Senin,24 Agust 2015 16:12 WIB

Penulis: Dimas Pradopo

F1 : Romain Grosjean, Penalti Start Dimundurkan Eh Bisa Naik Podium

Foto: Lotus F1 Team

F1 : Romain Grosjean, Penalti Start Dimundurkan Eh Bisa Naik Podium


Spa – Pembalap tim Lotus, Romain Grosjean mengaku tidak percaya masih bisa naik podium, apalagi didapat lewat perjuangan keras setelah kena penalti startnya dimundurkan di GP Belgia, Spa-Francorchamps, Minggu (23/8).

Ini jadi akhir pekan yang luar biasa buat Romain Grosjean dan tim Lotus. Setelah menempati posisi kualifikasi urutan empat hari Sabtu, ia kena hukuman mundur 5 posisi start dan kemudian menjalani lomba dengan baik.

“Saya masih tidak percaya kami berada di podium,” kata Grosjean seraya memuji kru tim yang telah bekerja keras membuat mobilnya tampil baik seperti di balapan ini.

Pembalap asal Perancis ini meraih podiumnya yang ke-10. Terakhir berdiri di podium pada GP Amerika di Austin, November 2013 saat finish runner-up atau setelah menjalani 31 kali balapan.

Lomba sepanjang 43 lap di Spa-Francorchamps menyuguhkan banyak aksi salip-menyalip. Pada lap 36, Romain Grosjean tampak sudah mulai menekan pembalap Ferrari, Sebastian Vettel memperebutkan posisi tiga.

Catatan waktu lap Gorsjean lebih baik dari Sebastian Vettel. Grosjean sudah menjalani dua kali pit stop, sedangkan Vettel baru sekali. Jaraknya kian dekat, dari 1,8 detik jadi 1,7 detik. Kemudian di lap berikutnya 1,4 detik dan 1,1 detik.

Mulai lap 39 sudah di bawah 1 detik. Puncaknya di lap 42. Sebastian Vettel yang terus di bawah tekanan dan bertahan dengan kondisi ban yang usia pakainya sudah lama, akhirnya ban kanan belakangnya meletus. Grosjean pun melewatinya, menempati posisi ketiga.

“Mungkin ini salah satu balapan terbaik saya. Saya teringat Austin, sudah lama sekali. Tetapi saya masih ingat, saya gaak mabuk saat konferensi pers. Terlalu banyak minum sampanye saat satu podium bareng Seb,” tutur Grosjean mengenang podiumnya di GP Amerika 2013.

Hasil ini juga menggembirakan tim Lotus yang selalu dilanda masalah. Lotus yang musim 2015 beralih pakai mesin Mercedes setelah pisah dari Renault, sebelum GP Belgia finish terbaiknya di urutan 7. Grosjean hanya berpikir untuk fokus balapan.

“Saya pikir para engineer, pembalap, mekanik, kami semua fokus pada balapan. Saya tidak peduli dengan apa yang terjadi. Saya inginkan melakukan yang terbaik untuk orang-orang yang benar-benar bekerja keras dengan penghargaan yang baik,” jelasnya.

Salut Buat Grosjean. (otosport.otomotifnet.com)

EDITOR

Dimas Pradopo

Top