Selasa,12 Jan 2016 14:15 WIB

Penulis: fendi

Reli Dakar: Salah Isi BBM, Pereli Peugeot Terancam

Foto: Red Bull Content Pool

Posisi teratas Stephane Peterhansel terancam akibat isi bahan bakar di tempat yang tidak sah

Argentina – Hasil etape delapan rute Salta ke Belen di Argentina hari Senin (11/1) membuat Stephane Peterhansel memimpin klasemen keseluruhan. Namun keunggulannya terancam lepas, karena dalam penyelidikan akibat pengisian bahan bakar ilegal.

Di etape sejauh 393 km ini, pereli tim Peugeot Stephane Peterhansel masuk finish urutan tiga, di belakang Nasser Al-Attiyah (Mini) sebagai pemenang dan rekan setimnya Carlos Sainz.

Peterhansel pun didaulat sebagai pemimpin klasemen, mengambil alih posisi rekan setimnya Sebastien Loeb yang keelakaan. Juara reli Dakar 11 kali itu saat ini unggul 2 menit 09 detik atas Sainz dan 14 menit 43 detik dari Al-Attiyah.

Tetapi statusnya sebagai pimpinan klasemen terancam berkat adanya penyelidikan mengenai pengisian bahan bakar ilegal. Ia telah berbicara dengan petugas event setelah dituduh mengisi bahan bakar di tempat yang bukan semestinya.

Jika terbukti bersalah, ini bisa merugikannya sebagai pemimpin reli Dakar 2016. Bagaimanapun, direktur tim Peugeot, Bruno Famin mengatakan bahwa tidak ada pelanggaran di tempat itu.

“Titik pengisian bahan bakar ada di road book (buku panduan). Saya tidak mengerti mengapa situasi ini bisa terjadi,” kata Famin. “Kami bersaing dengan sportif,” tegasnya.

Reli Dakar 2016 Mini Nasser Al-Attiyah
Jika Stephane Peterhansel terbukti bersalah, pereli tim Mini Nasser Al-Attiyah naik ke urutan dua klasemen

Menurut direktur tim X-Raid Mini, Sven Quandt, sebagai tim pesaing, aturan pengisian bahan bakar untuk etape delapan dibuat jelas untuk peserta dalam briefing pengemudi.

“Aturannya sangat jelas dan mudah untuk memutuskan,” kata Quandt. “Pada pertemuan tersebut dikatakan, bahwa tidak ada pengisian bahan bakar. Aturan mengatakan begitu,” imbuhnya.

“Titik pengisian di buku panduan itu untuk sepeda motor dan quad, bukan untuk mobil,” terang Quandt.

Hingga berita ini dinaikkan, belum ada kabar lebih lanjut. Jika Peterhansel terbukti bersalah dan kehilangan posisi teratasnya, pereli tim Mini Nasser Al-Attiyah naik ke urutan kedua.

Pada reli Dakar tahun ini, hingga etape delapan, pereli tim Mini sebagai juara bertahan kalah telak dari tim Peugeot. Peugeot sudah meraih enam kemenangan etape sedangkan Mini baru sekali. (otomotifnet.com)

EDITOR

fendi

Top