Jumat,14 Agust 2015 21:05 WIB

Penulis: Iday

Ke Tim F1 Mana Rio Haryanto Akan Bergabung? Ini Perhitungannya (1)

Foto: Media Relations Rio

Ke Tim F1 Mana Rio Haryanto Akan Bergabung? Ini Perhitungannya (1)



Saat bertandang ke redaksi OTOMOTIF awal Agustus lalu, ibunda sekaligus juru bicara Rio Haryanto menyebut ada tiga tim yang sudah menawarkan tempat untuk Rio di formula satu. Memang nama-nama tim ini masih ditutup rapat-rapat.

Namun berdasarkan pertimbangan yang sudah-sudah di GP3 dan GP2, kubu Rio sebenarnya menginginkan pembalap asal Solo ini berada di tim papan atas. Jika tidak pun, mereka ingin berada di tim papan tengah.

Hanya saja di F1 semua kemungkinan tersebut tak mudah terbuka. Apalagi tiap tim, terutama papan atas, memiliki kriteria yang sangat ketat untuk merangkul pembalap. Meski begitu kita, bangsa Indonesia tentunya berharap Rio mendapat tim yang terbaik.

Nah, berikut gambaran kemungkinan peluang yang ada pada tim-tim F1 saat ini. 

Ferrari. Tim ini memilih pembalap papan atas demi mengangkat gengsi tim mereka. Lewat Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen, terlihat, mereka mengutamakan driver dengan pengalaman sebagai juara dunia F1
McLaren. Betul performa mereka berada di papan bawah di kejuaraan tahun ini. Tapi mereka bukan tim papan bawah. Sejarah dan latar belakang mereka menempatkan mereka sebagai tim kuat.
Untuk merangkul pembalap, mereka memiliki pembibitan atau akademi sendiri, Young Driver Development Programme. Di sini ada Stoffel Vandoorne, rival Rio di GP2 yang juga sebagai test driver McLaren tahun 2014. Tahun ini dia digantikan kevin Magnussen yang menjadi juara World Series.

Mercedes. Mirip Ferrari, mereka sudah memiliki pembalap hebat, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg. Tim juara ini lebih mementingkan prestasi.

Lotus. Mereka punya akademi sendiri yang dibuka dari jenjang gokart. Tapi bisa saja terbuka kemungkinan untuk masuk tim ini. Apalagi tim bermesin Mercedes ini masih butuh suntikan dana. Salah satu pembalap mereka, Pastor Maldonado asal Venezuela didukung PDVSA atau Pertamina-nya Venezuela. Ia didukung almarhum presiden Hugo Chavez. Namun prestasinya tak juga bersinar dan kini nasibnya menjadi pertanyaan.

Bersambung

EDITOR

fauzi

Top