Minggu,24 April 2016 23:45 WIB

Penulis: Dimas Pradopo

Hasil Balap Semua Kelas Yamaha Sunday Race 2016 Seri Kedua (24/4)

  • Foto: istimewa

    Hasil Balap Yamaha Sunday Race 2016 seri 2

  • Foto: istimewa

    Hasil Balap Yamaha Sunday Race 2016 seri 2

  • Foto: istimewa

    Hasil Balap Yamaha Sunday Race 2016 seri 2

  • Foto: istimewa

    Hasil Balap Yamaha Sunday Race 2016 seri 2

  • Foto: istimewa

    Hasil Balap Yamaha Sunday Race 2016 seri 2

  • Foto: istimewa

    Hasil Balap Yamaha Sunday Race 2016 seri 2

  • Foto: istimewa

    Hasil Balap Yamaha Sunday Race 2016 seri 2

  • Foto: istimewa

    Hasil Balap Yamaha Sunday Race 2016 seri 2

Bogor - Berlangsung di bawah terik matahari yang menyengat, semua kelas yang dipertandingkan di Yamaha Sunday Race (YSR) 2016 seri kedua di Sirkuit Sentul Bogor punya cerita yang menarik. Dari pertarungan heroik hingga accident yang mengakibatkan bendera merah berkibar.
 
Kelas 150 cc YZF-R15 Pro misalnya, Rafid Topan yang mencatat rekor best time pada sesi kualifikasi cukup mendominasi jalannya balap. Namun sayang, posisinya direbut Syahrul Amin dari Bahtera Racing dan Fitriansyah Kete. Gap antara ketiganya tak sampai setengah detik, benar-benar tipis!

Lain lagi kelas 250 YZF-R25 Pro, Hendriansyah dengan gigih mampu menginjakan kaki dipodium pertama. "Mesin makin lama makin enak, suhu mesin mendekati ideal. Saya cuma bertahan di barisan depan, tapi di akhir balap motor makin kencang dan bisa push sampai finish pertama," yakin Hendriansyah yang kini motor balap tipe sportnya enggak lagi disupport BRT.

Sedang kelas 250 YZF-R25 Community A paling banyak makan korban, bahkan sempat red flag. Totalnya ada tiga kecelakaan, pertama di trek lurus depan tribun, seorang pembalap bersenggolan dan akhirnya terjatuh. Berikutnya ada di tikungan 3-4 dan S besar. 

Paling ceria kelas 250 YZF-R25 Community B, totalnya ada 76 starter. Saking ramainya sampai dibuat dua group untuk kelas paling heboh ini. Dan pada seri ini, regulasi suspensi dibuka bebas.

"Kami sih setuju saja dengan alasan safety. Pakai suspensi standar memang terlalu empuk, saat keluar tikungan kurang stabil," aku Antonius GP dari YROI Bandung. (otomotinet.com)

EDITOR

Dimas Pradopo

Top