Kamis,7 Jan 2016 03:45 WIB

Penulis: fendi

Reli Dakar: Hebat, Dia Mengutamakan Menolong Peserta Kecelakaan

Foto: KTM/Barni C.

Laia Sanz, peserta wanita di kategori sepeda motor reli Dakar, posisinya melorot demi membantu peserta kecelakaan

Argentina – Srikandi reli Dakar dari tim pabrikan KTM, Laia Sanz melakukan tugas mulia dengan menolong peserta yang mengalami kecelakaan parah, meskipun risiko yang ditempuh membuat posisinya melorot jauh di klasemen.

Laia Sanz salah satu peserta wanita di reli Dakar, berhenti untuk memberi bantuan terhadap pesaingnya, Pela Renet ketika menjalani etape empat di San Salvador de Jujuy, Argentina, Rabu (6/1). Renet kehilangan kesadaran setelah jatuh.

Rookie (pendatang baru) asal Prancis yang memiliki nama lengkap Pierre Alexandre Renet itu mengalami kecelakaan hebat, di 27 kilometer menjelang akhir etape empat sejauh 429 km.

Renet yang cedera kepala kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat, setelah beberapa menit sadar kembali.

Sanz yang sempat dilewati pengendara Husqvarna itu selama di etape empat, berhenti untuk membantu sebelum kru medis tiba di tempat kejadian.

“Dia sempat melewati saya dan kemudian saya mengikutinya, saya berada di kilometer 407 ketika itu terjadi,” cerita Sanz kepada Motorsport.com setelah tiba di Jujuy.

“Pada awalnya, ketika saya menemukan Renet, saya takut karena dia tidak sadarkan diri. Dia merasa sakit di pinggul dan punggungnya, tetapi kurang lebih dia baik,” jelas Sanz.

Reli Dakar 2016 KTM Laia Sanz
Berhenti menolong peserta lain, Laia Sanz kehilangan banyak waktu

“Membantu orang adalah apa yang harus dilakukan pengendara, itu normal dan itu penting. Meskipun saya kehilangan waktu, itu hal yang benar untuk dilakukan,” lanjutnya.

Hasilnya, posisi Sanz memang melorot jauh. Ia menempati posisi 53 di etape empat itu, terpaut 42 menit dari pemenang tahapan Paulo Gncalves. Membuat Sanz mundur dari posisi 21 ke urutan 38 klasemen keseluruhan.

Sanz bisa diberi penghargaan oleh penyelenggara dengan mengembalikan kehilangan waktunya ketika ia berhenti untuk membantu sesorang.

“Ini menjadi hari yang sangat baik bagi saya, meskipun sekarang saya harus menunggu waktu saya dikembalikan. Sebelumnya, saya berada di 15 teratas, tetapi tidak ada yang suka bahwa hal ini terjadi dan itu penting untuk menolong,” tuturnya.

Sanz, kelahiran Barcelona, Spanyol, 30 tahun lalu, merupakan juara dunia trial wanita sebanyak 13 kali dan 10 kali juara trial wanita Eropa.

Pertama kali ikut reli Dakar pada 2011, memenangkan kategori sepeda motor untuk wanita. Tahun lalu menempati posisi 9 klasemen akhir dengan mengendarai Honda.    

Salut buat Laia Sanz. (otomotifnet.com)

EDITOR

fendi

Top