Senin,31 Okt 2016 16:27 WIB

Penulis: Dimas Pradopo

MotoGP Indonesia

Sirkuit MotoGP Jakabaring Punya Karakter High Speed. Kecepatan Rata-rata 170 Km/jam!

Foto: Istimewa

Sirkuit MotoGP Jakabaring, Sumsel akan memiliki karakter high speed

Sepang, Malaysia - Jika Sirkuit MotoGP di Jakabaring, Sumatera Selatan benar-benar terealisasi, maka salah satu sirkuit MotoGP terkencang di dunia ada di Indonesia. Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin di Sepang, Malaysia (31/10).

Dalam pembangunan sirkuit yang direncanakan super cepat, karakter sirkuitnya juga harus cepat, "Kami biasa main cepat oleh karena itu sirkuitnya high speed," ungkap Alex yang ternyata bukan cuma bercanda tapi diyakini memang akan sangat cepat karena semua tikungannya tergolong landai dan parabolik.

"Panjang sirkuit ini 4,314 km dengan tikungan ada 14. Trek lurus paling panjang 750 meter dan di start-finish 545 meter," sambung Sadikin Aksa, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI).

Menurutnya sirkuit yang dirancang desainer kawakan Hermann Tilke ini karakternya high speed.

"Karena average speed setelah dimasukan ke logaritma Helman Tilke kecepatan rata-rata bisa sampai 171 km/jam. Top speed bisa 305 km/jam. Itu bisa lebih cepat lagi karena rata-rata kalau dia hitung realisasinya bisa lebih cepat karena motor makin tahun makin berkembang," imbuhnya.

Bahkan Ikin, panggilan Sadikin Aksa, mengklaim akan lebih kencang dari Sepang, "Mungkin salah satu top three tercepat di dunia, salah satunya kan Argentina ya yang paling cepat," ungkapnya.

Saat ini, sirkuit MotoGP di Jakabaring, Sumsel masih dalam tahap perencanaan. Kurang dari dua tahun, daerah yang masih rawa diyakini akan siap menggelar MotoGP.

Direncakan satu bulan setelah Asian Games, MotoGP digelar. "Asean games itu Agustus sampai 2 September 2018, nah kira-kira akhir Oktober awal November MotoGP di Jakabaring," harap Alex.

Sedang untuk infrastruktur lainnya, akan dibangun bersamaan dengan fasilitas Asian Games 2018 karena masih berada di komplek olah raga yang sama. Jika fasilitas untuk Asian Games oke maka, "Untuk MotoGP lebih oke," tutupnya. (otomotifnet.com)

EDITOR

toncil

Top