Jumat, 26 November 2010 08:37 WIB
Panduan Beli Mobil Akhir Tahun

Trend Warna Putih Mobil Baru, Lebih Laris

 

OTOMOTIFNET - Kalau Anda peduli tren, penampilan dan harga mobil, warna putih layak jadi pertimbangan. Karena tak sedikit pabrikan mobil baru mengeluarkan warna putih. Sebut saja Toyota, Mitsubishi, Honda, Chevrolet, Mazda, Suzuki sampai dengan mobil sekelas Daihatsu.

“Secara industri, warna putih dua tahun belakang jadi selling point. Enggak hanya industri otomotif, semua industri lagi   mengarah ke putih,” jelas Astrid Ariani Wijana, brand communication manager PT Mazda Motor Indonesia.  

Ia menyontohkan, industri komputer dan gadget yang belakangan mengandalkan warna-warna putih untuk produknya. Sebut saja Apple Inc.

Harga Bekas
Mobil putih, sekarang membalik sejarah. Kalau dulu dihindari karena nilai jualnya jatuh, bahkan punya julukan minus, sekarang justru sebaliknya.

Harga jualnya sama, bahkan mengungguli mobil hitam dan silver yang selama ini paling laris di pasar mobil bekas.

“Sekarang sedang sangat laris. Dulu mobil putih enggak laku, dibilang warna mati, warna pektay lah. Tapi sekarang lagi diminati, jadi favorit. Semua ATPM menjual mobil warna putih. Imbasnya, mobil bekas warna putih jadi lebih diminati juga,” papar David Santoso, pemilik showroom mobil bekas Performa Auto.

Tren putih berawal dari dunia fashion, termasuk di dunia otomotif. Mobil putih awalnya sebatas disukai kalangan pehobi seperti modifikasi, melabur mobilnya dengan warna putih. Larisnya mobil putih di pasar mobil bekas ini berlaku di semua jenis.

“Sama aja, mobil kecil seperti Jazz atau Yaris, SUV seperti Fortuner atau CR-V. Sekarang warna putih lebih diminati,” lanjut pria yang tiap hari berkantor di Bursa Mobil AXC, Kelapa Gading, Jakut ini.

“Dulu orang takut beli mobil putih. Sekitar setahun terakhir ini sebaliknya, banyak yang nyari. Terutama kalangan anak muda dan kalangan yang peduli fashion,” lanjut Royce, pemilik showroom AJM di jalan Panjang, Jakbar.


Warna spesial, malah jeblok di pasar mobil bekas.
 

Pilihan buat yang trendi dan harga jualnya bagus, mengalahkan warna lain.

Pilihan paling aman. Warna abadi, sepanjang masa selalu stabil.

Cantik, tapi high maintenance. Cat dasarnya paling mahal

Bahkan karena besarnya peminat, David berani menawar mobil putih sampai Rp 5 juta lebih mahal. “Kalau ada misalnya CR-V silver dan putih, saya berani tawar yang putih lebih tinggi. Bisa sampai Rp 5 juta di atas yang silver, asal warnanya putih. Saya berani, karena gampang lagi jualnya. Banyak yang minat sekarang. Tapi jadi agak susah dapatnya. Karena sekarang orang masih pada pakai mobil putihnya, masih disukai,” papar pria berpostur bongsor ini.

Akibatnya, nilai jual mobil putih pun saat ini merambat naik. “Dulu harganya bisa Rp 5-0 juta di bawah mobil hitam atau silver. Harganya sekarang bisa sama, malah bisa lebih, tergantung kondisi mobil,” terang Royce.

Enggak suka warna putih? Kalau menginginkan nilai jual yang baik, pilihan berikutnya adalah mobil hitam atau silver. “Kalau enggak mau pusing, paling aman beli warna standar, hitam dan silver. Itu warna basic, warna abadi. Selamanya pasti harganya bagus, di mobil jenis apapun,” bilang Royce.

Harga mobil hitam dan silver cenderung stabil. “Harganya selalu ikut harga pasaran mobil baru, enggak pernah jeblok, apalagi kalau Avanza,” lanjut Royce.

Waspada Warna Spesial
Warna-warna unik, termasuk yang dulu dipromosikan sebagai warna spesial pabrikan, saat ini justru terpuruk di pasar mobil bekas. “Warna gold, champagne atau ijo tua itu kurang diminati. Orange yang dulu jadi bintang iklannya Nissan Livina, sekarang hancur. Pedagang tawarnya bisa sampai Rp 10 juta lebih murah dari warna biasa,” kata David. “Harganya bisa beda Rp 5-10 juta di bawah warna standar, hitam dan silver,” imbuh Royce.

Meski begitu, kondisi ini tidak berlaku pada mobil kecil. “Warna enggak gitu ngaruh. Mobil warna apa aja, harganya sama aja, lebih tergantung kondisi,” lanjut David.

Perbaikan Cat
Perhitungkan setiap biaya yang bakal dikeluarkan sebelum memutuskan warna mobil yang akan dibeli. Termasuk ongkos perawatan dan perbaikan cat bila mobil mengalami kecelakaan. Dari sekadar tergores, penyok dan perlu pengecatan ulang.

Warna putih yang kini sangat trendi dan punya nilai jual tinggi, ternyata perlu perawatan ekstra. “Perlu perawatan lebih apik daripada warna lain, karena kemungkinan belang lebih tinggi. Kalau beberapa bulan enggak dipoles, jadi menguning,” ujar David yang memiliki bengkel cat dan body repair, Performa Body Repair di Rawasari, Jakpus.

Kalau sampai cidera dan perlu pengecatan lagi, mobil berwarna terang seperti putih atau silver enggak bisa diserahkan pada bengkel sembarangan. Kalau pengecatan kurang bagus, belang terlihat jelas.

“Enggak bisa langsung ngikuti nomor racikan cat dari pabrik. Karena ada faktor oksidasi, cuaca, kemungkinan putihnya sudah berubah. Sebelum dicat harus dipoles dulu biar kelihatan warna aslinya, baru dicocokin warnanya. Kalau tekanan semprotan enggak rata aja kelihatan kayak panuan, ada belang,” papar David.

Sementara warna hitam, terhitung aman. Pengecatannya tak terlalu sesulit warna putih, tapi sehari-hari perlu perawatan yang telaten. Harus rajin-rajin cuci dan poles, karena debu dan baret sangat mudah terlihat di atas bodi hitam.

Warna merah juga begitu. Debu, kotoran atau baret enggak mudah terlihat. Tapi siap-siap kalau sampai perlu perbaikan atau pengecatan. “Pengerjaannya gampang, enggak sesulit warna terang seperti mobil putih. Tapi warna merah cat dasarnya selalu mahal. Segala macam merah dan variasinya,” kata David.

Penulis : Pj, Nawita | Teks Editor : AZ | Fotografer : Dok. Otomotif

Kirim Komentar

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengisi komentar

Karakter tersisa.

Disclaimer

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis , kasar , berisi fitnah, atau berbau SARA