Selasa,5 Jan 2016 21:00 WIB

Penulis: fendi

Terungkap, Marquez Merasa Terancam Ketika Stoner di Honda

Foto: Casey Stoner facebook

Casey Stonersaat melakukan uji coba motor MotoGP Honda RC213V di Sepang, Malaysia awal 2015

Eropa – Seberapa hebatkah Casey Stoner, sampai-sampai ia mengungkapkan saat dirinya di tim Repsol Honda membuat Marc Marquez merasa terancam? Ia pun membeberkan hubungannya dengan Shuhei Nakamoto, wakil presiden HRC.

Casey Stoner yang kini berusia 30 tahun, berkarier di MotoGP sejak 2006 bersama tim LCR. Pindah ke tim Ducati pada 2007, pembalap Australia ini langsung juara dunia dan memberi gelar pertama Ducati.

Kemudian di 2011 pindah ke tim Honda dan lagi-lagi langsung juara dunia. Stoner pensiun akhir musim 2012 pada usia 27 tahun dengan alasan salah satunya ingin menghabiskan waktu bersama keluarganya.

Meski begitu, ia tetap bersama Honda sebagai pembalap penguji untuk membantu pengembangan mesin baru sampai 2015.

Pengujung tahun lalu ia menerima tawaran sebagai pembalap penguji dan brand ambassador Ducati untuk 2016. Stoner mengakhiri hubungannya selama lima tahun dengan Honda.

Nah, saat terakhir berperan sebagai test rider di Honda itu, Stoner merasa pabrikan Jepang itu tidak cukup memanfaatkannya, sebagai bagian dari untuk menenangkan Marc Marquez yang bergabung di tim Honda sejak 2013 dan juara dunia 2013 dan 2014.

MotoGP 2015 uji coba Honda Casey Stoner
Keberadaan Casey Stoner di kubu Honda dianggap membuat resah Marc Marquez

Kepada media Italia, Motosprint baru-baru ini ia membandingkan perannya di Ducati dan posisinya di Honda tidaklah sama.

“Di Honda saya hanya menguji sekali-sekali, saya tidak punya peran lain, sebenarnya, mereka tidak pernah mengambil keuntungan penuh dari potensi saya,” ungkap Stoner.

“Saya pikir Marquez dan semua pasukannya merasa terancam oleh saya. Saya tidak tahu mengapa mereka berpikir bergitu, tetapi ini perasaan saya,” jelasnya.

“Saya berada di Honda untuk melakukan sejumlah pengujian, mencoba hal-hal baru yang kemudian bisa ditransfer ke pembalap, jadi saya di sana untuk membantu Marc,” lanjut pehobi olahraga mancing ini.

“Tetapi itu juga benar, pembalap nomor satu adalah salah satu orang yang harus dituruti semua orang,” tegasnya.

“Saya tidak punya dendam terhadap Honda. Dan saya sangat menghormati (wakil presiden HRC Shuhei) Nakamoto. Sebagai bukti, saya yakin hubungan kami tidak memburuk karena hal ini dan tambah baik.

Jadi sehebat apa sih Casey Stoner itu sampai ia membuat resah Marquez? Bahkan banyak orang yang berharap Stoner balapan lagi musim ini dengan jatah wild card bersama Ducati.. (otomotifnet.com)

 

EDITOR

fendi

Top