Seharusnya Pak Menteri Pakai Mobil Hybrid
October 29, 2009 2:08 pm bisnisOleh : Rizka Sasongko Aji
OTOMOTIFNET - Kabinet Indonesia Bersatu II (KIB) baru sudah terbentuk. Ada 34 menteri plus 3 pejabat tinggi negara setingkat menteri yang bakal menjalankan roda pemerintah untuk lima tahun mendatang.
Kabarnya bakal dibekali Toyota Crown Majesta. Mobil yang di Jepang, bila dirupiahkan harganya menjadi Rp 660-749 juta itu, bakal menemani perjalanan dinas menteri saban harinya.
Nah, perihal mobil ini, sepertinya pemerintah belumlah sensitif terhadap isu yang berkembang. Mulai dari tampil bermewah-mewah, sampai sensitif terhadap persoalan lingkungan dan penghematan.
Makanya, alangkah baiknya bila para menteri yang menjadi simbol pemerintahan, mengadaptasi mobil yang ‘cerdas’; hemat bahan bakar, ramah lingkungan, tetap berteknologi tinggi namun bisa diterima oleh rakyat. Yakni mobil hybrid.
GOODWIL
Meski mobil hibrida yang dijual di Tanah Air tidaklah banyak. Sampai saat ini, baru Toyota Prius Generasi III saja yang resmi dijajakan. Sebelumnya ada Honda Civic IMA, tetapi dijual terbatas. Namun begitu, ada sejumlah argumen yang bisa dijadikan pertimbangan mengapa menteri sebaiknya memakai mobil hibrida ketimbang sedan sekelas Crown Majesta.
Yaitu perihal ongkos bahan bakar dan daya tarik investasi. Diihat pada sisi ini, antara Toyota Crown Majesta dengan mobil hibrida, dalam hal ini Toyota Prius Gen III, untuk konsumsi bahan bakarnya jauh lebih irit Toyota Prius.
Dari spesifikasi teknis sudah terlihat. Sama-sama menggunakan mesin masa kini, yang artinya memakai bensin sekelas Pertamax Plus (angka oktan 95) seharga Rp 6.500 per liter (harga 23 Oktober 2009), tetapi konsumsi Prius untuk di dalam kota 1 liter bisa menempuh 17 km. Sedangkan luar kota, mobil bermesin listrik dan konvensional 1.800 cc itu per 1 liter bisa menempuh jarak 20 km (hasil uji OTOMOTIF edisi 19, September 2009).
Sementara untuk Crown Majesta, dengan mesin 4.600 cc berkonfigurasi V8, tentu mengonsumsi BBM lebih banyak ketimbang Prius. Sejumlah situs di internet menorehkan untuk mesin 4.600 cc, konsumsi BBM sekitar 1 liter untuk 6-7 kilometer. Nah, andaikata setiap menteri melakukan perjalanan saban hari antara 40 km, bila memakai Prius hanya menghabiskan 2-3 liter Pertamax Plus.
Sedangkan bila memakai Majesta kurang lebih 6 liter. Artinya ada selisih 3 liter. Bila dikalikan harga Pertamax Plus Rp 6.500, setiap hari terjadi pemborosan sebanyak Rp 19.500/ hari.
Andai per menteri melakukan perjalanan selama 25 hari per bulan dalam 5 tahun pemborosan menjadi Rp 29.250.000. Itu baru satu menteri. Jika ditotal 34 menteri plus 3 pejabat setingkat menteri maka akan terjadi pemborosan Rp 1.082.250.000. Kecil? Boleh jadi itu yang terlihat
Tetapi, yang lebih penting lagi, bukanlah angka itu. Menteri yang gajinya Rp 16 juta dengan tunjangan Rp 200 juta per bulan itu adalah simbol dari sistem pemerintahan. Bila para menteri itu memakai mobil ramah lingkungan, tentu memberi image positif buat pemerintahan saat ini mata dunia industri otomotif.
Ini lantaran, dunia sedang disibukkan dengan membuat mobil efisien dan ramah lingkungan. Selain itu, fluktuasi harga minyak dunia yang cenderung semakin meningkat dan tak bisa ditebak, membuat dunia otomotif mulai berlomba mengembangkan mobil-mobil hemat bahan bakar dan ‘hijau’. Perlombaan itu, pun ‘menyeret’ pabrikan-pabrikan besar untuk memproduksi mobil yang sedikit mengonsumsi BBM namun tetap nyaman dikendarai.
Mulai mobil hibrida hingga mobil listrik. Seperti yang dilakukan Chevrolet yang memproduksi Voltz, begitupun dengan Toyota dan Honda yang punya rencana besar dengan mobil hibrida.Lantas, apa hubungannya dengan menteri kabinet bermobil hibrida. Sekali lagi, menteri adalah simbol negara. Bila mereka menggunakan mobil hibrida, tentu hal ini menunjukkan goodwil pemerintah dalam mendukung pemakaian kendaraan ramah lingkungan.
Bukan hanya perihal ‘hijaunya’ kabinet, tetapi sebagai sebuah dorongan untuk industri otomotif. Mengingat, hingga kini departemen perindustrian sudah mempersiapkan skema insentif untuk produksi eco car. Hampir mirip dengan Thailand, skemanya juga memberi keringanan pajak buat siapapun pabrikan yang bisa memproduksi dengan kuota tertentu mobil di bawah 1.500 cc.
Artinya, bila seluruh menteri yang berada di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu, benar-benar bersatu untuk setiap langkah antardepartemen, tentu untuk membangkitkan program industri otomotif Tanah Air bisa segera terwujud.
Seperti industri lain, efek bola salju dari bangkitnya industri otomotif, bisa menyeret industri-industri lainnya. Mulai industri plastik, baja, hingga sektor-sektor informal lain.
Kalau sudah begitu, kerja menteri pun semakin nyata terlihat. Menyejahterakan rakyat banyak dengan tindakan nyata. bukan sekadar wacana saja. Bukan begitu?

October 29th, 2009 at 8:07 pm
walau agak kurang sreg karena sama2 menggunakan mobil baru, tapi yang ini lebih masuk di akal dan di hati. saya pikir mobil lama masih sehat2 saja, apalagi diurus negara.. tapi dengan isu bahwa dengan menggunakan kendaraan hibrid bisa memicu pertumbuhan otomotif indonesia ke arah yang lebih baik, saya mendukung 100%..
October 30th, 2009 at 10:46 am
Para mentri pantasnya naik AVANZA saja, para gubernur, walikota, bupati, pasti malu, so itu baru contoh para pemimpin yang di cintai rakyat.
October 30th, 2009 at 12:58 pm
Kalau saya sih setuju dengan mobil hybrid…selain irit juga sekalian melaksanakan prgram global warning…tetapi sebenarnya yang menjadi tanda tanya kenapa harus beli mobil MAHAL…kan beli juga dari uang rakyat…pejabat kan tinggal pakai, yang penting sampai tujuan.
October 30th, 2009 at 2:41 pm
mendingan pak mentri naik mobil esemka buatan Indonesia,kan lebih afdol
November 9th, 2009 at 3:08 am
Saya sangat setuju dengan ini….
dan yg paling penting kenapa harga mobil hybrid di indonesia MAHAL sekali??…hybrid itu kan bukan mobil mewah. Lalu alasanya karena pemerintah bingung mau mengkategorikan mobil hybrid sebagai apa..
Saya pikir karena hybrid sangat irit bbm, pemerintah jadi takut Pertamina rugi kalau pajak hybrid direndahkan. Eh, tapi malah sebaliknya, pajak hybrid di indonesia ini hampir 50%,
Padahal kan memparbaik lingkungan indonesia…terutama Jakarta yang polusinya minta ampun ini??
Saya berharap pemerintah indonesia yang masih memikirkan untung pribadi jangan cuma memikirkan untung saja…pikirkan juga sisi baiknya..jangan malah uangnya dikorupsi terus…Semoga bisa ditanggapi pemerintah, t
Terima kasih
November 14th, 2009 at 12:52 pm
saya setuju 100% dgn pernyataan ini.karena selain menghemat bahan bakar dan dapat mengurangi polusi yg sudah sangat parah.para menteri sebagai simbol pemerintahan seharusnya menjadi panutan masyarakat karena dengan mobil hybrid akan menunjukan bahwa mobil hybrid semakin diperlukan bahkan menjadi keharusan digunakan di tanah air karena semakin maraknya isu global warming yang mencuat d dunia dan dengan adanya kendaraan seperti ini akan membuat emisi gas buang yang rendah.
memang sudah sepantasnya para menteri sampai presiden pun seharusnya menggunakan mobil seperti ini,dan kalau bisa pemerintah memberikan insentif terhadap mobil yang ramah lingkungan seperti mobil hybrid ini.dan diharapkan kedepannya produksi mobil listrik atau hybrid ini semakin di tingkatkan sehinnga rakyat dapat menggunakan sebagai kendaraan sehari-harinya dan dengan dibarengi pajak dan harga yang rendah.
para pemerintah jangan hanya bisa KORUPSI saja tapi bisa menggunakan pendapatan negara dengan sebaik-baiknya.
GO pemerintah!!
November 14th, 2009 at 6:30 pm
iya nih….pajak hybrid di indonesia mahal banget supaya pertamina gk rugi
November 20th, 2009 at 1:27 pm
Mobil Hybird kan akselerasinya lebih lambat dibandingkan dengan mobil konvensional. Jadi pasti gk disaranin buat ngikutin motornya patwal kalo lagi jalan2.
Idenya bagus banget tuh..
December 22nd, 2009 at 1:11 pm
Setuju..
harusnya seluruh pejabat negara mobil dinas nya hybrid.
pemerintah kurang respek sekali terhadap keselamatan lingkungan…
harusnya alam indonesia yg lestari ini di jaga dan di rawat dengan salah satunya menggunakan mobil hybrid yang ramah lingkungan.
andai saya bisa membeli prius…saya pasti beli..
mari kita selamatkan lingkungan
December 31st, 2009 at 5:34 pm
Wah, hebat sekali hitung2annya..
Setuju sekali jika memakai mobil hybrid yang ramah lingkungan. Tapi sayang, sekali lagi terdengar satu ironi menjelang tutup tahun 2009.
Yaitu Pergantian mobil pejabat yang ‘sudah mewah’ ke mobil yang ‘lebih mewah lagi’.
Sungguh sangat tidak cocok di tengah2 situasi ekonomi negara yang masih kacau seperti sekarang ini, di tengah-tengah masyarakat kecil yg tengah hidup di bawah garis kemiskinan; hal ini sekaligus semakin memperjelas kurangnya kepedulian Pemerintah pada masyarakat kecil.
Mudah2an penyediaan fasilitas yang wah untuk para pejabat dipikir ulang dengan sumber kesadaran diri, dan andaikata akhirnya kesadaran diri itu tidak muncul juga, hanya bisa berharap semoga dibarengi dengan peningkatan kinerja para pejabat yang diperuntukkan bagi masyarakat Indonesia, khususnya rakyat kecil. Mungkinkah?
Mudah2an..
Buat Blog
January 1st, 2010 at 3:06 am
Pemerintah sekarang lagi Getol-getolnya boros energi. Sekarang malah setiap motor diharuskan menghidupkan lampu besar di siang bolong.
Setiap lampu motor rata-rata 30W, bisa dibayangkan berapa MegaWatt setiap hari terbuang sia-sia.
January 3rd, 2010 at 7:21 am
“Setuju banget klo para menteri pake mobil hybrid….. selain irit ramah lingkungan……….klo perlu president dan wakil presiden, tapi kenapa harus toyota crown……? sungguh kenyamanan diatas penderitaan rakyat………mending rakyat boleh masuk n nebeng ke mobil pa menteri…..secara itukan dari uang rakyat juga……dapet camry aja masih untung, itu juga masih dianggap mewah……yah berharap aja di tahun 2010 dan seterusnya pemerintah dapat menunjukan kinerja yg lebih baik dan meningkat terus buat Indonesia. jangan kau kecewakam rakyat lagi……..
January 5th, 2010 at 2:53 pm
Di jepang aja menteri naik kereta.. bareng ama rakyat…
January 11th, 2010 at 7:56 pm
hahahahaha
para mentri dan pejabat pemerintah itu jangan pake mobil mewah
pake mobil balap aja
sama sama mahal, mulai dari pengadaan, perawatan dan operasionalnya
tapikan lebih keren tu
hahahahahaha
January 13th, 2010 at 9:01 am
mobil menteri senilai Rp1,3 m merupakan keberhasilan 100 hari kerja kabinet rakitan SBY-Budiono.
January 19th, 2010 at 9:06 pm
Kalau pertimbangannya lebih irit pake aja Audi A3 lebih irit dari Toyota Prius. Inilah mobil terhijau di AS, dengan bahan bakar solar 42 mil per galon.