Senin,21 Sept 2015 02:07 WIB

Penulis: Dimas Pradopo

F1 : Sambut Kemenangan, Kru Tim Ferrari Dianggap Preman

Foto: Ferrari

F1 : Sambut Kemenangan, Kru Tim Ferrari Dianggap Preman


Singapura – Sebastian Vettel menang, Ferrari menang, semua kru tim berlambang kuda jingkrak pun larut dalam kegembiraan, namun kelakuan kru tim Ferrari dianggap seperti preman usai balapan di Marina Bay, Singapura.

Layaknya setiap akhir lomba, kru tim yang pembalapnya finish urutan satu sampai tiga akan berbondong-bondong menyambut di area parc ferme, lokasi tempat kendaraan diparkir.

Dari garasi pit tempat tim berada, mereka bangkit dan berlarian bahkan saling berdesakan dengan wartawan, fotografer ataupun kamerawan, juga petugas yang menjaga keamanan di area parc ferme.

Namun yang terjadi di Marina Bay, Minggu malam (20/9) setelah selesai lomba, FIA mengirim surat kepada manajer tim Ferrari. Isinya mengenai kejadian di parc ferme yang melibatkan kru tim Ferrari karena dianggap melanggar aturan.

Tim Ferrari diselidiki karena gagal mematuhi intsruksi dari pejabat terkait untuk melakukan keamanan dan tata tertib event. Ini salah satu bentuk pelanggaran International Sporting Code.

Petugas mencatat, mereka telah menerima keluhan dari panitia atas nama dirinya dan anggota kontingen keamanan di parc ferme setelah lomba, bahwa beberapa anggota dari Scuderia Ferrari gagal mematuhi instruksi dari pejabat terkait dan berperilaku dengan cara yang tidak pantas.

Setelah dilakukan pemeriksaan dari manajer tim serta panitia dan kepala petugas keamanan disebutkan, “Perwakilan tim sudah mengajukan kepada pimpinan tim, untuk mengirim permintaan maaf tanpa syarat kepada mereka yang terkena dampaknya dan memberi jaminan tidak akan mengulangi lagi.”

Fotografer balap F1, Darren Heath menuduh kru tim Ferrari ‘berperilaku mengerikan, seperti preman’, dalam kicauannya di twitter. “Mekanik Ferrari menyingkirkan petugas yang memegang pembatas dan kemudian menabrak fotografer di parc ferme,” imbuhnya.

Maklum, di GP Singapura ini Ferrari mencapai targetnya untuk menang tiga kali di musim 2015. Mereka sudah lama tidak menang sampai sampai tiga kali, sejak terkahir pada musim balap 2012. (otosport.otomotifnet.com)

EDITOR

Dimas Pradopo

Top