July 9, 2009
mobil
No Comments
Penulis : Agus ‘Zoelis’ Triyono
OTOMOTIFNET - Tiap tahun volume kendaraan di Indonesia mengalami lonjakan yang signifikan. Tahun lalu, menurut data Gaikindo terjual 607.805 unit mobil baru. Dan yang lebih mengejutkan, data AISI 2008 menyebutkan total penjualan sepeda motor mencapai 6,215 juta unit. Fakta ini, selain membawa manfaat pemasukan pajak kendaraan juga memunculkan sederet permasalahan yang tak kalah serius. Antara lain volume racun gas buang meningkat, kebutuhan bahan bakar semakin besar serta meluasnya kemacetan lalu-lintas.
Mengatasi dampak negatif akibat pertumbuhan kendaraan yang tidak terkontrol, rasanya tidak cukup hanya dengan mengandalkan peran pemerintah. Produsen kendaraan (ATPM) baik mobil ataupun sepeda motor, punya kewajiban moral untuk turut serta mengurainya. Tentunya dengan langkah yang tepat agar produsen tetap boleh memproduksi kendaraan sebanyak-banyaknya tetapi pencemaran lingkungan lebih terkendali dan pemakaian bahan bakar lebih diefisienkan. Read the rest…
January 21, 2009
mobil
No Comments
Oleh : FM. Nawitaningrum (Reporter Tabloid OTOMOTIF)
Resesi, jatuhnya kurs rupiah dan kenaikan harga, efeknya sampai ke pelaku modifikasi. Mulai akhir 2008 sampai 2009 ini, konsumen jadi lebih kritis. Modifikasi enggak sekadar ikut tren, umumnya jadi lebih efisien dan memakai skala prioritas dalam memodifikasi mobil. Pilihan aksesori dan gaya modifikasi dilakukan dengan pertimbangan fungsi dan harga. Gaya dandan seperti ini yang bakal mewarnai tahun 2009, fungsional dan ekonomis.
REPLIKA DAN SECOND
Karena masalah harga, aksesori impor asal Jepang atau Eropa hanya kini jadi pilihan sebagian kecil penggemar mobil yang tidak sensitif harga alias berkantong tebal. “Barang orisinal impor makin susah dijual, kita sediakan by order aja. Sekarang logo orisinal dari Jepang bisa sampai Rp 800 ribu, jadi enggak masuk akal. Pemakai mobil kebanyakan bakal lebih condong ke produk replika bikinan Taiwan atau second,” kata Agus Djaja Somad dari Autoline.
Pelek replika bikinan Taiwan, untuk yang baru harganya sekarang berkisar Rp 4-5 juta untuk diameter 17 inci, sampai Rp 9 juta untuk diameter 19 inci. “Karena ekonomi lagi susah, buat sebagian orang terasa mahal juga. Jadi larinya ke pelek second, harganya bisa berkurang sampai 30 persen,” bilang pemilik bengkel dan toko aksesori di Kedoya, Jakbar ini.
Read the rest…
January 18, 2009
mobil
22 Comments
Oleh : Antonius Sulistyo (Reporter OTOMOTIF)
Memasuki awal semester 2009, pasar otomotif tanah air kembali dihadapkan dengan kenaikan harga mobil baru. Secara teori memang hal ini nantinya bakal berkorelasi dengan harga jual kembali di tingkat retail unit bekasnya.
Lantas, bagaimana sesungguhnya peta mobil bekas saat ini? Di bursa mobil bekas (mobkas) terdapat 3 kategori mobil, yang terbagi berdasarkan tingkat perputaran penjualan unitnya. Kategori fast moving (perputaran cepat), seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki APV Arena dan Honda All New Jazz, memiliki persentase nilai penyusutan (depresiasi) tahun pertama antara 5%-9%.
Kategori middle (perputaran sedang), seperti Toyota All New Vios, Yaris, Honda All New City dan Nissan Grand Livina, depresiasi tahun pertama sekitar 10-20%.
Di luar kedua kategori ini, sudah masuk level slow moving alias tingkat perputaran penjualannya lambat. Sekadar catatan, persentase penyusutan ini hanya diambil dari nilai kendaraannya saja (dari harga On The Road-baru), belum termasuk biaya lainnya macam BBN (Bea Balik Nama) dan administrasi jika sudah jatuh ke tangan orang kedua.
Read the rest…
August 21, 2008
mobil
No Comments
Oleh : Agus ‘Zoelis’ Triyono
PT Toyota Astra Motor (TAM) untuk kedua kalinya meraih gelar terbaik customer satisfaction index (CSI) versi JD Power (2007&2008). Prestasi ini menjadi terasa sangat istimewa karena TAM adalah pemimpin pasar penjualan mobil di tanah air yang memiliki ribuan customer mulai level bawah hingga atas. Dan me-maintain customer yang banyak tentunya juga akan lebih sulit bukan? Berikut ini adalah jurus-jurus yang diterapkan TAM untuk memuaskan konsumennya.
Read the rest…
July 4, 2008
mobil
No Comments
oleh : Agus ‘Zoelis’ Triyono
Memperluas pemakaian mobil hybrid bisa menjadi solusi menekan pemakaian bahan bakar. Sudah terbukti bahwa mobil bertenaga kombinasi mesin dan motor listrik (hybrid) jauh lebih hemat BBM dan ramah lingkungan. Bisa dibayangkan jika Indonesia dipenuhi mobil hybrid. Beban subsidi bahan bakar yang ditanggung pemerintah pasti tidak sebesar saat ini. Read the rest…