Minggu,24 April 2016 21:30 WIB

Penulis: Dimas Pradopo

Mesin Baru dan Strategi Bensin Bawa Hendriansyah Juara Sport 250 Pro Yamaha Sunday Race

Foto: Popo

Hendriansyah Juara Sunday Race 250

Bogor - Seri kedua Yamaha Sunday Race (YSR) 2016 (24/4) membanggakan bagi Hendriansyah dan komposisi tim teknis barunya. Sukses menjadi juara pertama sudah pasti! Namun pembalap asal Yogyakarta ini juga mengaku bangga dengan kemajuan tim mekaniknya.

Mulai tahun ini, Yamaha Yamalube Nissin KYT FDR Racing Team tempat Hendriansyah bernaung tak lagi disupport mesin oleh Bintang Racing Team (BRT). 

Padahal beberapa kali Hendri mengisi podium balap nasional dengan mesin racikan BRT, seperti YZF-R25 yang mengantarkannya jadi juara umum Indonesia Road Racing Championship kelas Sport 250 cc atau Yamaha MX-King andalannya di kelas underbone 150 cc

"Gantinya, mulai 2016 mekanik yang biasa pegang bebek kita coba pegang sport injeksi," buka Hendri sapaan akrabnya. 

"Rasanya sudah saatnya punya tim yang mandiri, bisa menyiapkan mesin sendiri. Tapi karena tidak ada data sama sekali seri pertama jeblok banget, cuma finish ke 19. Di seri kedua ini sudah lebih baik meski belum sempurna," terangnya.

Sejak sesi kualifikasi pun masih banyak kekurangan, Hendri yang hanya mampu start dari posisi ke enam ini mengaku lembur tiap malam demi menyesuaikan tunggangannya. "Sampai tadi malam pun masih melakukan banyak penyempurnaan," ungkap pengguna nomor start 76 ini.

Sampai saat balap, awalnya Hendri hanya mampu bertahan di barisan depan. "Saya hanya menjaga agar tidak tertinggal dari rombongan. Lewat empat lap tenaganya makin enak, suhu mesin makin panas mendekati ideal, semakin enak powernya," rincinya.

Saat mendekati finish ia pun makin percaya diri, meski masih di posisi ketiga saat keluar dari tikungan S besar di lap terakhir, Hendri sukses menyusul dua pembalap terdepan Wilman Hammar dan Janoer Deden lewat trik slipstriming tepat di depan garis finish. 

"Sudah diperhitungkan juga, diakhir balap bobot sudah lebih ringan. Bensin saya pres banget, hanya diisi enam liter agar bobot tidak terlalu berat," ungkap Hendri yang ternyata kelebihan berat hingga 15 kilogram. 

"Kalau ditambah satu lap lagi pasti sudah tidak cukup," kekehnya. Selamat! (otomotifnet.com)

EDITOR

Dimas Pradopo

Top