Jumat,4 Des 2015 13:30 WIB

Penulis: fendi

Ini Alasan Kawasaki Belum Berani ke MotoGP

  • Foto: Dominique Aegerter

    Pembalap Moto2 Dominique Aegerter menguji coba Kawasaki prototipe di Barcelona 2015

  • Foto: Dominique Aegerter

    Ini penampakan Kawasaki prototipe untuk MotoGP milik rumah modifikasi Akira

  • Foto: Dominique Aegerter

    Sejak Januari 2015, Dominique Aegerter sudah mencoba Kawasaki prototipe MotoGP

Jepang – Tidak seperti tiga pabrikan asal Jepang lainnya, Kawasaki menyatakan  masih belum berani berkompetisi di arena MotoGP, tetapi mereka punya pandangan sendiri mengenai balap motor paling sohor sejagat ini.

Kawasaki mengatakan tidak bisa membayangkan mereka kembali ke MotoGP dalam waktu dekat. Pabrikan yang identik dengan warna hijau ini pernah berkompetisi di MotoGP pada 2003-2008 sebelum menarik diri karena krisis keuangan.

Tetapi pada 2009 Kawasaki menurunkan satu motor bersama tim Hayate Racing dengan pembalap Marco Melandri, sebelum akhirnya mundur secara penuh.

Sejak itu, fokus utama Kawasaki berada di kejuaraan dunia superbike (WSBK), meraih gelar juara dunia lewat pembalap Tom Sykes pada 2013 dan Jonathan Rea di 2015.

Selain Yamaha dan Honda yang eksis di MotoGP, kemudian Suzuki kembali bergabung tahun 2015 ini, berarti hanya Kawasaki pabrikan besar asal Jepang yang tidak berpartisipasi. Sementara dari Italia, Aprilia yang sempat vakum juga kembali ke MotoGP di 2015.

Biaya yang mahal jadi penghalang untuk membentuk tim pabrikan. “Investasi yang diperlukan tidak akan memungkinkan kita untuk berkompetisi,” kata bos Kawasaki World Superbike, Ichiro Yoda kepada Riders Mag.

“Pada akhirnya, Anda harus menjual sepeda motor, dan merek lain menjual beberapa juta lebih banyak dari kami. Bagi mereka, MotoGP setara dengan investasi satu persen dari penjualan mereka,” ungkapnya.

Yoda menambahkan, batasan regulasi teknis di MotoGP saat ini juga menjadi penghalang besar bagi Kawasaki.

“Jika kami kembali, beberapa hal harus berubah,” tuturnya. “Saat ini, aturannya sangat ketat. Kami tidak bisa bersaing dengan produk sepeda motor yang diturunkan, misalnya,” tambah Yoda.

“Ada solusi teknologi yang diadopsi oleh pabrikan lain, seperti girboks seamless, itu tidak pernah kami gunakan pada sepeda motor produk massal kami. Itu terlalu mahal, tidak bermanfaat,” jelasnya.

“Tentu saja, jika Dorna (penyelenggara balap MotoGP) harus mengubah filosofi dan membuat aturan yang benar-benar terbuka, yang memungkinkan semua produsen untuk bereksperimen dengan bebas, mungkin kami bisa kembali ke MotoGP,” ulas Yoda.

Awal tahun ini pembalap Moto2 asal Swiss, Dominique Aegerter tampak beberapa kali menguji coba motor prototipe Kawasaki milik rumah modifikasi Akira yang pernah menyuplai ZX-10R untuk tim MotoGP Avintia. Rumor merebak Kawasaki akan kembali ke MotoGP.

Tetapi Yoda menegaskan, “Untuk saat ini, kami tetap fokus pada superbike.” Bagi Kawasaki, MotoGP terlalu mahal. (otomotifnet.com)

 

EDITOR

fendi

Top