Jumat,17 Juni 2016 17:35 WIB

Penulis: JLM

Jelang F1 Seri 8 Eropa, Azerbaijan

Rio Haryanto Dapat Empat Pertanyaan

  • Foto: Manor Grand Prix Racing Ltd

    Rio Haryanto menyempatkan berjalan kaki di trek Baku, Azerbaijan demi mengenal karakter dan lay-outnya

  • Foto: Manor Grand Prix Racing Ltd

    Rio Haryanto menyempatkan berjalan kaki di trek Baku, Azerbaijan demi mengenal karakter dan lay-outnya

BAKU - Setelah sempat diundang konferensi pers di seri perdana, F1 Australia. Rio Haryanto kembali didaulat ikut press conference di F1 Eropa di Baku, Azerbaijan (16/7) silam. Beberapa pertanyaan dilontarkan panelis dan juga floor kepada pembalap F1 pertama asal Indonesia itu.

Acara press conference itu Rio Haryanto tidak datang seorang diri melainkan berbarengan dengan Fernando Alonso (McLaren), Valtterri Bottas (Williams), Sebastian Vettel (Ferrari), Nico Hulkenberg (Force India) dan Carlos Sainz, Jr. (Toro Rosso).

Semua pembalap mendapat pertanyaan dan Rio Haryanto mendapatkan dua pertanyaan dari media officer FIA dan dari jurnalis Oana Popoiou dan Jon Saward.

Pertanyaan menarik dilontarkan FIA yang mengakui peningkatan performa Rio Haryanto di debut F1 tahun ini. Ia sukses mengungguli rekan setim sekaligus rival utamanya, Pascal Wehrlein. Hingga bagaimana feeling Rio Haryanto dengan mobil MRT05.

"Memang ada perkembangan di setiap serinya. Bisa berduel ketat dengan rekan setimku. Namun tujuan utama masih belum terpenuhi di mana targetnya bisa menuai poin yang bisa saya persembahkan bagi tim," urai Rio Haryanto.

Pembalap kelahiran Solo, Jawa Tengah itu juga mendapat pertanyaan seperti apa popularitas F1 di Indonesia. "Kupikir terus berkembang dibanding musim sebelumnya. Soalnya, F1 musim ini ditayangkan langsung sehingga bisa disaksikan banyak orang dan itu positif bagi F1," imbuhnya.

Pertanyaan langsung dilontarkan oleh Oana Papaiou soal bagaimana pembalap bisa banyak belajar dari tim yang tidak begitu bagus performanya. "Sebagai rookie di musim pertama sudah pasti banyak yang dari tim Manor. Tahun ini mereka ada perkembangan mencolok dibanding musim lalu."

"Bahkan tim Manor bisa bersaing dengan Sauber dan Renault. Jadi bukan sebuah hal yang jelek," kata Rio Haryanto.

Pertanyaan terakhir dilontarkan Joe Saward yang menanyakan menghadapi trek anyar di kota Baku, Azerbaijan makan waktu berapa lap di simulator.

"Saya melakukan total 80 lap di simulator untuk sirkuit ini. Kupikir cara yang bagus untuk bisa lebih mengenal seperti apa lay-out dan bagian-bagian yang harus dicermati, khususnya straight dan tikungannya," pungkas Rio Haryanto. (otomotifnet.com)

EDITOR

JLM

Top