Rabu,30 Des 2015 09:45 WIB

Penulis: erie

Tren Balap

Pocket Bike:Bisa Jadi Arena Pembibitan Pembalap Baru

Foto: Bob

Ada tiga kelas dalam balapan pocket bike

Jakarta-  Membesut pocket bike tengah digandrungi akhir-akhir ini. Selain buat senang-senang, kalau mau serius seorang bocah bisa saja menempa talentanya lewat balap yang bertajuk Mini GP.

Memang tidak dapat dipungkiri pembibitan pembalap di Indonesia membutuhkan biaya yang besar, tetapi  dengan adanya Mini GP ini, calon pembalap dari segala kalangan dapat menunjukkan skill mereka, tanpa terganggu faktor biaya.

Djati, Ketua Umum Komunitas Motor Mini Indonesia (KOMMI), menjelaska bahwa komite Mini GP memang membuat regulasi balapan sedemikian rupa agar para calon pembalap yang diantar dengan motor bebek bisa fight dengan fair di lintasan balap dengan para calon pembalap yang diantar dengan mobil mewah.

pocket bike

Ikut balap pocket bike bisa jadi awal yang ekonomis buat mengasah bakat balap anak-anak

Pembagian kelas Mini GP dibagi menjadi tiga kelas.  Kelas pertama adalah Junior 6-9  tahun, lalu jika calon pembalap sudah melewati umur tersebut, mereka otomatis naik kelas ke Junior 9–12 tahun.

Barulah ketika beranjak remaja atau jika komite menganggap si calon pembalap sudah matang, mereka bisa ikut ke kelas bebas atau 75 kg up. Mereka bisa bersaing anggota komunitas yang berumur lebih tua.

Nah, mengapa Mini GP bisa dibilang terjangkau, ini dikarenakan spesifikasi motor dibatasi. Untuk berkompetisi di ketiga kelas, motor yang diperbolehkan adalah pocket bike buatan Tiongkok berkapasitas 49 cc. 

Harganya di kisaran Rp 4–6 juta.

Modifikasi juga dibatasi, dimana kelas motor harus dibiarkan standar untuk kelas Junior.

Untuk kelas bebas atau 75 kg up, yang boleh dilakukan peserta hanya modifikasi ringan, untuk mengompensasi berat pembalap yang semakin bertambah.

mini gp
Peserta anak-anak bertarung dengan motor yang performanya sama

Guna membuktikan keseriusan Mini GP di Indonesia dalam melakukan pembibitan pembalap muda, pada tahun depan komite Mini GP Indonesia akan mengirimkan beberapa perwakilannya ke Malaysia untuk mengikuti kompetisi Internasional di sana.

Tentu hal ini menjadi pemicu bagi para calon pembalap untuk berlatih lebih keras. Seperti yang diutarakan Reyhan Aditya Putra Sasongko, “Aku ingin terus latihan balap, biar bisa jadi pembalap Internasional seperti Marquez,” ujar bocah berusia 11 tahun itu.

Bob (Otomotifnet.com)

 

EDITOR

erie

Top