Kamis,7 Jan 2016 16:15 WIB

Penulis: fendi

Yamaha ‘Ancam’ Pembalap Tim Tech3 di 2016

Foto: Yamaha Racing

Bradley Smith dan Pol Espargaro dituntut tampil lebih baik di musim balap 2016

Eropa – Yamaha memberi ‘ancaman’ kepada pembalap tim Tech3, bahwa musim 2016 ini kesempatan terakhir bagi Bradley Smith dan Pol Espargaro untuk membuat hasil terbaik, jika ingin tetap dipertahankan timnya.

Tim Tech3 memiliki susunan pembalap yang sama dalam dua tahun terakhir. Braldey Smith dan Pol Espargaro kontraknya diperpanjang pada 2015, tak lama setelah mereka menang di balap ketahanan Suzuka 8 Jam, Juli lalu.

Tetapi managing director Yamaha, Lin Jarvis meyainkan, tidak ada hubungan langsung antara keberhasilan ini dan perpanjangan kontrak dengan tim Yamaha junior, tim B atau apapun sebutannya.

“Mereka ada karena performa dan potensi mereka,” ujar Lin Jarvis. “Bradley karena performanya bersama kami. Dalam tiga tahun bersama kami, ia terus berkembang. Ia bekerja sangat giat, hasilnya lebih baik,” lanjutnya.

“Dia finish di urutan enam klasemen keseluruhan dan pembalap satelit terbaik.. jadi dia layak mendapat tempat di Tech3? Pasti,” ungkap Jarvis.

“Pol, bagaimanapun, karena potensinya bersama kami. Tahun 2014 lebih baik dari 2015, musim ini tidak begitu baik. Namun demikian, kami percaya bakatnya bagus, tetapi perlu dikembangkan dan ditingkakan,” tuturnya.

Jarvis mengaku tidak meragukan bakat dan karakter Espargaro. “Tetai dia harus meningkat jika ingin memiliki tempat di tim papan atas. Ini pendapat saya. Apakah dia layak di tim Tech3? Ya, dia juga,” tegas Jarvis kapa speedweek.com.

MotoGP 2015 San Marino Yamaha Tech3 Bradley Smith
Bradley Smith terus mengalami kemajuan bersama tim Tech3, tahun lalu ia naik podium kedua di GP San Marino

Ia mengaku sudah melihat potensi pembalap lain “Nah, jika tidak menjaga Bradley atau Pol di tim Tech3, siapa yang akan duduk di motor Tech3? Mungkin terlalu dini untuk memikirkan pembalap baru,” ulasnya.

“Untuk Bradley dan Pol, tahun 2016 ini sangat penting. Saya akan mengatakan mereka punya risiko dan sebuah kesempatan,” imbuhnya.

“Risikonya, mereka berdua harus mencapai level tertinggi. Semua kursi di tim pabrikan tersedia untuk 2017. Tidak ada yang tahu siapa yang berhenti, apakah kontraknya terbuka,” urai Jarvis.

“Ini kesempatan besar buat mereka, tetapi apakah Bradley atau Pole di 2017 balapan bersama Tech3? Jujur, mungkin tidak,” terangnya.

“Mereka akan pindah ke tim lain atau tetap bersama kami dan dipromosikan ke kerja tim jika sebelumnya Anda membawa performa luar biasa,” tutup Jarvis.

Yamaha sudah memberi ultimatum agar pembalap tim Tech3 tampil lebih baik di 2016, paling tidak buat mendukung tim pabrikan Yamaha dari serangan pembalap tim Honda atau Ducati. (otomotifnet.com)

EDITOR

fendi

Top