Do U Have A Fashion Helmet?
OTOMOTIFNET - Berawal di Eropa, khususnya di Italia. Fashion helmet sangat dikenal luas oleh bikers di negeri Pizza itu. Sejarahnya sebenarnya dimulai setelah tren maraknya skuter-skuter seperti Piaggio, Vespa, dsb. Apalagi motor tersebut memang dirancang sebagai transportasi kaum urban yang sarat akan kehidupan penuh gaya.
Makanya tak hanya pabrikan helm yang bikin helm itu, butik-butik pakaian terkenal –khususnya di Italia- pun turut ciptakan pelindung kepala yang mendukung gaya hidup si pengendara motor. Sebut saja labelan Pitti Uomo, Modena, Louis Vuitton, Borsalino, Emporio Armani dan sebagainya.
Mirip di Indonesia, helm fashion mulai marak setelah hadirnya skutik-skutik yang belakangan cukup berkembang. Terlebih lagi ketika labelan motor Piaggio dan Vespa juga mulai eksis. Kebanyakan penggunanya lebih memilih helm-helm yang gaya untuk menunjang tampilan motornya.
Bahkan, mereka lebih suka membeli helm bermerek (branded, kalau bisa impor), model atau grafis lain dari biasanya dan cocok dengan karakter tunggangan selain faktor safety jadi penentu.
Agus Hermawan, salah satu pemerhati helm mengatakan helm fashion sebenarnya tergantung dari bagaimana cara dia (pemilik motor) memakainya. “Sudah kayak baju aja deh. Ada yang model biasa tapi ketika dipakai jadi gaya,” tuturnya.
Namun, Agus mengamini kalau helm fashion itu identik dengan merek branded (impor). Karena memang produk itu cukup aktif mengeluarkan model-model fashion yang saat ini sedang tren.
Urusan model, Agus mencontohkan umumnya lebih mengarah ke open face (biasa disebut half face). “Tapi tak tertutup juga full face namun dengan model dan grafis yang unik,” terang pemilik toko Juragan Helm di Jl. Cemara, Cengkareng, Jakbar itu.
Pilihannya, sudah mulai beragam di Indonesia. Contoh yang sarat unsur fashion adalah NZI. Produk Spanyol itu sediakan model Chupa Chups dan Kukuxumusu. “Sengaja kita masukkan helm fashion itu karena mendukung produk Piaggio dan Vespa,” jelas Nugroho Tjandrakusuma, direktur PT Sentra Kreasi Niaga, pemegang merek NZI.
Ada produk pula AGV Blade LX yang boleh menjadi pendukung gaya hidup Anda. Desainnya mirip dengan helm sepeda dan fashionable bagi scooter maupun motor sport.
Lantas, ada pula KBC, selain sarat faktor safety, helm ini juga mengedepankan grafis yang menarik. Lalu, merek Sparx yang punya pilihan lebih banyak lagi. Menariknya, tersedia model dan grafis Retro baik di full maupun half facenya.
Lainnya, ada produk GIVI (Italia) yang juga kasih pilihan buat mendukung gaya hidup Anda. Contoh yang paling digemari adalah tipe HX01 yang bisa knock-down, half face atau mau full face.
Selain desain itu, model flip-up juga jadi tren belakangan ini. Baik pengguna motor sport, bebek maupun skutik. “Kalau dulu flip-up banyak disukai untuk turing, tapi sekarang untuk harian,” bilang Agus. Di pasaran, helm flip-up itu tersedia merek Airoh, KBC, AGV maupun produk lokal seperti INK dan Snail. Sudahkah helm mendukung gaya hidup Anda?
Penulis: Pj
Umum Terkait :
- Malu Bertanya, Pria Mengemudi Lebih Jauh 445 km/tahun
- Service Car ATPM, Andalan Siaga 24 Jam
- Mudik Dengan Aksesoris Murah Dari AMX
- Coffee Maker Eksotik, Kopi Luwak Plus Ferrari
- Alternative Murmer Komponen Copotan Motor di Bekasi


Bulan ramadhan identik dengan berbagi dalam kebersamaan. Selain acara buka puasa bersama, acara berbagi tajil (makanan berbuka puas . . . 
Pick up asal Korea, KIA Big Up memang pernah menjadi pilihan mobil operasional bagi beberapa instansi.
Bagi konsumen yang berencana meminang KIA Cerato Forte yang sudah diperkenalkan di ajang IIMS 2010 lalu, sepertinya harus bers . . .
Bukan hanya pabrikan mobil Jepang dan Amerika yang ramai-ramai melakukan recall, pabrikan sport car Ferari juga akhirnya melakukan hal serupa pada salah sa . . .