pengendara tersebut sudah menggunakan kacamata atau juga lanjut usia. •

SAFETY RIDING SAAT HUJAN


Mengenai aturan pemerintah yang tidak memperbolehkan motor berhenti sembarangan seperti di bawah flyover saat hujan ini memang cukup baik. Oleh karena itu, agar dapat menghindari berteduh di jalan, Andri Saputra, Yamaha Riding Academy Comitee, PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, memberikan beberapa hal yang harus disiapkan ketika berkendara menembus hujan, yaitu:

1. Kondisi fisik pengendara
2. Pengendara harus lebih menjaga kondisi badan di saat musim hujan, ini karena kondisi kesehatan sangat mempengaruhi kepada konsentrasi   pengendara saat mengendarai motor. Hal ini bisa dilakukan dengan istirahat yang cukup serta perbanyak asupan vitamin dan suplemen   kesehatan.
3. Kondisi motor
4. Perhatikan hal-hal seperti tekanan ban dan sistem pengereman. Karena saat melalui jalanan yang licin saat atau sehabis hujan, kedua hal   tersebut sangat berpengaruh pada keselamatan berkendara. Jika tekanan ban tidak sesuai, traksi ban ke aspal tentu tidak maksimal, dan jika   rem tidak dalam kondisi yang maksimal, bisa berbahaya jika melalui jalan yang berlubang dan mungkin tidak bisa mengurangi kecepatan untuk   menghindarinya.
5. Wajib bawa perlengkapan ‘anti hujan’
6. Perhatikan juga penempatannya. Jika motor memiliki bagasi selalu simpan jas hujan didalamya, agar selalu siap sedia ketika dibutuhkan.     Sedangkan jika motor tidak memiliki bagasi, jas hujan dapat ditaruh di dalam tas. Selain itu, tetap selalu gunakan sepatu ketika   berkendara. Ingat, berkendaraadi trek yang licin sangatlah berbahaya. Kaki harus tetap dalam posisi terlindungi dengan baik.

KATA KOMUNITAS



Ahmad Riezky
(Karyawan, pengendara motor)


Kalau saya sih setuju-setuju saya dengan adanya aturan ini. Karena memang tujuannya yang bagus untuk mengurangi kemacetan saat hujan Tetapi, saya harap peraturan ini disosialisasikan dulu kepada masyarakat yang kesehariannya menggunakan motor seperti saya. Supaya bisa lebih mengerti akan peraturannya dan menjadi lebih prepare dalam menghadapi musim hujan.



Umi Pakam
(Honda Vario Club Jakarta)


Kalau menurut saya, bagi para pengendara motor sebaiknya menghindari berhenti di pinggir jalan jika ingin berteduh untuk menghindari terjadinya penumpukan lalu lintas. Cari tempat berteduh yang tidak mengganggu lalu lintas, seperti kompleks ruko.Oleh karena itu, saya sarankan untuk selalu membawa jas hujan ketika berkendara dengan motor.

APA JALAN KELUARNYA?

Pihak kepolisian dan yang terkait terus melakukan himbauan kepada pemotor yang berteduh pada tempat yang tidak semestinya. Demikian juga dengan besaran tilang yang akan dikenakan. Itu dilakukan dengan terjun langsung atau membuat spanduk-spanduk terpasang pada lokasi yang biasa dijadikan tempat berteduh.

Oleh karena itu diharapkan kepedulian dari para pemotor saat terjadi hujan, dengan tidak mengganggu arus lalu lintas yang ada. "Harus dipahami oleh pemotor. Ini risiko yang harus dihadapi ketika hujan akan kehujanan. Pemotor sendiri yang harus tahu yang akan dilakukan saat hujan. Salah satunya menyiapkan jas hujan," saran Budiyanto lagi.

Selain itu, jangan malas buat menyiapkan jas hujan di tas atau bagasi motor. Cek berkala akan kondisinya supaya bisa segera dipakai saat hujan turun. Kalau sudah terlanjur pakai motor dan hujan, segera cari lokasi yang aman untuk kemudian mengenakan jas hujan sebagaimana semestinya.


EDITOR

fauzi

Top