Selasa,5 Jan 2016 22:15 WIB

Penulis: fendi

Stoner: Tidak Ada Alasan Honda Mewaspadai Kemampuan Saya

Foto: Casey Stoner facebook

Tidak balapan motor lagi sejak akhir 2012, Casey Stoner memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing dengan pembalap MotoGP saat ini

Eropa – Casey Stoner mencurahkan isi hati mengenai statusnya saat di tim Honda seperti dikabarkan media Italia, Motosprint. Selain ia merasa Marc Marquez terancam, ia juga bingung dengan Honda yang waspada mengenai kemampuannya.

Juara dunia MotoGP dua kali Casey Stoner, mengakhiri hubungannya selama lima tahun dengan Honda menjelang pengujung 2015. Ia menerima pinangan Ducati sebagai test rider dan brand ambassador pabrikan asal Italia itu untuk 2016.

Kepada Motosprint ia menyampaikan perasaannya saat menjadi test rider Honda, Marc Marquez merasa terancam. Padahal tugasnya membantu pembalap nomor satu di tim Honda itu.

Stoner juga curhat, kenapa ia tidak diberi kesempatan untuk mengganti posisi Dani Pedrosa yang absen di tiga seri awal tahun lalu (Amerika, Argentina dan Spanyol) karena cedera lengan. Saat itu Honda lebih memilih test rider Hisroshi Aoyama.

“Saat itu saya sedikit bingung,” kata Stoner. “Dalam arti bahwa saya pikir saya berharga buat Honda dan akan menunjukkannya. Ketika saya tiba pada 2011, saya langsung meraih gelar dan Honda tidak berada di puncak dalam beberapa tahun,” jelasnya. Honda terakhir juara dunia lewat Nicky Hayden pada 2006.

“Saya merasa siap untuk Austin (Amerika). (Wakil presiden HRC, Shuhei) Nakamoto bilang dia menyesal, tetapi dia mengambil tanggung jawab untuk memutuskan solusi yang berbeda,” imbuh Stoner.

“Pada titik ini, saya pikir orang lain menekan dia agar saya tidak balapan. Seseorang tidak ingin melihat saya balapan,” tegasnya.

Meskipun Stoner tidak lagi balapan motor sejak akhir 2012 pada saat itu, Stoner mengatakan tidak ada alasan bagi Honda waspada mengenai penampilannya.

“Saya tahu saya harus memiliki kecepatan untuk menggantikan (Pedrosa), setidaknya sanggup,” ulasnya. “Selama pengujian di Sepang, pada Februari lalu, saya melaju dengan kecepatan yang sangat dekat dengan balapan. Maksud saya, pada kecepatan yang cukup baik untuk berada dengan pembalap di depan,” ungkapnya.

Menurut Stoner, paling tidak samalah dengan kecepatan Dani Pedrosa yang bisa menang di beberapa balapa tahun lalu.

Lantas, seandainya nanti Ducati memberi kesempatan Stoner untuk balapan dengan jatah wild card, apakah ini semacam ‘balas dendam’ buat menunjukkan dirinya masih mampu besaing? Menarik ditunggu. (otomotifnet.com)

EDITOR

fendi

Top